Kenapa Trofi Jules Rimet Diganti dengan Trofi Piala Dunia?

- Trofi Jules Rimet awalnya menjadi simbol kejayaan Piala Dunia sejak 1930 hingga 1970, sebelum digantikan oleh trofi baru yang digunakan mulai edisi 1974.
- Brasil berhak menyimpan Trofi Jules Rimet selamanya setelah menjuarai Piala Dunia tiga kali, membuat FIFA harus menciptakan trofi pengganti melalui sayembara desain internasional.
- FIFA kini melarang kepemilikan permanen Trofi Piala Dunia dan memperketat keamanannya setelah insiden pencurian Trofi Jules Rimet di Brasil pada 1983.
Trofi Piala Dunia merupakan salah satu simbol olahraga paling terkenal di dunia. Namun, tidak semua penggemar sepak bola menyadari bahwa trofi yang diangkat para juara saat ini berbeda dengan trofi yang digunakan pada masa awal turnamen.
Sebelum 1974, juara Piala Dunia menerima Trofi Jules Rimet. Setelah itu, FIFA memperkenalkan trofi baru yang dikenal sebagai Trofi Piala Dunia dan digunakan hingga sekarang. Lalu, kenapa pergantian tersebut terjadi?
1. Jules Rimet adalah trofi asli Piala Dunia
Ketika Piala Dunia pertama digelar pada 1930, trofi yang diberikan kepada juara adalah sebuah piala bernama Victory. Pada 1946, trofi tersebut kemudian berganti nama menjadi Jules Rimet Trophy untuk menghormati Jules Rimet, Presiden FIFA yang berperan besar dalam mewujudkan Piala Dunia. Trofi ini menampilkan sosok Nike, dewi kemenangan dalam mitologi Yunani, dan menjadi simbol kejayaan sepak bola dunia selama empat dekade pertama penyelenggaraan Piala Dunia.
2. Aturan awal mengizinkan negara menyimpan trofi selamanya
Sejak awal, Jules Rimet menetapkan aturan khusus. Aturannya adalah negara pertama yang berhasil menjuarai Piala Dunia sebanyak tiga kali akan mendapatkan trofi tersebut secara permanen. Aturan ini dibuat ketika belum ada tim yang mendominasi turnamen dunia. Pada saat itu, FIFA menganggap trofi ini dapat menjadi penghargaan abadi bagi negara yang mampu mencapai prestasi luar biasa tersebut.
3. Brasil memenuhi syarat pada 1970
Brasil menjadi negara pertama yang berhasil meraih gelar juara dunia sebanyak tiga kali, yaitu pada 1958, 1962, dan 1970. Berkat keberhasilan tersebut, Brasil memperoleh hak untuk menyimpan Trofi Jules Rimet selamanya sesuai aturan yang telah ditetapkan sebelumnya. Trofi asli menjadi milik Brasil, FIFA membutuhkan trofi baru untuk digunakan pada edisi-edisi berikutnya.
4. FIFA mengadakan sayembara desain trofi baru
Setelah Jules Rimet diberikan kepada Brasil, FIFA mengadakan kompetisi internasional untuk mencari desain pengganti. Desain karya pematung Italia, Silvio Gazzaniga, akhirnya terpilih dan diperkenalkan pada Piala Dunia 1974 di Jerman Barat. Trofi baru menampilkan dua figur manusia yang mengangkat bumi. Desain tersebut dipilih karena dianggap mampu menggambarkan semangat global dan persatuan yang menjadi ciri khas Piala Dunia.
5. Trofi Piala Dunia tidak bisa dimiliki permanen
FIFA belajar dari pengalaman era Jules Rimet. Berbeda dengan trofi sebelumnya, Trofi Piala Dunia tidak dapat dimiliki secara permanen oleh negara mana pun, berapa pun jumlah gelar yang diraih. Tim juara hanya menerima trofi asli saat seremoni dan berbagai acara resmi. Setelah itu, trofi akan kembali disimpan oleh FIFA, sementara negara juara memperoleh replika khusus untuk dipajang. Kebijakan ini menjaga trofi asli tetap menjadi simbol tunggal yang diwariskan dari satu juara ke juara berikutnya.
Menariknya, Trofi Piala Dunia sempat kembali ke Stadion Azteca pada pembukaan Piala Dunia 2026. Trofi ini pernah diangkat Diego Maradona saat Argentina juara Piala Dunia 1986 di stadion tersebut. Di sisi lain, nasib Trofi Jules Rimet ternyata tidak berakhir ketika diberikan kepada Brasil pada 1970. Pada 1983, trofi tersebut dicuri dari markas Konfederasi Sepak Bola Brasil (CBF) di Rio de Janeiro.
Beberapa laporan menyebut Trofi Jules Rimet kemungkinan telah dilebur para pencurinya untuk dijual sebagai emas, meskipun hal ini tidak pernah dapat dibuktikan secara pasti. Peristiwa ini menjadi salah satu alasan kenapa FIFA sekarang menerapkan pengamanan yang jauh lebih ketat terhadap Trofi Piala Dunia.
















