Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Danny Drinkwater, Mantan Pemain Leicester City Putuskan Pensiun

Danny Drinkwater, Mantan Pemain Leicester City Putuskan Pensiun
Danny Drinkwater (thefa.com)

Peraih gelar juara English Premier League (EPL) bersama Leicester City, Danny Drinkwater, telah mengumumkan pensiun dari dunia sepak bola pada usia 33 tahun pada akhir Oktober 2023. Ia merupakan salah satu bintang kesuksesan The Foxes dalam menjuarai Premier League 2015/2016. Gelar juara tersebut juga membawa klub masuk ke Liga Champions Eropa untuk pertama kalinya pada musim selanjutnya.

Performa apiknya ini membuatnya menjadi incaran klub-klub besar. Ia berlabuh ke Chelsea pada Agustus 2017 setelah 4,5 tahun kariernya bersama Leicester City. Sayangnya, kariernya di Chelsea meredup hingga menghabiskan waktu sebagai pemain pinjaman di berbagai klub. Ia terakhir kali bermain untuk Reading FC dan setelahnya menganggur tanpa klub selama setahun sebelum akhirnya memutuskan pensiun.

1. Karier Danny Drinkwater diawali sebagai pemain akademi Manchester United

Danny Drinkwater (lcfc.com)
Danny Drinkwater (lcfc.com)

Danny Drinkwater merupakan pemain hasil didikan akademi Manchester United, tetapi tidak memiliki kesempatan untuk debut di level senior. Dia bergabung dengan Leicester City pada Januari 2012 dan dengan cepat membuktikan dirinya sebagai pemain kunci bagi The Foxes. Pada 2014, ia berhasil membantu klub meraih gelar juara Divisi Championship sekaligus promosi ke Premier League setelah 10 tahun absen di kasta tertinggi Liga Inggris.

Pada 2015/2016, Drinkwater memainkan peran penting dalam kemenangan mengejutkan Leicester City dengan menjuarai Premier League. Berkat performa gemilangnya, dia dinobatkan sebagai PFA Team of the Year dan terpilih sebagai Pemain Terbaik PFA. Tentu ini prestasi yang sangat membanggakan bagi pemain yang saat itu baru bermain selama 2 musim di Premier League.

2. Diburu banyak klub besar Premier League hingga berlabuh ke Chelsea

Danny Drinkwater saat berseragam Chelsea. (chelseafc.com)
Danny Drinkwater saat berseragam Chelsea. (chelseafc.com)

Penampilan apik Danny Drinkwater bersama Leicester City membawanya menjadi pemain incaran banyak klub besar Premier League. Beberapa klub yang sempat dikabarkan tertarik dengan jasanya adalah Liverpool dan Tottenham Hotspur. Manchester United juga kepincut membawanya pulang. Pada akhirnya, ia memilih berlabuh ke Chelsea pada Agustus 2017.

Drinkwater diboyong Chelsea dengan banderol sebesar 35 juta pound sterling (Rp674 miliar. Itu menjadikannya salah satu pemain termahal yang dijual Leicester City. Ia direkrut The Blues sebagai pengganti Nemanja Matic yang saat itu pindah ke Manchester United. Dirinya sekaligus menyusul mantan rekan satu timnya di Leicester City, N'Golo Kante, yang hengkang ke Stamford Bridge pada 2016.

3. Kariernya meredup bersama Chelsea dan mengalami berbagai masa peminjaman

Danny Drinkwater saat diperkenalkan sebagai pemain pinjaman Aston Villa. (twitter.com/AVFCOfficial)
Danny Drinkwater saat diperkenalkan sebagai pemain pinjaman Aston Villa. (twitter.com/AVFCOfficial)

Sayangnya, karier Danny Drinkwater di Chelsea justru makin merosot. Dilansir Transfermarkt, dirinya hanya bermain sebanyak 23 kali di bawah asuhan Manajer Antonio Conte. Ia dianggap gagal memenuhi ekspektasi klub hingga mengalami masa peminjaman ke berbagai klub, seperti Burnley, Aston Villa, Kasimpasa, dan Reading.

Karier Drinkwater makin tenggelam karena sering berulah dan tindakan indisipliner. Pada 2019, ia terbukti bersalah atas tuduhan mengemudi dalam keadaan mabuk setelah mengalami kecelakaan mobil. Pada tahun yang sama, ia berulah di klub malam. Tak sampai di situ, ia juga pernah menabrak mantan rekan satu timnya di Aston villa, Jota Peleteiro, di tempat latihan pada Maret 2020.

Pensiunnya Danny Drinkwater menandai akhir dari sebuah karier yang penuh gejolak. Pernah menjadi salah satu gelandang paling menjanjikan di Inggris, ia malah tidak mampu mempertahankan performanya setelah pindah dari Leicester City ke Chelsea pada 2017. Pensiunnya Drinkwater menjadi pengingat bahwa pemain paling berbakat sekalipun bisa saja jatuh.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Gagah N. Putra
EditorGagah N. Putra
Follow Us

Latest in Sport

See More

Aprilia Racing Kuasai Podium MotoGP Prancis 2026, Jorge Martin Juara

10 Mei 2026, 20:32 WIBSport