Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Kartu Merah Almiron Diperdebatkan, Irvine Bela Aturan FIFA

Kartu Merah Almiron Diperdebatkan, Irvine Bela Aturan FIFA
Jackson Irvine (instagram.com/jacksonirvine_)
Intinya Sih
  • Miguel Almiron jadi pemain pertama yang dikartu merah karena melanggar aturan baru FIFA soal larangan menutupi mulut saat berbicara di lapangan pada Piala Dunia 2026.
  • Kapten Australia, Jackson Irvine, membela keputusan FIFA dan menilai aturan tersebut penting untuk menjaga transparansi komunikasi antar pemain selama pertandingan.
  • Absennya Almiron jelang laga krusial Paraguay vs Australia membuat Grup D makin panas, dengan kedua tim sama-sama butuh kemenangan demi peluang lolos ke fase gugur.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Jakarta, IDN Times – Bukan karena tekel keras atau pelanggaran brutal, Miguel Almiron justru mencatat sejarah sebagai pemain pertama yang mendapat kartu merah akibat aturan baru FIFA di Piala Dunia 2026. Hukuman kontroversial tersebut langsung menjadi pukulan telak bagi Paraguay menjelang laga hidup-mati melawan Australia yang bisa menentukan nasib kedua tim di Grup D.

Kartu merah Almiron menjadi salah satu cerita terbesar Piala Dunia 2026. Winger Paraguay itu harus menerima konsekuensi setelah dianggap melanggar regulasi FIFA terkait larangan pemain menutupi mulut saat berbicara di lapangan.

Situasi tersebut membuat Paraguay kehilangan salah satu pemain pentingnya saat menghadapi Australia pada Jumat, 26 Juni mendatang. Sebaliknya, Socceroos mendapat keuntungan menjelang pertandingan yang sangat menentukan untuk menjaga peluang lolos ke fase gugur.

Kapten Australia, Jackson Irvine, menjadi salah satu sosok yang paling vokal menanggapi insiden tersebut. Ia menilai keputusan FIFA sudah tepat karena seluruh pemain telah mengetahui aturan tersebut sebelum turnamen dimulai.

1. Irvine dukung kartu merah Almiron

Aturan baru FIFA memang menuai perdebatan karena berkaitan dengan ucapan pemain yang sulit diketahui publik ketika mulut mereka tertutup. Namun, Irvine melihat regulasi tersebut sebagai langkah penting untuk menjaga transparansi dalam pertandingan.

"Saya tahu aturan ini akan menimbulkan perdebatan karena kita tidak tahu apa sebenarnya yang diucapkan. Tetapi jika melihat kejadian-kejadian sebelumnya, terutama yang menimpa Vinicius Junior, aturan ini menghilangkan banyak ruang abu-abu," ujar Irvine, dikutip The Guardian.

Sebagai anggota Dewan Pemain Global FIFPRO, Irvine memahami alasan FIFA mengambil tindakan tegas. Menurutnya, pemain tak bisa mengeluhkan hukuman karena regulasi tersebut sudah dijelaskan sebelum Piala Dunia 2026 berlangsung.

"Jika Anda mengatakan sesuatu yang tidak ingin dilihat orang lain, maka mungkin itu memang tidak seharusnya diucapkan. Aturannya sudah jelas dan kami semua sudah diberi tahu sebelumnya," kata Irvine.

2. Paraguay kehilangan Almiron jelang hadapi Australia

Absennya Almiron menjadi masalah besar bagi Paraguay. Pemain berpengalaman tersebut selama ini menjadi salah satu tumpuan utama dalam membangun serangan tim berjuluk La Albirroja.

Paraguay sebenarnya datang dengan kepercayaan diri tinggi setelah meraih kemenangan 1-0 atas Turki. Namun, kehilangan Almiron membuat persiapan mereka menghadapi Australia menjadi lebih sulit.

Di sisi lain, Australia melihat laga ini sebagai peluang penting mengamankan posisi di Grup D. Kemenangan atau hasil positif bisa memperbesar peluang Socceroos melangkah ke fase gugur Piala Dunia 2026.

Meski mendapat keuntungan dari absennya Almiron, Irvine tetap meminta rekan-rekannya tidak meremehkan Paraguay. Ia menilai tim Amerika Selatan itu memiliki karakter kuat dan mampu menciptakan kejutan kapan saja.

"Saat melawan Turki, mereka tetap mencoba mencetak gol meski unggul dan bermain dengan 10 orang. Itu menunjukkan karakter mereka. Anda harus siap menghadapi hal-hal yang tidak terduga," ujar Irvine.

3. Duel hidup-mati Grup D Piala Dunia 2026

Australia dan Paraguay sama-sama membutuhkan hasil maksimal dalam pertandingan ini. Pertarungan di Grup D semakin ketat karena setiap poin bisa menentukan perjalanan menuju babak berikutnya.

Irvine juga menyoroti kelemahan Australia saat menghadapi Amerika Serikat. Ia meminta timnya tampil lebih agresif sejak awal dan tidak kalah dalam duel fisik.

"Hal utama yang harus kami perbaiki adalah duel-duel di babak pertama. Kami harus lebih siap secara fisik dan mampu melewati momen-momen sulit dalam pertandingan," katanya.

Menurut Irvine, menghadapi tim seperti Paraguay membutuhkan mental kuat karena pertandingan tidak selalu berjalan sesuai rencana.

"Kami bermain melawan tim-tim papan atas. Akan ada saat-saat ketika kami harus bertahan dan menderita. Kami harus menemukan cara untuk melewati situasi tersebut," bebernya.

Kartu merah bersejarah Miguel Almiron kini menjadi bagian penting dalam cerita Piala Dunia 2026. Aturan baru FIFA telah memberikan dampak nyata, dan laga Australia vs Paraguay menjadi ujian pertama bagaimana regulasi tersebut bisa memengaruhi persaingan menuju fase gugur.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ilyas Listianto Mujib
EditorIlyas Listianto Mujib

Related Articles

See More