Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Infantino Kehilangan Dukungan Usai Proyek Komersialisasi Piala Dunia

Infantino Kehilangan Dukungan Usai Proyek Komersialisasi Piala Dunia
Legenda sepak bola Prancis, Mikael Silvestre (tengah), menyampaikan pidato terkait kampanye “No Racism” saat Presiden FIFA Gianni Infantino dan para peserta lainnya menyimak dalam Kongres FIFA ke-76 di Vancouver Convention Centre, 30 April 2026, di Vancouver, Kanada. (Foto: Don MacKinnon/AFP)
Intinya Sih
  • Gianni Infantino kehilangan dukungan jelang Kongres FIFA 2027 setelah proyek FIFA Forward Enterprise, yang menjual saham kompetisi termasuk Piala Dunia, memicu kontroversi.
  • Federasi Jerman mengikuti Norwegia menarik dukungan, sementara 90 dari 221 anggota FIFA menolak FFE bersama mayoritas konfederasi, termasuk UEFA, CONCACAF, CONMEBOL, dan AFC.
  • UEFA menentang FIFA terkait penangguhan kartu merah Folarin Balogun yang dinilai politis; Uni Eropa mendorong federasi menggugat Infantino atas dugaan pelanggaran netralitas politik.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Posisi Gianni Infantino di kursi Presiden FIFA terancam. Jelang Kongres FIFA pada Maret 2027 nanti di Rabat, Maroko, Infantino malah kehilangan banyak dukungan dari berbagai pihak akibat kontroversi yang diciptakannya dalam sebulan terakhir.

Inisiasi Infantino menjual saham kompetisi FIFA, termasuk Piala Dunia, lewat program FIFA Forward Enterprise (FFE) memang mengundang gejolak di tubuh organisasi. Banyak konfederasi dan anggota yang mengecam ide tersebut karena dianggap bisa mencederai nilai-nilai dalam sepak bola.

1. Setelah Norwegia, giliran Jerman

Sejumlah federasi di Eropa menarik diri dari dukungan terhadap Infantino untuk kembali menjabat sebagai Presiden FIFA. Setelah Norwegia, Jerman melalui federasinya, DFB, menarik diri dari dukungan kepada Infantino.

Bild melansir, Presiden DFB, Bernd Neuendorf, menolak untuk menandatangani surat dukungan kepada Infantino. DFB belum mengambil sikap lanjutan atas tindakannya. Baru pada rapat presidium DFB selanjutnya, mereka akan menentukan sikap untuk menghadapi Kongres FIFA.

2. 90 dari 221 anggota FIFA menentang FFE

Selain itu, terkait kasus FFE, informasi yang berkembang menyebutkan jika 90 dari 221 federasi anggota menentang ide tersebut. Mereka merasa inisiatif FFE telah melawan muruah sepak bola dan membawanya ke dalam jurang kapitalisme.

Sikap dari 90 federasi itu sejalan dengan nyaris seluruh konfederasi seperti UEFA, CONCACAF, CONMEBOL, dan AFC, yang menolak inisiatif FFE.

3. UEFA sudah lebih dulu melawan Infantino

UEFA sebenarnya sudah lebih dulu menentang FIFA atas sikapnya yang mulai melenceng dari nilai sepak bola. Semua diawali dari kasus penangguhan kartu merah striker Amerika Serikat, Folarin Balogun.

Keputusan Komisi Disiplin FIFA, menurut UEFA, begitu sarat politik. Apalagi, ada pengakuan dari Presiden AS, Donald Trump, telah melakukan lobi kepada FIFA agar kartu merah Balogun ditangguhkan.

Selain UEFA, Uni Eropa juga sudah mendorong kepada seluruh federasi sepak bola di kawasan Benua Biru untuk menggugat Infantino akibat tindakannya itu. Sebab, Infantino sudah melanggar Statuta FIFA dan tindakannya membiarkan kartu merah Balogun ditangguhkan merupakan bentuk dari pelanggaran regulasi atas netralitas politik.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More