Kenapa Emosi Pemain Persija Meletup-Letup Saat Lawan Persib?

Persib terus melanggar, tetapi tak digubris wasit
Laga banyak terhenti, membuat emosi pemain naik juga
Tetap mengakui adanya kesalahan sendiri
Jakarta, IDN Times - Persija Jakarta kalah dari Persib Bandung dalam laga pekan 17 Super League 2025/26 ini. Salah satu sebabnya adalah emosi para pemain yang tak terkendali. Namun, ada sebab di balik itu.
Pelatih Persija, Mauricio Souza, menyebut ada hal yang jadi sebab meluapnya emosi para pemainnya di laga lawan Persib ini. Makin kentara karena ada andil wasit dalam meningkatnya emosi ini.
1. Persib terus melanggar, tetapi tak digubris wasit

Dalam sesi jumpa pers selepas laga, Souza menyebut pemain Persib juga sejatinya banyak melakukan pelanggaran. Namun, wasit membiarkan itu sehingga para pemainnya kehilangan kendali emosi.
"Wasit harus melindungi tim yang ingin bermain sepak bola. Tim yang ingin menguasai bola, tetapi terus-menerus dihentikan dengan pelanggaran, lama-kelamaan bisa kehilangan kendali emosi," kata Souza.
2. Laga banyak terhenti, membuat emosi pemain naik juga

Selain masalah pembiaran terhadap pelanggaran Persib, Souza juga menyoroti seringnya laga terhenti karena wasit terlalu banyak bicara. Wasit terlalu banyak memberi peringatan, tetapi tidak tegas.
"Wasit tidak perlu banyak bicara. Jika melihat pelanggaran atau tarikan di kotak penalti, langsung beri keputusan, penalti atau tidak. Pada akhirnya, banyak pelanggaran yang tidak diberi keputusan tegas, pertandingan jadi terhenti-henti," kata Souza.
3. Tetap mengakui adanya kesalahan sendiri

Kendati demikian, Souza tidak abai dengan kesalahan dari para pemainnya. Dia mengamini, hasil buruk di GBLA ini hadir lantaran ada kesalahan individu yang dilakukan para pemainnya.
"Kita tahu Persib tim dengan pertahanan terbaik. Tapi, mereka main dengan mengandalkan serangan balik. Persija kalah pertandingan ini dengan dua kesalahan individu," ujar Souza.


















