3 Laga Pertama Como di Liga Champions, Bantai Manchester United!

- Como menjalani debut Liga Champions 2026/2027 setelah finis di papan atas Serie A musim sebelumnya, dengan Cesc Fabregas sebagai pelatih.
- Pada laga pembuka, Como menang 4-1 atas RB Leipzig; mereka lalu kalah 2-3 di markas Feyenoord meski sempat unggul lebih dulu.
- Como membantai Manchester United 4-1 lewat dua gol Nico Paz; dari tiga laga, I Lariani meraih dua kemenangan, mencetak 10 gol, dan kebobolan lima gol.
Como untuk pertama kalinya tampil di Liga Champions Eropa pada 2026/2027. Mereka unjuk gigi di ajang ini berkat keberhasilan finis di papan atas Serie A Italia pada musim sebelumnya. Tiga laga pertama klub berjuluk I Lariani di kompetisi paling bergengsi di Benua Biru ini berakhir cukup baik per 22 Oktober 2026. Skuad yang ditangani Cesc Fabregas bahkan mampu meraih dua kemenangan telak yang salah satunya didapat ketika bertemu Manchester United (MU).
1. Como melibas RB Leipzig 4-1 pada 10 September 2026
Duel kontra RB Leipzig pada 10 September 2026 menjadi pertandingan pertama Como di Liga Champions. Berstatus sebagai tuan rumah, I Lariani bermain gemilang hingga merebut poin penuh dengan keunggulan telak 4-1. Ini sekaligus melengkapi tiga kemenangan beruntun mereka sejak awal musim 2026/2027.
Bermain di hadapan lebih dari 10 ribu penonton, Como berhasil unggul lebih dahulu pada menit 15. Berawal dari kegagalan pemain bertahan Leipzig dalam melakukan sapuan, Martin Baturina mendapat bola liar dan melakukan tipuan sebelum melepaskan shooting yang berbuah gol. Gol Anastasios Douvikas pada menit 38 melengkapi keunggulan Como 2-0 pada babak pertama.
Assane Diao sukses membawa Como unggul lebih jauh dengan golnya pada menit 54. Empat menit berikutnya, Leipzig memperkecil ketertinggalan melalui Andrija Maksimovic. Namun, Como kembali menambah gol yang kali ini dicetak Maximo Perrone pada menit 90.
2. Como kalah tipis di markas Feyenoord pada 14 Oktober 2026
Como berhasil unggul lebih dahulu ketika melawat ke markas Feyenoord pada 14 Oktober 2026. Gol pembuka hadir melalui sontekan Assane Diao pada menit 18. Namun, tuan rumah langsung memberi respons dengan menyamakan kedudukan lewat Gjivai Zechiel 2 menit berikutnya.
Setelah gol penyama kedudukan, Feyenoord mengambil alih jalannya pertandingan hingga mampu menambah dua gol lainnya. Anis Hadj Moussa membawa tuan rumah berbalik unggul dengan golnya pada menit 52. Pada menit 81, kesalahan Robert Sanchez yang berawal dari shooting Hajd Moussa membuat skor menjadi 3-1 untuk keunggulan Feyenoord.
Selama sisa laga, Como berusaha untuk mengejar ketertinggalan. Namun, pasukan Cesc Fabregas hanya mampu membalas satu gol. Gol tersebut datang dari Anastasios Douvikas dengan sepakan kaki kanan pada menit 90+3.
3. Como membantai Manchester United 4-1 pada 22 Oktober 2026
Como kembali ke markas mereka, Giuseppe Sinigaglia, untuk melakoni matchday ketiga Liga Champions 2026/2027, Kamis (22/10/2026) WIB. Tim besutan Cesc Fabregas diharuskan menerima tantangan Manchester United. Secara mengejutkan, I Lariani tampil dominan hingga menutup laga dengan kemenangan telak 4-1 atas pemilik 20 trofi kasta teratas Inggris tersebut.
Dua menit laga berjalan, Como telah mampu membuka keunggulan atas Setan Merah. Tendangan melengkung Nico Paz pada menit 2 tak mampu ditepis Senne Lammens. Anastasios Douvikas lantas membawa I Lariani unggul lebih jauh dengan golnya pada menit 49.
Paz benar-benar bersinar pada laga ini dengan kembali membobol gawang MU pada menit 57. Gol Jacobo Ramon pada menit 76 membuat Como unggul telak 4-0. Usaha tim tamu untuk mengejar ketertinggalan berbuah satu gol lewat pemain pengganti Joshua Zirkzee pada menit 90+1.
Hasil tersebut menunjukkan bahwa Como mampu bersaing dengan klub-klub besar Eropa meski baru menjalani debut di Liga Champions. Dari 3 pertandingan pertama, pasukan Cesc Fabregas mengoleksi 2 kemenangan dan 1 kekalahan dengan torehan 10 gol serta kebobolan 5 gol. Catatan ini menjadi modal berharga bagi I Lariani untuk melanjutkan kiprah mereka sekaligus menjaga peluang melangkah lebih jauh di kompetisi elite Eropa tersebut.























