Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Klub-Klub Super League Bisa Dapat Minus 14 Poin jika Bermasalah
I.League menggelar RUPS PT Liga Indonesia Baru (LIB). (IDN Times/Sandy Firdaus)
  • I.League menambah kriteria Club Licensing dari lima menjadi tujuh untuk musim 2026/27, dengan sanksi denda diganti pemotongan poin.
  • Klub Super League kehilangan dua poin per kriteria yang gagal dipenuhi, sehingga berpotensi minus 14 poin; Championship dan kasta ketiga terancam hingga minus tujuh poin.
  • Pengetatan lisensi menjadi syarat promosi dan dapat memicu wildcard bagi klub degradasi; PSM Makassar, PSBS Biak, serta Sriwijaya FC masih terkena registration ban FIFA.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Ancaman nyata menanti klub-klub Super League yang gagal memenuhi kriteria Club Licensing untuk musim 2026/27. Mereka bahkan bisa dapat minus 14 poin.

Langkah ini diambil seiring tambahan kriteria Club Licensing yang ditetapkan I.League, yang awalnya lima menjadi tujuh. Tak ada lagi sanksi denda, tetapi langsung pemotongan poin.

1. Hitung-hitungan pemotongan poin Super League

Para pemain PSM Makassar berpose jelang laga uji coba melawan PSS Sleman di Stadion Maguwoharjo, Kab. Sleman, pada 20 Agustus 2026. (instagram.com/psm_makassar)

Direktur Utama I.League, Ferry Paulus menyebut, setiap klub Super League akan dapat pemotongan dua poin, jika tak bisa memenuhi salah satu kriteria Club Licensing. Alhasil, jika sebuah klub tak bisa memenuhi tujuh kriteria yang ada, klub tersebut akan dapat pemotongan 14 poin. Sanksi ini akan diterapkan per musim 2026/27.

"Pengurangan poin ini masih sama seperti kemarin, artinya minus dua di Super League untuk satu kriteria. Sekarang tujuh kriteria, berarti 14 poin jika itu bermasalah," kata Ferry kepada awak media.

2. Ada juga potongan poin bagi klub Championship

Nurhidayat Haji Haris saat memperkuat PSBS Biak di BRI Super League musim 2025/2026. (instagram.com/psbsofficial)

Ferry mengungkapkan, pemotongan poin juga akan berlaku di Championship. Bedanya, jika ada klub Championship yang gagal memenuhi satu kriteria Club Licensing, klub itu cuma dapat minus satu poin.

"Kemudian di kasta kedua itu satu poin berarti tujuh, minus tujuh poin. Di kasta ketiga juga kami tekankan untuk mendapatkan minus poin tujuh," kata Ferry.

3. Jadi saringan bagi klub-klub yang ingin naik level

I.League menggelar RUPS PT Liga Indonesia Baru (LIB). (IDN Times/Sandy Firdaus)

Ferry mengungkapkan, pengetatan Club Licensing ini jadi pintu penyaring klub-klub yang berambisi naik level. Mereka harus lolos verifikasi, jika tidak, minus poin hingga kegagalan promosi bisa terjadi.

"Jika klub yang mau promosi gagal, kemudian penggantinya ini juga enggak siap, maka langsung kita drop lagi ke klub yang tadinya degradasi untuk tetap bertahan. Jadi dapat wildcard," kata Ferry.

Ancaman pengurangan poin ini menjadi sinyal bahaya bagi sejumlah klub Indonesia yang masih terjerat sanksi pendaftaran pemain oleh FIFA (registration ban) akibat persoalan tunggakan gaji.

Di Super League, PSM Makassar menjadi satu-satunya wakil yang masih terdaftar dalam sanksi tersebut. Sementara di Championship terdapat PSBS Biak, serta Sriwijaya FC yang berkompetisi di Liga Nusantara.

Curated For You

Editorial Team

Related Article