Carrick Amuk Wasit Gegara Kartu Merah Martinez

- Michael Carrick kecewa berat usai Manchester United kalah 1-2 dari Leeds United dan menilai wasit Paul Tierney membuat keputusan kontroversial di Old Trafford.
- Carrick memprotes keras kartu merah langsung untuk Lisandro Martinez yang dianggapnya tidak agresif, meski wasit menilai tindakan menjambak rambut Calvert-Lewin sebagai pelanggaran serius.
- Kartu merah tersebut membuat MU kehilangan ritme permainan dan kesulitan mengejar ketertinggalan, sehingga Carrick menilai keputusan itu sangat memengaruhi hasil pertandingan.
Jakarta, IDN Times - Pelatih Manchester United, Michael Carrick, meluapkan kekecewaannya usai tim asuhannya kalah dengan skor 1-2 dari Leeds United di Old Trafford, Selasa dini hari WIB (14/4/2026). Carrick kesal akibat kinerja wasit Paul Tierney di laga tersebut begitu buruk.
Menurut Carrick, Tierney mengambil keputusan yang dianggapnya kontroversial, karena mengusir Lisandro Martinez dengan kartu merah langsung. Carrick menilai aksi Martinez tidak terlalu agresif, namun pada akhirnya Tierney mengusirnya dari lapangan.
1. Mengejutkan, Carrick bingung
Carrick mengaku kaget ketika Tierney memberikan kartu merah kepada Martinez. Sebab, menurut Carrick, tak ada intensi pelanggaran yang terjadi.
"Keputusan untuk mengusir Licha itu mengejutkan. Sekarang sudah dua pertandingan beruntun saya merasa wasit tidak adil kepada kami. Kartu merah Licha adalah salah satu yang terburuk yang pernah saya lihat," ujar Carrick, dilansir Daily Mirror.
2. Martinez diusir karena jambak Calvert-Lewin
Tierney menilai Martinez melakukan pelanggaran keras dengan menjambak rambut Dominic Calvert-Lewin. Tindakan itu, dalam kacamata Tierney sudah masuk dalam tindakan agresif. Tapi, Carrick menilai insiden tersebut tidak cukup serius untuk berujung pada kartu merah, bahkan menyebut kontak yang terjadi sangat minim.
"Itu bukan tarikan atau dorongan, tidak agresif. Dia hanya menyentuhnya dan langsung diusir," kata Tierney.
3. Bikin MU susah mengejar ketertinggalan
Kartu merah kepada Martinez, bagi Carrick, mengganggu ritme MU. Sebenarnya, saat itu MU sedang mencari momen buat bangkit. Tapi, karena MU main dengan 10 orang, malah temponya jadi rusak.
"Mereka tidak memutuskan untuk membatalkan itu (kartu merah), itu sangat berpengaruh besar dalam pertandingan," kata Carrick.


















