Comscore Tracker

[Eksklusif] Garuda Select: Antara Rindu dan Kepungan Pandemik COVID-19

Noval punya mimpi besar tampil di Piala Dunia

Jakarta, IDN Times - Skuat Garuda Select jilid tiga banyak diisi wajah baru. Salah satunya adalah Noval Junior Iskandar, salah satu pemain jebolan Liga TopSkor yang saat ini menyita perhatian publik.

Siapa sangka, pemain yang baru aktif bermain sepak bola sejak Sekolah Menengah Pertama (SMP) ini bisa berlatih di Inggris. Padahal, sebelumnya dia hanya bermain di kompetisi atau turnamen lokal kelompok usia bersama Sekolah Sepak Bola (SSB) FASS Junior di Bekasi.

Kini, kemampuannya pun terus berkembang bersama Garuda Select jilid tiga. Dia bahkan mendapatkan peran penting dengan menjadi gelandang yang jadi penghubung lini depan dan belakang skuad besutan Dennis Wise.

Pemain berusia 16 tahun ini sempat dapat pujian dari asisten pelatih Garuda Select, Danny Holmes. Menurut dia, Noval sudah seperti pemain yang cukup matang mengisi peran di lini tengah. Kualitas dibarengi dengan kedisiplinan menjadi penyeimbang lini tengah jadi kekuatan yang membuatnya cukup istimewa.

Noval menyebut jika program Garuda Select ini membuat dirinya bisa terus berkembang dari waktu ke waktu. Terlebih, banyak pengalaman dan hal baru yang didapat selama menimba ilmu di negeri kelahiran David Becham tersebut.

Lalu, bagaimana Noval menjalani kehidupannya sebagai pemain Garuda Select jilid tiga dan apa saja yang ingin dicapainya? Berikut petikan wawancaranya.

Baca Juga: Inggris Berlakukan Lockdown, Tim Garuda Select Terkena Imbas

Bagaimana perbedaan pola latihan saat masih di Indonesia dan Inggris?

[Eksklusif] Garuda Select: Antara Rindu dan Kepungan Pandemik COVID-19Para pemain tim Garuda Select III saat sedang jalani program latihan rutin. (Dok. Garuda Select)

Perbedaannya cukup signifikan jika dibandingkan dengan pola latihan di SSB. Saat masih berlatih di SSB, pola latihan begitu-begitu saja. Sementara di Inggris latihan terus meningkat dan ada metode-metode baru yang diterapkan.

Soal sarana dan prasarana juga di Inggris lebih lengkap ketimbang di Indonesia. Pelatih pun lebih memperhatikan pemain secara individu jika dibandingkan di SSB.

Terkait pola latihan, di sini lebih fokus dalam pengembangan taktik dan pola transisi dalam permainan, termasuk pergeseran saat memegang atau gerakan tanpa bola. 

Pandemik COVID-19 mengganggu program Garuda Select jilid ketiga ini atau tidak? Aktivitasmu seperti apa?

[Eksklusif] Garuda Select: Antara Rindu dan Kepungan Pandemik COVID-19Noval Junior. (Dok. MolaTV).

Rutinitasnya selama berlatih di Inggris bersama Garuda Select cukup padat. Selama masa pandemik COVID-19, pola latihan masih sama saja. Yang pasti, semua pemain sudah mulai melakukan aktivitas sejak pagi hingga menjelang sore.

Kami bangun jam 06.00 waktu setempat, kami sudah beraktivitas untuk makan. Lalu pukul 08.30 hingga 12.00 latihan. Setelah latihan siang juga melakukan gym. Selanjutnya kami istirahat baru bisa beristirahat.

Baca Juga: Rafli Asrul Matangkan Diri Bersama Garuda Select III

Latihan terberat apa yang sudah dijalani dan bagian mana yang paling disenangi?

[Eksklusif] Garuda Select: Antara Rindu dan Kepungan Pandemik COVID-19Seleksi Garuda Select angkatan III. (Dok Garuda Select).

Latihan paling berat sih lari hingga lima kilometer. Tapi, itu kami jalani dengan semangat karena demi perkembangan diri. Saat itu waktunya sudah ditentukan untuk menempuh lari dengan jarak tersebut, yakni 20 menit.

Selain fisik, kami juga mendapatkan menu latihan taktik hingga teknik dasar dalam sepak bola.

Sebetulnya banyak latihan yang saya suka seperti small side game, ball possesion, lari-lari. Tapi, yang bikin saya senang adalah small side game karena bisa menikmati kekompakkan dalam tim dan membuat main lebih ceria.

Bagaimana tanggapan Noval tentang pelatih Garuda Select dan pengalaman uji coba pertama di Inggris?

[Eksklusif] Garuda Select: Antara Rindu dan Kepungan Pandemik COVID-19Pelatih dan direktur teknik Garuda Select, Dennis Wise dan Des Walker. (Dok. Mola TV)

Saya menilai, Dennis Wise merupakan pelatih pintar. Dia tahu komposisi yang tepat, tahu kemampuan masing-masing pemain yang cocok punya peran di mana. Sementara, Des Walker itu keras. Dia selalu bilang kepada saya jangan kasih bola ke lawan dan stabil berjaga di lapangan. Untuk Danny Holmes dia lebih santai, sering membuat suasana lebih cair. Jadi kami bisa bercanda dan terasa gembira.

Setelah melakukan uji coba, kami tahu bagaimana karakter mereka (pemain lawan). Di awal laga melawan Port Vale, kami masih tegang karena pertandingan pertama. Saya baru tahu, mereka bermain cepat dan agresif. Saya harus adaptasi dengan lingkungan sepak bola Inggris. Sedangkan, untuk postur sih enggak masalah.

Bagaimana menjalani pengalaman pertama bisa satu tim dengan para pemain asing?

[Eksklusif] Garuda Select: Antara Rindu dan Kepungan Pandemik COVID-19Bek andalan Garuda Select, Kakang Rudianto. (Dok. Mola TV)

Yah kalau satu tim dengan pemain luar senang banget. Ini pengalaman pertama bertemu pesepak bola di luar Indonesia. Saya bisa belajar bahasa dan budaya. Saya juga mempelajari bagaimana para pemain itu berlatih dan bermain.

Kami juga sering berbaur dengan mereka, tak memisahkan diri. Apalagi sama pemain Tanzania, Shaban Mbwana Kingazi saya akrab. Menurut saya, semua pemain asing yang gabung dengan Garuda Select jilid tiga punya kualitas yang bagus dan di atas rata-rata pemain Indonesia.

Itu bisa jadi acuan kami supaya bisa terus belajar. Sehingga kami bisa menyerap ilmu dari mereka.

Tapi kalau bicara kemampuan, pemain Indonesia masih lebih di atas mereka. Kami hanya kalah soal visi bermain dari pemain asing. Mereka juga punya keistimewaan cepat menangkap instruksi yang diberikan pelatih.

Bagaimana menjalani aktivitas di luar latihan dan bertanding?

[Eksklusif] Garuda Select: Antara Rindu dan Kepungan Pandemik COVID-19Garuda Select menonton laga Coppa Italia Juventus vs Udinese. (Dok. Mola TV)

Baca Juga: Jebolan Akademi PSM Makassar Edgard Amping Jadi Kapten Garuda Select

Karena masih pandemik semua jadi terbatas. Aktivitas saya hanya di hotel. Paling sesekali jalan-jalan sore, tapi tetap mematuhi protokol yang berlaku. Karena di Inggris juga sedang lockdown.

Latihan saja kami masih menggunakan sistem bubble, jadi tim dibagi dalam tiga grup. tak semua berlatih bersama. Setiap grup masing-masing punya jadwal yang berbeda saat latihan.

Sudah mendengar sih lockdown bakal dilonggarkan. Saya senang karena bakal bisa berlatih bersama dan melakukan uji coba untuk mengaplikasikan kemampuan.

Untuk mengisi waktu luang sih biasanya berkumpul dengan teman-teman untuk main game console atau sekadar ngobrol tentang daerah masing-masing, hingga main gitar dan bernyanyi bersama.

Siapa teman yang paling dekat dengan Noval selama menjalani TC di Inggris dan bagaimana cara mengobati rindu dengan keluarga?

[Eksklusif] Garuda Select: Antara Rindu dan Kepungan Pandemik COVID-19Pemain Garuda select Jilid Ketiga Noval Junior Iskandar. (Dok. MolaTV).

Teman terdekat saya Roki, pemain asal Sambas. Sebelumnya sih saya memang belum kenal dengan dia. Di sini (Garuda Select) kami pertama kali bertemu. Saya kan kamar samping-sampingan jadi saling mengunjungi dan dekat saja.

Untuk pemain yang sering bikin cair suasana sih Danie Na. Ada saja hal aneh yang dilakukan dia dan bikin orang lain tertawa.

Cara mengobati rindu paling video call, terus kalau tidak buka-buka foto keluarga atau teman di Indonesia. sehingga itu bisa mengobati sedikit rasa rindu karena kan lama tak bertemu keluarga.

Apa alasan mengambil peran sebagai gelandang dan target apa yang diinginkan selama menjalani latihan bersama Garuda Select?

[Eksklusif] Garuda Select: Antara Rindu dan Kepungan Pandemik COVID-19Suasana latihan Garuda Select di Walsall Oak Park Living Centre (IDN Times/Isidorus Rio Turangga)

Saya memilih gelandang bertahan karena suka dengan peran memutuskan serangan lawan. Kalau pelatih coba saya di posisi lain, saya sih siap.  Saya akan ikuti instruksi yang diberikan kepada pemain demi perkembangan tim.

Target saya meningkatkan fisik, kemampuan individu, pemahaman taktik demi pengembangan diri. Saya juga punya mimpi tampil untuk Timnas U-20 di Piala Dunia 2023 nanti.

Saya pun berusaha untuk meningkatkan diri, termasuk selalu mengingat instruksi dari pelatih untuk menjalani pertandingan. Makannya saya selesai latihan atau bertanding selalu bertanya kepada pelatih terkait kekurangan yang harus diperbaiki agar saya bisa berkembang.

Ada sih instruksi pelatih yang selalu saya ingat. Sebagai gelandang, saya jangan mudah kasih bola ke lawan. Saya juga selalu mengingat jika bermain jangan terlalu terburu-buru, lebih lama dalam menguasai bola dan tetap tenang. Bermainlah dari bawah hingga atas.

Baca Juga: Kejar Mimpi di Inggris Bareng Garuda Select Selama Pandemik COVID-19

Topic:

  • Satria Permana

Berita Terkini Lainnya