Sejak diselenggarakan pada 1930, Piala Dunia beberapa kali mementaskan pertandingan beraroma politis. Mulai dari Italia melawan Prancis pada 1938, Inggris versus Argentina pada 1986, dan Amerika Serikat kontra Iran pada 1998. Namun, yang paling menarik mungkin pertemuan Jerman Timur dan Jerman Barat di Piala Dunia 1974.
Dunia saat itu sedang terpecah menjadi dua kubu karena komunisme pimpinan Uni Soviet dan kapitalisme yang digawangi Amerika Serikat. Laga ini otomatis berubah menjadi sesuatu yang besar. Bukan lagi perebutan posisi juara grup, melainkan juga pembuktian ideologi di depan 60.200 pasang mata.
Sebelum saling jajal di Piala Dunia 1974, Jerman Barat dan Jerman Timur adalah "pemain" dalam Perang Dingin. Hanya saja, hubungan keduanya serbatanggung. Mereka masih bermusuhan, tetapi berharap ada hubungan resmi yang segera dijalin atas nama kesamaan bahasa dan budaya.
