5 Debutan Termuda Timnas Indonesia, Mathew Baker Pecahkan Rekor!

- Mathew Baker mencatat sejarah sebagai debutan termuda Timnas Indonesia pada usia 17 tahun 23 hari saat melawan Oman, membantu kemenangan 3-0 dan memecahkan rekor sebelumnya.
- Sebelum Baker, Arkhan Kaka dan Ronaldo Kwateh sempat menjadi debutan termuda dengan usia sekitar 17 tahun, masing-masing tampil di Piala AFF 2024 dan laga persahabatan kontra Timor Leste.
- Marselino Ferdinan dan Listianto Raharjo juga masuk daftar lima debutan termuda, menunjukkan konsistensi regenerasi pemain muda yang terus memperkuat skuad Garuda dari masa ke masa.
Mathew Baker melakoni debutnya bersama Timnas Indonesia ketika menghadapi Oman pada FIFA Matchday pada Jumat (5/6/2026). Penampilan perdananya bersama tim Garuda ini bukan hanya menjadi pencapaian baginya. Baker juga memecahkan rekor sebagai debutan termuda pada usia 17 tahun 23 hari.
1. Mathew Baker menjadi debutan termuda Timnas Indonesia pada usia 17 tahun 23 hari
Mathew Baker mengukir sejarah sebagai debutan termuda Timnas Indonesia pada 5 Juni 2026. Pada laga kontra Oman, pemain Melbourne City ini masuk sebagai pemain pengganti menit 80. Ia memecahkan rekor sebagai debutan termuda dengan berusia 17 tahun 23 hari.
John Herdman selaku pelatih memberikan kepercayaan terhadap bek kelahiran Melbourne tersebut. Bertugas di sisi kiri pertahanan, ia turut membantu Indonesia mempertahankan kemenangan 3-0 atas Oman. Ini menandai babak baru dalam kariernya di level senior sebagai pemain muda potensial. Sebelumnya, ia mampu diandalkan sekaligus menjadi kapten di U-17.
2. Arkhan Kaka pertama kali tampil ketika berusia 17 tahun 3 bulan 7 hari
Sebelum dipecahkan Mathew Baker, Arkhan Kaka pernah menjadi debutan termuda Timnas Indonesia pada 2024 lalu. Kala itu, ia membela tim Garuda untuk pertama kalinya pada usia 17 tahun 3 bulan 7 hari. Ia bermain ketika Indonesia menghadapi Myanmar di Piala AFF 2024.
Striker Persis Solo tersebut berada di atas lapangan selama 45 menit. Meski tidak langsung mencetak gol, ia turut membantu Indonesia mendulang kemenangan dengan skor 1-0. Sejak debutnya hingga per Juni 2026, Kaka baru mencatatkan dua penampilan di level senior.
3. Pada usia 17 tahun 3 bulan 8 hari, Ronaldo Kwateh berhasil melakoni debutnya
Ronaldo Kwateh sempat mencuri atensi pencinta sepak bola tanah air pada 2022. Saat itu, dipercaya debut oleh Shin Tae Yong ketika baru berusia 17 tahun 3 bulan 8 hari. Ia bermain selama 45 menit saat Indonesia melawan Timor Leste di laga persahabatan. Ia masuk sebagai pemain pengganti pada awal babak kedua menggantikan Ramai Rumakiek.
Hebatnya, Kwateh langsung memberikan kontribusi berupa assist untuk gol pertama Indonesia yang dibuat Ricky Kambuaya. Ia berhasil membantu Indonesia meraih kemenangan 4-1 atas Timor Leste. Sayangnya, faktor cedera membuat kiprahnya terbatas bersama tim Garuda. Tercatat, ia baru mengoleksi enam caps. Penampilan terakhirnya terjadi di Piala AFF 2024 lalu.
4. Marselino Ferdinan debut di Timnas Indonesia saat berusia 17 tahun 4 bulan 18 hari
Sama seperti Ronaldo Kwateh, Marselino Ferdinan juga melakoni debutnya pada 27 Januari 2022 lalu. Bedanya, Marselino hanya bermain 24 menit setelah masuk menggantikan Evan Dimas. Ia debut bersama Indonesia ketika usianya 17 tahun 4 bulan 18 hari.
Kendati demikian, Marselino punya nasib yang lebih baik. Performa menonjolnya di klub membuatnya menjadi langganan dipanggil Indonesia. Talentanya sebagai pemain muda menonjol dan diandalkan, terutama saat masih dilatih Shin Tae Yong. Sejauh ini, Marselino sudah mencatatkan 38 penampilan dengan kontribusi 5 gol dan 2 assist.
5. Listianto Raharjo debut sebagai kiper Indonesia pada usia 17 tahun 5 bulan 4 hari
Rekor debutan termuda Indonesia sempat dipegang lama oleh Listianto Raharjo. Ia tampil perdana untuk tim Garuda ketika berusia 17 tahun 5 bulan 4 hari. Pada 6 Februari 1993, ia dipercaya mengawal gawang Indonesia saat berhadapan dengan Ghana. Sayangnya, Indonesia harus mengakui keunggulan negara asal Afrika tersebut dengan skor 0-2.
Kiprahnya bersama Indonesia terjadi pada 1993–1997 dengan catatan sepuluh caps. Meski begitu, pencapaian terbaiknya adalah membantu Indonesia meraih medali perak di SEA Games 1997. Listianto kemudian pensiun pada 2008 lalu dan bekerja sebagai pelatih kiper beberapa klub. Listianto wafat pada 20 April 2021 ketika masih berusia 50 tahun karena sakit.
Mayoritas pemain di atas masih aktif bermain hingga saat ini. Beberapa di antaranya juga masih membangun karier karena usia yang muda. Harapannya, mereka yang sedang berkarier bisa mencapai performa terbaiknya untuk membantu Indonesia kompetitif di berbagai ajang.
















