Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

FIFA Selidiki Chant Islamofobia, RFEF Terancam Sanksi

FIFA Selidiki Chant Islamofobia, RFEF Terancam Sanksi
kantor FIFA di Swiss (commons.wikimedia.org/albinfo)
Intinya Sih
  • FIFA resmi membuka investigasi terhadap RFEF atas dugaan chant Islamofobia dalam laga Spanyol vs Mesir di RCDE Stadium, dengan ancaman sanksi mulai dari denda hingga penutupan tribun.
  • Lamine Yamal, pemain muda Spanyol beragama Islam, mengecam keras tindakan rasisme tersebut dan menilai perilaku suporter itu tidak mencerminkan nilai sportivitas sepak bola.
  • Chant bernada pelecehan agama terdengar sebelum laga dimulai di Barcelona, memicu penyelidikan aparat Catalonia serta memperkuat sorotan global terhadap isu diskriminasi di sepak bola.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - FIFA resmi menyelidiki dugaan chant bernuansa Islamofobia yang terjadi dalam laga uji coba antara Timnas Spanyol kontra Mesir di RCDE Stadium, Barcelona, pekan lalu. Insiden ini kembali menyoroti masalah diskriminasi di sepak bola yang belum sepenuhnya hilang.

Berdasarkan laporan ESPN, federasi sepak bola dunia itu telah membuka proses disiplin terhadap Royal Spanish Football Federation (RFEF). Sanksi pun mengintai, mulai dari denda finansial hingga kemungkinan penutupan sebagian tribun stadion dalam pertandingan internasional berikutnya.

Jika terbukti bersalah, Royal Spanish Football Federation dapat menghadapi berbagai sanksi dari FIFA. Beberapa potensi hukuman antara lain: Denda finansial, penutupan sebagian tribun stadion, pertandingan tanpa penonton, sanksi administratif lainnya.

1. FIFA buka investigasi resmi

Juru bicara FIFA menegaskan, pihaknya tidak akan memberi toleransi segala bentuk diskriminasi, termasuk yang berkaitan dengan agama.

“FIFA telah membuka proses disiplin terhadap RFEF terkait insiden dalam pertandingan persahabatan antara Spanyol melawan Mesir,” ujar perwakilan FIFA kepada ESPN.

Dalam regulasinya, FIFA memiliki aturan ketat terkait rasisme dan diskriminasi, dengan sanksi mulai dari denda, pengurangan jumlah penonton, hingga pertandingan tanpa penonton.

2. Lamine Yamal beri kecaman atas tindakan rasisme itu

Kecaman datang dari berbagai pihak, termasuk pemain muda Spanyol, Lamine Yamal. Winger berbakat itu secara terbuka mengungkapkan kekecewaannya terhadap tindakan suporter.

Sebagai seorang Muslim, Yamal mengaku tersinggung dan menilai tindakan tersebut tidak mencerminkan nilai sportivitas dalam sepak bola.

Reaksi ini memperkuat sorotan publik soal isu Islamofobia dan diskriminasi masih menjadi masalah laten, bahkan di level sepak bola internasional.

3. Kronologi chant islamofobia di stadion

Insiden terjadi di RCDE Stadium, markas klub Espanyol di Barcelona. Sebelum pertandingan dimulai, sekelompok suporter terdengar melantunkan chant yang menyinggung umat Muslim.

Nyanyian tersebut memicu reaksi keras karena dinilai tidak hanya rasis, tetapi juga berpotensi masuk kategori pelecehan agama.

Aparat keamanan wilayah Catalonia, Mossos d'Esquadra, turut turun tangan untuk menyelidiki kemungkinan pelanggaran hukum dalam insiden tersebut.

Kasus ini menambah daftar panjang insiden diskriminasi di sepak bola Eropa dan dunia. Meski kampanye anti-rasisme terus digencarkan FIFA, kejadian serupa masih kerap terjadi.

Kini, perhatian tertuju pada hasil investigasi FIFA dan aparat setempat. Keputusan akhir nantinya tidak hanya menentukan nasib RFEF, tetapi juga ujian serius komitmen federasi sepak bola dunia dalam memberantas diskriminasi.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ilyas Listianto Mujib
EditorIlyas Listianto Mujib
Follow Us

Latest in Sport

See More