5 Kekalahan Chelsea pada Maret 2026, Terpuruk!

- Chelsea mengalami penurunan performa drastis pada Maret 2026 dengan lima kekalahan dari tujuh laga di semua ajang, termasuk kekalahan telak 0-3 dari Everton.
- Pergantian pelatih dari Enzo Maresca ke Liam Rosenior tidak membawa perubahan signifikan, meski sempat mencatat enam kemenangan awal sebelum tim kembali inkonsisten.
- Kekalahan beruntun di EPL dan Liga Champions membuat posisi Chelsea turun ke peringkat enam klasemen serta memunculkan ancaman terhadap masa depan Rosenior sebagai pelatih.
Chelsea masih terus mengalami naik-turun performa pada 2025/2026. Setelah mengawali musim dengan buruk, The Blues sempat bangkit hingga masuk tiga besar klasemen English Premier League (EPL). Namun, belakangan mereka menurun lagi. Pergantian pelatih dari Enzo Maresca ke Liam Rosenior pada awal 2026 pun terbukti tak banyak membantu.
Pada awal kedatangan Rosenior, Chelsea sempat memenangi 6 dari 7 laga di semua ajang. Namun, setelah itu mereka mulai inkonsisten, bahkan belakangan ini makin mengenaskan. Terbaru, Chelsea dihajar 0-3 oleh Everton pada pekan 31 EPL. Itu adalah kekalahan kelima mereka dari tujuh laga sepanjang Maret 2026. Inilah kelima kekalahan tersebut.
1. Chelsea menelan kekalahan ketiga dari Arsenal musim ini pada pekan 28 EPL
Chelsea mengawali Maret 2026 dengan laga melawan Arsenal pada pekan 28 EPL. Bertindak sebagai tamu, Chelsea datang dengan status underdog. Pasalnya, mereka tak pernah menang dari Arsenal sejak 2021. The Blues juga sudah dua kali dikalahkan Arsenal pada babak semifinal Piala Liga Inggris 2025/2026.
Chelsea pun akhirnya tumbang 1-2, kekalahan ketiga mereka dari Arsenal musim ini. Tim tamu bahkan tak mencetak gol dari pemain mereka sendiri, tetapi terbantu gol bunuh diri Piero Hincapie. Hasil itu juga menjadi kekalahan pertama Chelsea di EPL bersama Liam Rosenior. Sempat menempati lima besar klasemen, The Blues pun turun ke peringkat enam.
2. Chelsea dibantai PSG 2-5 pada leg pertama babak 16 besar Liga Champions Eropa
Setelah dilibas Arsenal, Chelsea sempat bangkit. Mereka meraih dua kemenangan beruntun atas Aston Villa di EPL dan Wrexham di Piala FA. Namun, The Blues keok lagi saat melakoni partai leg pertama babak 16 besar Liga Champions Eropa. Bertandang ke markas Paris Saint-Germain (PSG) yang berstatus juara bertahan, Chelsea dibantai 2-5.
Chelsea sebenarnya sempat memberi perlawanan alot bagi PSG. Dua kali tertinggal, dua kali pula pasukan Liam Rosenior menyamakan skor. Sayangnya, mereka tak mampu menahan kebintangan Khvicha Kvaratskhelia yang masuk sebagai pengganti. Dalam 20 menit terakhir laga, Kvaratskhelia membuat 1 assist dan 2 gol yang memenangkan PSG dengan skor telak.
3. Menjamu Newcastle United dalam lanjutan EPL, Chelsea kalah 0-1
Di antara dua partai Liga Champions kontra PSG, Chelsea juga masih harus bertarung di EPL. Mereka menjamu Newcastle United, tim yang sepekan sebelumnya baru mengalahkan Manchester United. Ternyata, kejutan Newcastle berlanjut. The Magpies menang 1-0 sekaligus memberi Chelsea kekalahan beruntun pertama di bawah Liam Rosenior.
Gol tunggal Newcastle dicetak Anthony Gordon pada menit 18. Setelah kebobolan, Chelsea terus menggempur pertahanan Newcastle. Tuan rumah bahkan membuat 67 persen penguasaan bola dan 22 tembakan. Namun, deretan peluang Chelsea sia-sia, termasuk tendangan bebas Reece James yang hanya membentur tiang.
4. Chelsea makin dipermalukan PSG pada pertemuan kedua babak 16 besar Liga Champions
Chelsea ganti menjamu PSG pada leg kedua babak 16 besar Liga Champions. Kekalahan 2-5 pada laga pertama berarti The Blues harus menang dengan selisih minimal empat gol untuk melaju. Hasilnya, bukannya menang, Chelsea malah makin dipermalukan. Chelsea keok 0-3 hingga kalah agregat 2-8, rekor kekalahan agregat terbesar mereka di Liga Champions.
Tak seperti laga pertama, Chelsea bahkan tak sempat memberi perlawanan bagi PSG. The Blues yang bermain di hadapan pendukung sendiri justru melempem sejak awal. Dalam 15 menit pertama saja mereka sudah ketinggalan dua gol. Satu gol tambahan PSG pada babak kedua memastikan Chelsea menelan kekalahan ketiga secara beruntun.
5. Chelsea menelan kekalahan terbesar dari Everton sejak 1987
Chelsea genap menelan empat kekalahan beruntun di semua ajang saat bertamu ke markas Everton. Laga bertajuk pekan 31 EPL itu harusnya dimanfaatkan Chelsea. Jika menang, mereka bakal menjauh dari kejaran Everton sekaligus memangkas jarak dari Manchester United yang baru ditahan imbang Bournemouth.
Apa daya, Chelsea malah kalah telak 0-3. Beto menjadi momok The Blues dengan torehan 2 gol dan 1 assist. Chelsea pun menelan kekalahan terbesar mereka dari Everton sejak 1987. The Blues masih tertahan di peringkat enam dengan selisih enam angka dari empat besar. Plus, mereka hanya unggul dua angka dari Brentford dan Everton yang mengintai di bawah.
Chelsea menelan 5 kekalahan dari 7 laga sepanjang Maret 2026. Keterpurukan The Blues pun dikabarkan mulai mengancam posisi Liam Rosenior sebagai pelatih. Dikenal sebagai klub yang sering tak sabar terhadap pelatih mereka, akankah Chelsea memecat Rosenior dalam waktu dekat?


















