Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

5 Pelatih Tottenham dengan Masa Jabatan Terpendek pada Era EPL

5 Pelatih Tottenham dengan Masa Jabatan Terpendek pada Era EPL
ilustrasi logo Tottenham Hotspur di stadion (unsplash.com/WinstonTjia)
Intinya Sih
  • Tottenham dikenal sebagai klub besar EPL yang sering berganti pelatih karena performa buruk, meski beberapa di antaranya punya reputasi bagus sebelum melatih The Lilywhites.
  • Lima pelatih dengan masa jabatan terpendek adalah Thomas Frank, Jacques Santini, Tim Sherwood, Nuno Espirito Santo, dan Igor Tudor, semuanya gagal memenuhi ekspektasi klub.
  • Igor Tudor menjadi pelatih terburuk dengan hanya bertahan 44 hari tanpa kemenangan di EPL, menandai periode paling singkat dan mengecewakan dalam sejarah Tottenham modern.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Tottenham Hotspur termasuk salah satu klub English Premier League (EPL) dengan reputasi mentereng. The Lilywhites beberapa kali bersaing di papan atas dan melangkah jauh kala berkompetisi di Liga Champions Eropa (UCL). Beberapa pelatih top pernah menangani Tottenham, seperti Jose Mourinho, Antonio Conte, dan Harry Redknapp.

Sayangnya, tidak semua pelatih mampu bertahan lama bersama The Lilywhites. Manajemen Tottenham tidak segan memecat pelatih ketika performa tim memburuk sampai terperosok ke papan bawah EPL. Berikut lima pelatih Tottenham dengan masa jabatan terpendek pada era EPL sejak 1992/1993 per Maret 2026.

1. Thomas Frank menjabat sebagai pelatih Tottenham selama 244 hari

Thomas Frank mulai menangani Tottenham Hotspur pada 1 Juli 2025. Ia menggantikan posisi Ange Postecoglu yang dipecat meski mengantarkan The Lilywhites menjuarai Liga Europa (UEL) 2024/2025. Frank memiliki reputasi mentereng di Premier League usai mengantarkan Brentford promosi pada 2021/2022 dan memainkan sepak bola menyerang.

Sayangnya, ia gagal memenuhi ekspektasi manajemen dan fans. Tottenham tampil buruk dengan mencatat 13 kemenangan, 10 berimbang, dan 15 kekakalan dalam 38 laga. Frank akhirnya dipecat manajemen Tottenham usai menjabat selama 244 hari pada 11 Februari 2026.

2. Jacques Santini hanya bertahan selama 155 hari sebagai pelatih Tottenham

Jacques Santini merupakan salah satu pelatih dengan reputasi top di sepak bola Prancis. Ia mengantarkan Olympique Lyon menjuarai Coup de France 2000/2001 dan Ligue 1 2001/2002. Santini kemudian melatih Tottenham Hotspur usai gagal mengantarkan Timnas Prancis menjuarai Euro 2004 pada 1 Agustus 2004.

Akan tetapi, penampilan Tottenham begitu mengecewakan dalam 13 laga pada awal 2004/2005. The Lilywhites tercatat menang 5 kali, berimbang dan kalah masing-masing 4 kali. Alhasil, manajemen Tottenham memecat Santini setelah menjabat sebagai pelatih selama 155 hari pada 6 November 2004.

3. Tim Sherwood menukangi Tottenham selama 124 hari

Tim Sherwood naik jabatan dari asisten menjadi pelatih sementara pada 17 Desember 2013. Ia kala itu mengisi posisi pelatih setelah The Lilywhites memecat Andre Villas-Boas. Sherwood kemudian mendapat kontrak permanen sebagai pelatih Tottenham pada 23 Desember 2013.

Sayangnya, performa The Lilywhites terbilang kurang impresif pada 2013/2014. Sherwood hanya mampu memenangkan 14 laga dan menelan kekalahan 10 kali serta 4 berimbang dalam 28 pertandingan di semua kompetisi. Posisinya sebagai pelatih Tottenham dicopot usai menjabat selama 141 hari.

4. Nuno Espirito Santo menangani Tottenham selama 124 hari

Nuno Espirito Santo ditunjuk sebagai pelatih baru Tottenham pada 1 Juli 2021. Ia diharapkan mampu membawa The Lilywhites bersaing di papan atas demi lolos ke Liga Champions Eropa (UCL). Terlebih lagi, Santo kala itu memiliki reputasi mentereng usai tampil apik selama menukangi Wolverhampton Wanderers (Wolves) pada 2017--2021.

Awalnya, Tottenham mampu tampil apik dengan meraih 3 kemenangan beruntun dalam 3 pekan pertama EPL 2021/2022. Namun, performa The Lilywhites mengalami inkonsisten. Terlebih lagi, Santo terlibat konflik dengan sejumlah pemain utama. Alhasil, ia dipecat sebagai pelatih Tottenham usai menjabat selama 124 hari pada 1 November 2021.

5. Igor Tudor menjabat sebagai pelatih Tottenham hanya dalam 44 hari

Manajemen Tottenham menunjuk Igor Tudor sebagai pengganti Thomas Frank pada 14 Februari 2026. Ia diharapkan mampu memperbaiki performa Tottenham yang berada di papan bawah EPL. Namun, Tudor malah membuat performa The Lilywhites makin memburuk.

Ia hanya memenangkan satu laga ketika Tottenham menaklukan Atletico Madrid 3-2 pada leg kedua 16 besar Liga Champions 2025/2026 pada 18 Maret 2026. Namun, kemenangan tersebut sia-sia setelah The Lilywhites tersingkir dari UCL dengan agregat 5-7 dari Atletico Madrid. Sementara itu, Tudor gagal mencatat satupun kemenagnan di EPL usai menelan 4 kekalahan dan 1 berimbang. Ia akhirnya dipecat setelah menjabat sebagai pelatih hanya dalam 44 hari.

Kelima pelatih di atas menorehkan catatan buruk dalam kariernya setelah tampil buruk selama menangani Tottenham. Padahal, sebagian dari mereka cukup berprestasi sebelum menangani The Lilywhites, seperti Santo bersama Wolves, Frank kala menukangi Brentford, dan Santini ketika melatih Lyon. Di sisi lain, Igor Tudor menjadi pelatih terburuk Tottenham dengan gagal memenangkan satupun laga EPL.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Kidung Swara Mardika
EditorKidung Swara Mardika
Follow Us

Latest in Sport

See More