Pujian dan Penyesalan Hansi Flick Usai Barcelona Disingkirkan Atletico

- Barcelona menang 2-1 atas Atletico Madrid, tapi gagal lolos ke semifinal Liga Champions karena kalah agregat setelah tumbang 0-2 di leg pertama.
- Hansi Flick memuji mentalitas dan kerja keras pemain Barcelona meski kecewa timnya gagal memanfaatkan peluang untuk mencetak gol ketiga.
- Kartu merah Eric Garcia di menit 79 membuat Barcelona kesulitan mengejar defisit gol, mengulang masalah serupa seperti pada leg pertama.
Jakarta, IDN Times - Pelatih Hansi Flick menunjukkan reaksi yang campur aduk usai Barcelona disingkirkan Atletico Madrid di perempat final Liga Champions, Rabu (15/4/2026) dini hari WIB. Itu karena Blaugrana sudah memberikan segalanya, namun tetap gagal remontada.
Barcelona memang menang dengan skor 2-1 di Metropolitano Stadium. Namun, kemenangan dengan selisih satu gol belum cukup untuk menyelamatkan mereka, karena kalah 0-2 di Camp Nou, pada leg pertama.
1. Gol Lookman bikin Barcelona gigit jari
Dalam laga hidup-mati tersebut, Barcelona sebenarnya nyaris mewujudkan remontada. Lewat gol Lamine Yamal dan Ferran Torres, El Barca mampu unggul 2-0 saat duel baru berusia 24 menit.
Mereka tinggal mencetak satu gol lagi untuk mengubah segalanya. Alih-alih demikian, momentum mereka justru rusak setelah Ademola Lookman membobol gawang Joan Garcia pada menit 31.
"Kami kecewa karena memiliki banyak peluang, terutama di babak pertama. Kami punya kesempatan untuk mencetak gol ketiga, tetapi malah kebobolan," kata Flick di laman resmi UEFA.
2. Puji daya juang Barcelona
Secara permainan, Barcelona memang lebih meyakinkan. Flick merasa begitu puas atas performa yang ditunjukkan anak-anak asuhnya di atas lapangan.
"Begitulah sepak bola. Kita perlu berbuat lebih baik, tetapi pada akhirnya, dalam hal mentalitas dan sikap, tim telah memberikan yang terbaik. Mereka melakukan pekerjaan yang fantastis, tetapi kami tidak berhasil," ujar Flick.
3. Kartu merah yang kembali ganggu Barcelona
Selain dibobol Lookman, kartu merah yang diterima Eric Garcia pada menit 79 juga menjadi biang kerok tersingkirnya Barcelona. Misi mereka untuk mencetak dua gol tambahan kian sulit karena harus bermain dengan 10 orang.
Situasi tersebut juga terjadi pada leg pertama, bahkan lebih parah. Barcelona dibobol oleh Julian Alvarez (45') dan Alexander Sorloth (70') setelah Pau Cubarsi diusir wasit pada menit 44.
















