Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Berkat CAS, 7 Pemain Naturalisasi Malaysia Tetap Bisa Berkegiatan

Berkat CAS, 7 Pemain Naturalisasi Malaysia Tetap Bisa Berkegiatan
ilustrasi pengadilan (pexels.com/Towfiqu barbhuiya)
Intinya Sih
  • CAS menolak banding FAM atas sanksi FIFA terhadap tujuh pemain naturalisasi Malaysia, namun memodifikasi aturan agar larangan hanya berlaku untuk pertandingan resmi.
  • Ketujuh pemain tetap boleh berlatih dan beraktivitas di klub masing-masing selama masa hukuman, meski tidak bisa tampil di laga kompetitif.
  • Secara keseluruhan, banding FAM tetap ditolak dan mereka dijatuhi denda 350 ribu franc Swiss karena terbukti melakukan pelanggaran pemalsuan dokumen.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) sejatinya tetap menolak banding Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM) soal sanksi FIFA terhadap tujuh pemain naturalisasi mereka. Namun, bukan berarti tak ada modifikasi.

Secara keseluruhan, banding FAM memang tak ditolak. Ketujuh pemain naturalisasi ini tetap kena larangan bertanding 12 bulan. Namun, putusan CAS membuat mereka tetap bisa berkegiatan di sepak bola.

1. Apa modifikasi dalam putusan CAS ini?

Ketujuh pemain naturalisasi Malaysia yang terkena sanksi itu adalah Gabriel Palmero, Facundo Garces, Rodrigo Holgado, Imanol Machuca, Joao Figueiredo, Jon Irazabal, dan Hector Hevel.

Sanksi larangan main itu berlaku per Kamis (5/3/2026), dengan pengurangan masa hukuman untuk periode 25 September 2025 hingga 26 Januari 2026. Namun, sesuai putusan CAS, ada modifikasi terhadap sanksi mereka. Mereka hanya tak boleh main di laga resmi.

"Sesuai dengan Pasal 22 FDC, Panel CAS memutuskan larangan tersebut hanya berlaku untuk pertandingan dan bukan untuk semua aktivitas yang berkaitan dengan sepak bola," tulis CAS dalam siaran di laman resmi mereka.

2. Para pemain tetap boleh beraktivitas di klub

Seiring putusan CAS ini juga, ketujuh pemain naturalisasi Malaysia itu tetap boleh beraktivitas di klub, meski dilarang main. Jadi, sebagian kecil banding FAM ternyata diterima, meski mayoritas ditolak.

"Para pemain dapat melanjutkan latihan bersama klub masing-masing selama masa larangan bermain. Banding yang diajukan oleh para pemain sebagian dikabulkan dan sanksi sebagian diubah," tulis CAS.

3. Banding FAM secara garis besar tetap ditolak

Meski ada modifikasi sanksi berdasarkan putusan CAS, secara garis besar banding FAM ini sebenarnya ditolak. CAS menilai, dengan bukti-bukti yang ada, sanksi larangan main 12 bulan dari FIFA itu siudah sesuai.

Buntut ditolaknya banding mereka ini, FAM akhirnya tetap kena denda sebesar 350 ribu franc Swiss, atau setara Rp7,5 miliar. Mereka tidak selamat dari hukuman.

"Setelah mempertimbangkan bukti-bukti, Panel CAS menemukan bahwa pelanggaran pemalsuan dokumen FAM telah terbukti dan larangan 12 bulan merupakan sanksi yang wajar dan proporsional bagi pemain mengingat keterlibatan mereka dalam penipuan ini," tulis mereka.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ilyas Listianto Mujib
EditorIlyas Listianto Mujib
Follow Us

Latest in Sport

See More