Cuek Lihat Valverde-Tchouameni Baku Hantam, Arbeloa Bakal Dipecat

- Alvaro Arbeloa dikabarkan akan dipecat dari Real Madrid setelah insiden pertikaian antara Federico Valverde dan Aurelien Tchouameni di ruang ganti.
- Manajemen klub kecewa karena Arbeloa tidak turun tangan melerai perkelahian, membuat peluangnya bertahan disebut kurang dari 10 persen.
- Presiden Florentino Perez mulai menyiapkan proyek baru dan mencari pelatih berkarakter kuat untuk memulihkan disiplin serta citra klub.
Jakarta, IDN Times - Drama ruang ganti Real Madrid tampaknya akan memakan korban. Pelatih Alvaro Arbeloa, dikabarkan bakal segera angkat koper dari Santiago Bernabeu pada akhir musim nanti.
Berdasarkan laporan El Mundo, pakar transfer Eropa, Fabrizio Romano menyebut manajemen Los Blancos sudah memiliki rencana untuk musim depan. Keputusan ini merupakan buntut dari insiden baku hantam Federico Valverde dan Aurelien Tchouameni, meski Valverde membantah adu jotos dengan Tchouameni.
1. Arbeloa cuma diam saat pemainnya adu jotos
Insiden Valverde kontra Tchouameni itu memicu kemarahan dari petinggi Madrid. Sebab, pria berusia 43 tahun itu sama sekali tidak mencoba turun tangan untuk melerai pertikaian para pemainnya tersebut.
"Arbeloa tidak campur tangan sama sekali selama perkelahian kemarin. Dewan Real Madrid menyadari hal itu," cuit Romano, menurut laporan El Mundo.
2. Peluang bertahan tak sampai 10 persen
Kegagalan menjaga keharmonisan ruang ganti membuat posisi Arbeloa kini berada di ujung tanduk. Laporan media Spanyol menyebut peluang Arbeloa bertahan bahkan nyaris mustahil.
"Sumber-sumber mengonfirmasi bahwa peluang Arbeloa untuk bertahan kurang dari 10 persen," ujar Romano.
3. Florentino Perez siapkan proyek baru
Presiden Madrid, Florentino Perez, memang dikenal sebagai sosok yang tidak kenal kompromi jika citra dan wibawa klub tercoreng. Manajemen klub disebut sudah mulai menyusun perubahan untuk membersihkan konflik yang menyelimuti ruang ganti saat ini.
Pencarian pengganti Arbeloa disebut sudah mulai dilakukan. Madrid sudah seharusnya membutuhkan sosok pelatih berkarakter kuat yang mampu mendisiplinkan ego tinggi para pemain bintangnya.


















