Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Italia Tolak Ide Gantikan Iran di Piala Dunia 2026
ilustrasi jersey dengan logo Timnas Italia (unsplash.com/SalahRegouane)
  • Pemerintah Italia menolak ide menggantikan Iran di Piala Dunia 2026 karena dianggap politis dan tidak sesuai prinsip kompetisi olahraga.
  • Menteri Olahraga Italia, Andrea Abodi, menegaskan tiket Piala Dunia harus diraih lewat kualifikasi di lapangan, bukan hasil lobi politik.
  • Iran belum memastikan keikutsertaannya di Piala Dunia 2026, sementara AS melarang pihak yang terafiliasi dengan IRGC masuk wilayahnya.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Pemerintah Italia akhirnya buka suara soal wacana yang menyebutkan tim nasionalnya bisa menggantikan Iran di Piala Dunia 2026. Mereka menegaskan, ide tersebut tak masuk akal karena bersifat politis dan merusak ekosistem sepak bola dunia.

Menteri Olahraga Italia, Andrea Abodi, menyatakan menggantikan Iran lewat proses lobi politik tak masuk akal. Sebab, tiket Piala Dunia hanya bisa diraih lewat persaingan di atas lapangan.

"Kemungkinan Italia lolos ke Piala Dunia 2026 atas saran staf Presiden Donald Trump, Paolo Zampolli, yang sudah diajukan ke FIFA, sangat tidak memungkinkan dan tak patut," ujar Abodi dilansir Sky News.

1. Italia gak mau dapat tiket gratisan

Abodi menyatakan jika menjadi memalukan andai Italia pada akhirnya menerima ide tersebut. Mereka seperti mendapat tiket gratis demi main di sana.

"Saya gak tahu asalnya dari mana, tapi kualifikasi itu di atas lapangan," kata Abodi.

2. Iran belum pastikan main di Piala Dunia 2026

Sebenarnya, partisipasi Iran sampai saat ini juga masih sumir. Belum ada pernyataan tegas apakah Iran mau main atau tidak.

Meski Presiden FIFA, Gianni Infantino, menyatakan Iran tetap main, tapi pemerintahnya menyatakan masih menunggu arahan dari Kementerian Pertahanan atas partisipasi di Piala Dunia 2026.

3. Yang dilarang IRGC

Sementara, Menteri Pertahanan Amerika Serikat, Marco Rubio, menyatakan jika seluruh pemain Iran diperbolehkan masuk. Yang jadi masalah adalah para pendamping Iran, dari elemen IRGC.

"Bukan atletnya yang gak boleh masuk, tapi ada orang lain. Mereka yang terafiliasi dengan IRGC tak bisa masuk," kata Rubio.

Editorial Team