Suara siulan penonton mengiringi langkah pemain Manchester United (MU) meninggalkan lapangan pada jeda laga melawan Bournemouth, 25 Oktober 2026. Rayan dan Marcus Tavernier mencetak gol dalam rentang 5 menit babak pertama sehingga tuan rumah tertinggal sebelum turun minum. MU akhirnya kalah 0-3 dari Bournemouth dan takluk 0-2 dari Chelsea di Stamford Bridge pada 31 Oktober 2026 setelah Lisandro Martinez diusir wasit. Hasil ini membuat Setan Merah baru mengumpulkan 7 poin dari 9 laga Premier League 2026/2027.
5 Kesalahan Michael Carrick di Balik Paceklik Manchester United

Manchester United menjalani sembilan laga tanpa kemenangan di semua kompetisi dan baru mengoleksi tujuh poin dari sembilan pertandingan Premier League, menempatkan Michael Carrick dalam tekanan.
Strategi MU dinilai bermasalah saat menghadapi pertahanan rapat: serangan langsung meningkat, intensitas sprint menurun, dan penguasaan bola tinggi gagal menghasilkan gol melawan Hull City serta Bournemouth.
MU rentan pada bola mati, kehilangan kreativitas ketika Bruno Fernandes dicadangkan, serta gagal memaksimalkan keunggulan jumlah pemain; tim hanya menang sekali dalam sembilan laga liga musim ini.
Kekalahan dari Bournemouth dan Chelsea memperpanjang paceklik MU menjadi sembilan laga tanpa kemenangan dalam semua kompetisi. Klub itu menghuni peringkat ke-16 sebelum laga melawan Chelsea dengan intensitas sprint yang menurun. Sky Sports dan BBC Sport mencatat, klub itu rentan terhadap kebobolan dari bola mati dan gagal mengalahkan klub dengan sepuluh pemain.
1. Rencana permainan MU bergeser ke serangan langsung saat lawan menunggu di blok rendah
Michael Carrick memimpin MU sejak diangkat pada 13 Januari 2026. Sejak itu, klubnya menempati peringkat kesembilan di Premier League untuk penguasaan bola dengan rata-rata 51,5 persen. FourFourTwo menyebut, MU berada di peringkat ke-13 dengan skor 13,2 untuk intensitas pressing yang diukur lewat passes per defensive action.
Selama 9 bulan terakhir, MU menjadi klub dengan serangan langsung terbanyak di Premier League, yaitu 105 kali, dan serangan balik cepat terbanyak dengan 43 kali. Pola itu menyerupai pendekatan Sir Alex Ferguson yang mengandalkan transisi cepat. Data yang sama menempatkan klub itu di peringkat ke-12 untuk perebutan bola di area lawan yang tercatat 224 kali dilakukan.
Dalam laga melawan Bournemouth, Carrick menempatkan Mason Mount di sisi kiri dengan instruksi untuk bergerak masuk ke tengah dan membentuk box midfield. Formasi itu adalah bentuk pengakuan bahwa MU mesti bermain dengan penguasaan bola yang lebih terkontrol. Perubahan itu dinilai datang terlambat untuk menyelamatkan pertandingan.
2. Intensitas lari pemain MU menurun pada musim 2026/27
MU menjadi klub ketiga terbaik di Premier League dengan koleksi 46 poin selama periode kepelatihan Carrick. Hanya Arsenal dengan dan Manchester City yang mengumpulkan angka lebih banyak. Kini, MU belum meraih kemenangan dalam sembilan pertandingan di semua kompetisi.
Data Gradient Sports yang dikutip The Guardian menunjukkan rata-rata sprint pemain MU per 90 menit menurun pada musim 2026/27. Jarak tempuh MU bertambah dari 102,2 km menjadi 112,3 km per pertandingan, tetapi hanya menempatkan klub itu di urutan ketiga dari bawah. Sementara, penguasaan bola meningkat dari 49,1 persen menjadi 56,7 persen pada periode yang sama.
Secara berurutan saat melawan Hull City dan Bournemouth, MU gagal mencetak gol dengan 72 persen dan 63 persen penguasaan bola. Dua hasil itu memperlihatkan kelemahan klub ini ketika mesti membongkar pertahanan yang rapat. Bahkan, Carrick menjawab kritik Bruno Fernandes soal intensitas klub dengan menekankan pentingnya kerja fisik para pemainnya.
“Sistem apa saja yang kami mainkan, taktik apa saja yang kami mainkan, kalau tidak berlari, tidak berlari ke depan, dan tidak berlari mundur, kalian tidak akan menang,” ujar Carrick seperti dilansir The Guardian.
3. Pertahanan bola mati MU bocor sejak awal musim 2026/27
Hull City mengalahkan MU 2-0 dalam pembuka Premier League 2026/27 pada 22 Agustus 2026. Kedua gol tuan rumah muncul dari situasi bola mati pada babak pertama. Semi Ajayi mencetak gol lewat sepak pojok, disusul Nobel Mendy dari tendangan bebas.
Gol Ajayi menjadi gol ke-12 yang diterima MU dari sepak pojok sejak awal musim 2025/26. Empat gol sepak pojok lainnya yang bersarang ke gawang MU pada 2 bulan terakhir musim lalu datang dari Crystal Palace, Aston Villa, Brentford, dan Nottingham Forest. Maxence Lacroix, Ross Barkley, dan Morato mencetak gol dalam situasi tanpa pengawalan ketat.
Bahkan, Harry Maguire menahan rekan seklub saat Ajayi mencetak gol pembuka Hull City. Namun, Carrick menolak anggapan bahwa kekalahan itu terjadi karena pemainnya kehilangan gairah saat bertanding. Dirinya menunjuk dua gol dari bola mati sebagai penyebab utama kekalahan klubnya.
4. Keputusan menepikan Bruno Fernandes memangkas kreativitas MU
Bruno Fernandes tidak ada dalam susunan pemain inti pada laga melawan Bournemouth. Itu baru keenam kalinya dia tidak ada dalam susunan itu pada pertandingan Premier League dan yang pertama sejak melawan Brentford pada Mei 2025. Carrick juga baru sekali menepikannya dalam 27 pertandingan liga sejak Januari 2026.
Keputusan Carrick muncul setelah Fernandes mempertanyakan rencana taktik yang ia usung pada 21 Oktober 2026. MU memenangi 1 dari 11 pertandingan tanpa Fernandes dalam susunan awal dan berbuah 3 kali imbang dan 7 kali kalah. Namun, klub itu melepaskan 17 peluang dalam laga melawan Bournemouth tanpa satu pun berbuah gol.
Bournemouth membuka skor pada menit ke-38 lewat tendangan bebas Justin Kluivert yang diteruskan Rayan tanpa pengawalan. Adrien Truffert memanfaatkan Leny Yoro yang tergelincir untuk mengumpan Tavernier pada menit ke-43. Evanilson menutup kemenangan klubnya pada menit ke-71 setelah melewati Senne Lammens.
5. MU gagal memanfaatkan keunggulan jumlah pemain di Stadion Old Trafford
Manchester United gagal mengalahkan klub yang bermain dengan sepuluh pemain untuk kedua kalinya secara beruntun di Old Trafford. Tottenham Hotspur (Spurs) kehilangan Rodrigo Bentancur karena kartu merah dalam 5 menit setelah Bryan Mbeumo membuka skor pada 10 Oktober 2026. Dominic Solanke menyamakan kedudukan pada menit tambahan setelah mengalahkan Lisandro Martinez di kotak penalti.
MU sempat melawan Manchester City yang kehilangan Phil Foden karena kartu merah pada menit ke-23. Namun, klub asuhan Carrick tidak mampu menang. Sementara, hasil imbang melawan Spurs membuat MU hanya sanggup mengumpulkan 6 poin dari 6 pertandingan pembuka.
Jamie Redknapp menyoroti MU yang selalu kalah dalam duel lari. Dirinya mencontohkan Spurs yang menempuh 5 kilometer lebih jauh meskipun bermain dengan sepuluh orang. Danny Murphy menyebut permainan klub itu lesu dengan lini tengah yang tidak bisa mengendalikan pertandingan.
“Ada kelesuan di MU dan lini tengah ini tidak bisa mengontrol pertandingan, sebagian karena taktik dan sebagian karena personel,” ujar Murphy seperti dikutip BBC Sport.
Sejauh ini, MU hanya memenangi 1 dari 9 pertandingan Premier League 2026/27. 8 dari 12 kemenangan liga klub itu musim lalu hanya berselisih 1 gol, 5 di antaranya berlangsung dengan selisih expected goals tidak lebih dari 0,6. Dengan catatan itu, Opta Analyst menggambarkan posisi Michael Carrick sebagai pelatih yang sangat terancam didepak.




















