Musim 2025/2026 merupakan musim yang berat bagi Tottenham Hotspur. Mereka masih tertahan di peringkat ke-17 hingga pekan ke-31 EPL. The Lilywhites hanya berselisih satu poin dari West Ham United di zona degradasi.
Buruknya performa Tottenham Hotspur juga terjadi di kompetisi lain. Mereka disingkirkan Atletico Madrid dengan agregat 5-7 pada 16 besar Liga Champions. The Lilywhites juga tersingkir lebih awal di Piala FA dan Piala Liga Inggris. Hasil tersebut membuat Thomas Frank dan Igor Tudor dipecat dari kursi manajer.
Tottenham Hotspur akhirnya menunjuk Roberto De Zerbi sebagai juru selamat. De Zerbi tak memiliki tim setelah berpisah dengan Olympique Marseille pada pertengahan 2025/2026. Ia berpisah setelah Marseille dipulangkan Club Brugge di Liga Champions dan kalah 0-5 dari Paris Saint-Germain (PSG) di Ligue 1 Prancis. De Zerbi pernah membawa Marseille menempati posisi kedua Ligue 1 Prancis pada 2024/2025.
De Zerbi bisa dibilang menjadi pilihan terbaik bagi Tottenham Hotspur. Ia pernah membuat Brighton & Hove Albion menjadi kuda hitam yang sering mengalahkan tim papan atas EPL. De Zerbi juga terbilang masih muda sehingga bisa dijadikan proyek jangka panjang.
De Zerbi akan mendapat ujian berat pada sisa tujuh pertandingan di EPL. Mereka akan berjumpa Sunderland, Brighton & Hove Albion, Wolverhampton Wanderers, Aston Villa, Leeds United, Chelsea, dan Everton. Selain wajib mendapat hasil bagus, Tottenham Hotspur juga harus berharap West Ham United terpeleset pada sisa pertandingan.
Tiga manajer Italia di atas pernah menangani Tottenham Hotspur. Lantas, mampukah Roberto De Zerbi membawa Tottenham Hotspur selamat dari jurang degradasi pada akhir musim?