Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Italia Gagal ke Piala Dunia Lagi, Gattuso Nangis Minta Maaf

Italia Gagal ke Piala Dunia Lagi, Gattuso Nangis Minta Maaf
ilustrasi jersey dengan logo Timnas Italia (unsplash.com/SalahRegouane)
Intinya Sih
  • Italia gagal lolos ke Piala Dunia 2026 setelah kalah dari Bosnia dan Herzegovina di final kualifikasi, menandai kegagalan ketiga beruntun mereka.
  • Kartu merah Alessandro Bastoni menjadi titik balik yang membuat Italia kehilangan kendali meski sempat unggul lebih dulu lewat gol Moise Kean.
  • Gennaro Gattuso menangis dan meminta maaf atas kegagalan ini, tetap bangga pada perjuangan timnya meski masa depannya sebagai pelatih belum pasti.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Kabar duka kembali menyelimuti jagat sepak bola Negari Pizza. Timnas Italia gagal ke Piala Dunia 2026, usai ditekuk Bosnia dan Herzegovina di final Kualifikasi Zona Eropa, Rabu (1/4/2026).

Hasil di Bilino Polje Stadium, Zenica, itu tentu terasa begitu menyakitkan bagi publik Italia. Mengingat, ini kali ketiga Gli Azzurri gagal lolos ke putaran final Piala Dunia secara beruntun.

Pelatih Italia, Gennaro Gattuso pun tak kuasa menahan air mata kekecewaannya. Legenda yang dijuluki Si Badak itu menyampaikan permohonan kepada seluruh pendukung Azzurri.

"Saya pribadi meminta maaf karena gagal melakukannya, tetapi para pemain ini sudah memberikan segalanya," kata Gattuso yang berlinang air mata dalam sesi wawancara, dikutip dari Football Italia.

1. Kartu merah Bastoni hancurkan segalanya

Italia sejatinya tampil meyakinkan dan sempat unggul lebih dulu berkat gol Moise Kean. Namun, situasi mendadak berubah menjadi petaka ketika Alessandro Bastoni diganjar kartu merah pada menit ke-41.

Nicolo Barella dan kolega memang tetap mampu bermain solid meski kalah jumlah pemain. Cukup disayangkan, gawang Gianluigi Donnarumma pada akhirnya bobol juga pada menit ke-79, lewat aksi Haris Tabakovic.

"Anak-anak ini tidak pantas menerima hasil ini, atas semua usaha, cinta, dan tekad yang mereka berikan," ujar Gattuso.

2. Darah Gattuso serasa habis terkuras

Beban emosional kekalahan ini rupanya memukul batin Gattuso. Terlepas dari hasilnya, mantan gelandang garang AC Milan tersebut bangga dengan daya juang yang dipertontonkan anak-anak asuhnya.

"Saya tetap bangga dengan para pemain saya. Jika hari ini saya ditusuk dengan belati, tidak akan ada darah yang keluar, karena darah saya sudah habis. Ini penting bagi perkembangan sepak bola Italia, dan rasanya menyakitkan tersingkir dengan cara seperti ini," ucap Gattuso.

3. Bangga daya juang tim, masa depan belum jelas

Pertarungan Italia kandas dalam adu tos-tosan. Dari tiga penendang, hanya Sandro Tonali yang berhasil menyarangkan bola, sementara empat eksekutor tuan rumah mampu menundukkan Donnarumma.

Kegagalan ini sekaligus mengancam tempat Gattuso di kursi pelatih. Namun, Si Badak enggan menanggapi soal masa depannya bersama Gli Azzurri.

"Saya rasa membicarakan masa depan saya hari ini tidak penting. Yang penting adalah lolos ke Piala Dunia. Kami bisa mengambil sisi positif dari performa ini, tetapi tetap terasa menyakitkan. Kami kecewa," kata Gattuso.

Share
Topics
Editorial Team
Sunariyah Sunariyah
EditorSunariyah Sunariyah
Follow Us

Latest in Sport

See More