Fadly Alberto Disanksi 3 Tahun Imbas Tendangan Kungfu, Bakal Banding

- Komite Disiplin PSSI menjatuhkan sanksi tiga tahun kepada Fadly Alberto dari Bhayangkara U-20 akibat aksi tendangan kungfu dalam laga Elite Pro Academy U-20.
- Tujuh sanksi dijatuhkan kepada Bhayangkara U-20, termasuk larangan bermain bagi beberapa pemain dan hukuman empat pertandingan untuk ofisial tim Muklis Hadi Ning.
- Manajemen Bhayangkara U-20 memastikan akan mengajukan banding karena menilai keputusan Komdis belum sepenuhnya mencerminkan situasi di lapangan secara menyeluruh dan proporsional.
Jakarta, IDN Times - Komite Disiplin PSSI telah membuat putusan terkait kekerasan dalam lanjutan Elite Pro Academy (EPA) U-20, antara Dewa United kontra Bhayangkara FC. Semua yang terlibat dalam kericuhan tersebut tidak ada yang disanksi seumur hidup.
Andalan Bhayangkara U-20, sekaligus pemain berlabel Timnas Indonesia kelompok umur, Fadly Alberto, dijatuhi sanksi larangan bermain selama tiga tahun. Secara keseluruhan, Bhayangkara U-20 mendapat tujuh sanksi.
1. Selain Alberto, siapa saja yang kena sanksi?

Alberto yang mendapat sorotan paling tajam imbas tendangan kungfunya kepada Rakha Nurkholis menjadi pemain Bhayangkara U-20 yang disanksi paling berat. Tiga pemain lain, Aqilah Lissunnah Aljundi, Afrizal Riqh, dan Ahmad Catur hanya dua tahun.
Sementara itu, M. Mufdi Iskandar menerima larangan bermain selama satu tahun. Muklis Hadi Ning selaku ofisial klub juga dijatuhi larangan mendampingi tim dalam empat pertandingan.
2. Bhayangkara U-20 bakal ajukan banding

Manajer Bhayangkara FC U-20, Yongky Pamungkas, menegaskan klub menghormati keputusan Komdis PSSI. Namun, mereka akan mengajukan banding terkait tujuh sanksi yang dijatuhkan.
"Kami memastikan akan mengajukan banding. Ini adalah bagian dari upaya kami untuk mendapatkan penilaian yang lebih objektif, menyeluruh, dan berimbang," kata Yongky dalam keterangan resminya.
3. Dasar Bhayangkara ajukan banding

Menurut Yongky, terdapat aspek yang belum sepenuhnya mencerminkan situasi di lapangan secara utuh, termasuk posisi beberapa pemain Bhayangkara U-20 yang juga terdampak dalam insiden tersebut. Karena itu, klub merasa ada sejumlah hal yang perlu dikaji ulang.
"Kami menilai ada beberapa hal yang masih perlu dikaji ulang secara lebih komprehensif dan proporsional, terutama terkait durasi sanksi yang dijatuhkan kepada pemain. Kami melihat ada fakta-fakta di lapangan yang perlu menjadi pertimbangan lebih dalam, termasuk kondisi di mana beberapa pemain kami juga berada dalam posisi sebagai pihak yang terdampak," ujar Yongky.
















