Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Liverpool Pasif di Bursa Transfer, Iraola Sampai Pusing

Liverpool Pasif di Bursa Transfer, Iraola Sampai Pusing
Kapten Liverpool, Virgil van Dijk, saat mencetak gol kemenangan ke gawang Everton (AFP / Paul Ellis)
Intinya Sih
  • Liverpool baru merekrut Jeremy Jacquet dan Victor Munoz, lalu belum mencapai kesepakatan dengan PSG untuk Bradley Barcola serta belum menunjukkan langkah membeli bek.
  • Pelatih Andoni Iraola mengaku pusing karena Premier League dimulai kurang dari sebulan, sementara kepastian pemain yang datang dan pergi masih belum jelas.
  • Iraola meminta manajemen bergerak cepat agar tim bisa dibangun lebih mapan, sembari menilai ketidakpastian bursa transfer Agustus juga dialami banyak pelatih.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Pergerakan Liverpool di bursa transfer musim panas 2026 begitu pasif. Setelah mendatangkan Jeremy Jacquet dan Victor Munoz, manajemen Liverpool mendadak diam dan tak lagi mendatangkan amunisi anyar.

Informasi dari pakar transfer asal Italia, Fabrizio Romano, Liverpool sebenarnya sudah memulai operasi pembelian Bradley Barcola dari Paris Saint-Germain. Namun, sampai sekarang belum ada kesepakatan yang muncul di antara kedua klub.

Artinya, status pembelian pemain anyar Liverpool hingga sekarang masih abu-abu. Belum ada juga sinyal untuk membeli pemain di sektor lain, terutama bek.

1. Iraola sampai bingung

Situasi ini membuat pelatih Liverpool, Andoni Iraola, pusing. Sebab, Premier League akan dimulai kurang dari sebulan dan Liverpool masih butuh pemain baru.

"Saya benci Agustus ini karena saat kompetisi mulai, belum tahu siapa yang akan pergi dan datang. Begitu besar ketidakpastian," ujar Iraola, dilansir Daily Mirror.

2. Berharap manajemen bisa bergerak cepat

Pria asal Spanyol tersebut berharap manajemen bisa bergerak cepat. Sebab, dia membutuhkan waktu untuk membangun tim yang mapan demi bisa bersaing.

"Sulit membangun tim yang mapan dengan banyaknya pertanyaan. Tapi, itulah kenyataannya karena terjadi di semua tim. Setiap musim selalu sama dan saya selalu menikmati ketika memasuki pekan pertama September, selalu muncul ritmenya di sana," kata Iraola.

3. Gak sendirian, tapi banyak pelatih mengalaminya

Bagi Iraola, situasi serupa tak hanya dialaminya. Banyak pelatih atau manajer yang kurang suka menjalani masa pramusim di Agustus, karena selalu muncul ketidakpastian terkait bursa transfer, apalagi ketika kompetisi beririsan dengan turnamen mayor.

"Rasanya, banyak pelatih, jika tidak semua, yang tak suka dengan periode ini," ujar Iraola.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More