Ketika Sepak Bola Ditularkan, 3 Generasi Jadi Suporter Athletic Bilbao

- Tiga generasi nonton langsung di San MamesBeberapa waktu jelang Derby Basque dimulai, penggemar memadati jalan menuju stadion San Mames. Di depan stadion, ada gerombolan yang menarik perhatian.
- Kenangan yang diwariskanIni bukan kali pertama dia menonton langsung laga di San Mames. Dia ingat, pada kisaran usia 10-11 tahun, ayahnya membawanya menonton langsung pertandingan ke stadion yang dijuluki “The Cathedrall” tersebut.
- Bukan sekadar nonton barengBagi keluarga ini, sepak bola bukan sekadar olahraga. Apalagi urusan mendukung Athletic Club, ini menjadi tradisi yang diturunkan dari generasi ke generasi.
Bilbao, IDN Times - Suasana San Mames begitu riuh, puluhan ribu orang bersorak, berjalan bersamaan memasuki stadion pada jornada 22 LaLiga, Minggu (1/2/2026). Wajar, karena di sana ada pesta bagi warga Basque ketika Athletic Bilbao dan Real Sociedad jumpa dalam derby.
Derby Basque tak cuma soal sepak bola, tapi juga kebanggaan, dan menjadi pesta rakyat bagi orang Basque. Mereka bernyanyi, bersorak, berpesta, berharap tim kesayangannya menang.
Tak heran, ketika IDN Times berkesempatan meliput langsung Derby Basque, pemandangan hangat itu membuat merinding. Banyak yang datang dengan teman sebaya, pasangan, bahkan tak sedikit yang datang bersama keluarga. Menariknya, ada satu keluarga yang datang dengan tiga generasi, dari kakek hingga cucunya, menonton langsung laga derby dengan balutan jersey Athletic Bilbao.
1. Tiga generasi nonton langsung di San Mames

Keluarga tersebut memang menarik perhatian. Mereka berfoto di depan stadion, dan terlihat jelas ketika kakek, nenek, ayah, ibu, dan tiga anak, berpose di sana. Mereka kompak mengenakan seragam merah-putih ala Athletic Bilbao.
"Saya datang bersama keluarga. Anak-anak dan ayah saya. Tiga generasi datang menonton langsung hari ini," kata penggemar Athletic yang tak mau disebutkan namanya kepada IDN Times.
2. Kenangan yang diwariskan

Ini bukan kali pertama dia menonton langsung laga di San Mames. Dia ingat, ketika masih 10 atau 11 tahun, sang ayah membawanya menonton langsung pertandingan ke stadion yang dijuluki The Cathedral tersebut.
Kini, dia mewariskan kecintaannya kepada anak-anaknya. Dengan begitu warisan atas sepak bola, berupa kecintaan terhadap Athletic Bilbao, bertahan hingga generasi ketiga.
"Saya pernah nonton ke stadion saat masih kecil, diajak oleh ayah. Saya tidak bisa menggambarkan bagaimana rasanya. Ini sangat istimewa untuk saya," kata dia.
3. Bukan sekadar nonton bareng

Bagi keluarga ini, sepak bola bukan sekadar olahraga. Mendukung Athletic Bilbao sudah menjadi tradisi yang diturunkan di setiap generasi. Terbukti, keluarga ini tampak bahagia dan saling lempar senyyum, menyambut derby Basque, berteriak, bernyanyi, hingga dengan bangga mengibarkan bendera Athletic Bilbao.
"Sepak bola dan mendukung Athletic Bilbao sudah menjadi sebuah tradisi di keluarga kami," kata penggemar tersebut.

















