Koleksi Gol Edinson Cavani di Liga Top Eropa, 3 Kali Jadi Top Skor!

- Edinson Cavani mencetak 112 gol di Serie A dan meraih gelar top skor pada musim 2012/2013.
- Dengan total 138 gol, Cavani juga menjadi top skor dalam 2 musim beruntun di Ligue 1 Prancis.
- Cavani mencetak 12 gol di Premier League bersama Manchester United dan tampil di LaLiga Spanyol selama semusim dengan mengemas lima gol.
Edinson Cavani mengambil keputusan besar dengan pensiun dari sepak bola profesional pada akhir Desember 2025. Melalui akun media sosial pribadi, sosok kelahiran 14 Februari 1987 itu menyampaikan salam perpisahan sekaligus rasa terima kasihnya kepada seluruh pihak yang telah membersamai perjalanan kariernya, mulai dari keluarga, rekan setim, pelatih, hingga para suporter di berbagai klub yang pernah ia bela.
Selama berkarier mulai pada 2006, Cavani telah membuktikan kapasitasnya sebagai striker jempolan di liga top Eropa. Koleksi gol pemain asal Uruguay itu bahkan mencapai lebih dari 250. Dari lima liga top Eropa, ia hanya tak mencetak gol di Bundesliga Jerman.
1. Edinson Cavani mengemas 112 gol di Serie A dan sempat merebut gelar top skor pada 2012/2013
Serie A Italia menjadi liga top Eropa pertama yang disinggahi Edinson Cavani. Datang pada musim dingin 2007 saat direkrut Palermo, ia lalu menghabiskan waktu di kasta teratas Italia selama 6,5 musim, termasuk 3 musim berseragam Napoli. Dirinya sukses menjebloskan 112 gol dan 15 assist dari total 213 kali kesempatan bermain.
Cavani menutup kiprahnya di Serie A dengan pencapaian gemilang. Menjadi andalan di lini serang Napoli, ia merebut gelar top skor musim 2012/2013 dengan torehan 29 gol. Kontribusi itu membawa Napoli finis sebagai runner-up setelah finis di peringkat kelima pada musim sebelumnya.
2. Dengan total 138 gol, Edinson Cavani merebut gelar top skor dalam 2 musim beruntun di Ligue 1
Torehan apik di Italia membuat popularitas Edinson Cavani melambung. Ia kemudian hijrah ke Ligue 1 Prancis untuk berkarier bersama klub raksasa, Paris Saint-Germain, pada musim panas 2013. Striker berpostur 1,84 meter itu menghabiskan waktu selama 7 musim di liga tersebut dan mengoleksi 138 gol dan 30 assist dalam 200 laga.
Kontribusi Cavani mengantarkan Les Parisiens tampil dominan dengan memenangi enam trofi. Selain itu, ia juga merasakan manisnya gelar individu berupa top skor selama 2 musim beruntun pada 2016–2018. Torehan golnya yang paling mencolok terjadi pada 2016/2017, saat mencetak 35 gol dan 4 assist dalam 36 penampilan.
3. Edinson Cavani mengemas 12 gol di Premier League bersama Manchester United
Manchester United (MU) merekrut Edinson Cavani pada musim panas 2020 dan menjadikannya sebagai salah satu opsi penting di lini depan untuk bersaing di English Premier League. Sayangnya, sang pemain yang tak lagi muda mencatatkan kontribusi gol yang tak maksimal. Selama 2 musim di Premier League bersama The Red Devils, Cavani mencetak 12 gol dan 4 assist dalam 41 laga.
Cavani sejatinya menjalani musim pertama di Premier League dengan cukup baik. Ia mencetak 10 gol dan 3 assist, hanya kalah dari Bruno Fernandes dan Marcus Rashford di skuad MU. Pada musim kedua (2021/2022), ia hanya mengemas 2 gol dan 1 assist karena kerap absen akibat cedera.
4. Edinson Cavani tampil di LaLiga selama semusim dan mengemas lima gol
Petualangan Edinson Cavani di liga top Eropa berlanjut di LaLiga Spanyol pada 2022/2023. Selama semusim itu, ia menjadi bagian dari Valencia dan dimainkan dalam 25 laga berbeda. Torehan golnya lebih banyak dibanding musim kedua di Premier League, yakni mencetak 5 gol dan 2 assist.
Di ajang itu, Cavani sempat menyita perhatian pada pekan 9 hingga 11. Sebab, ia mampu menjebol gawang lawan sebanyak 4 kali hanya dalam 3 laga. Sayangnya, faktor kebugaran kembali mengganggu upayanya untuk tampil konsisten.
Perjalanan Edinson Cavani di liga top Eropa Eropa mencerminkan dedikasi dan kerja keras seorang penyerang sejati. Dari Italia hingga Prancis, Inggris, dan Spanyol, ia selalu meninggalkan jejak lewat gol-gol penting dan semangat bertarung yang menjadi ciri khasnya. Keputusan pensiun tersebut menandai berakhirnya kiprah El Matador, striker yang pernah menjadi momok bagi banyak lini pertahanan klub liga top Eropa.



















