Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Menanti Nasib Thiago Pitarch di Real Madrid pada 2026/2027

Menanti Nasib Thiago Pitarch di Real Madrid pada 2026/2027
ilustrasi logo Real Madrid (unsplash.com/simonreza_)
Intinya Sih
  • Thiago Pitarch, gelandang muda asal Fuenlabrada, mendapat promosi ke tim utama Real Madrid oleh Alvaro Arbeloa setelah tampil impresif di akademi sejak bergabung dari Leganes pada 2023.
  • Pada musim 2025/2026, Pitarch tampil 16 kali di semua kompetisi dan turut membantu tim junior Real Madrid menjuarai UEFA Youth League berkat kontribusinya yang konsisten di lini tengah.
  • Pitarch menutup musim debutnya dengan dua assist saat menang 4-2 atas Athletic Club, memperlihatkan kreativitas dan keseimbangan permainan yang membedakannya dari gelandang Real Madrid lainnya.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Real Madrid hancur lebur pada 2025/2026. Mereka nirtrofi untuk 2 musim beruntun. Keharmonisan tim juga retak akibat sejumlah konflik internal. Oleh karenanya, sulit untuk mengambil hal positif selain menyebut pengalaman buruk tersebut sebagai pelajaran.

Salah satu yang mungkin bakal membuat manajemen tersenyum adalah kehadiran Thiago Pitarch. Gelandang berusia 18 tahun ini mendapat kesempatan promosi dari akademi. Pemain setinggi 1,79 meter itu lantas menjawabnya dengan performa yang menjanjikan.

1. Thiago Pitarch mendapat kesempatan dari Alvaro Arbeloa

Thiago Pitarch bukanlah produk asli akademi Real Madrid. Ia baru bergabung pada 2023 dari Leganes. Pitarch malah memulai kiprah sepak bolanya di klub rival, Atletico Madrid. Ia mengasah kemampuan bersama mereka dari 2013 sebelum pindah ke Getafe pada 2018 dan Leganes pada 2022. Sebagai catatan, Pitarch memang warga Madrid. Ia lahir di Fuenlabrada pada 30 Agustus 2007.

Salah satu pelatih yang mengasuh Pitarch di akademi Real Madrid adalah Alvaro Arbeloa. Pada 13 Januari 2026, Arbeloa dipercaya menjadi arsitek di tim utama menggantikan Xabi Alonso yang dipecat. Ia tanpa ragu langsung memboyong Pitarch bersamanya. Arbeloa memberi Pitarch debut saat menang 1-0 atas Benfica di Liga Champions Eropa (UCL) pada 18 Februari 2026.

2. Thiago Pitarch total bermain 16 kali pada 2025/2026

Thiago Pitarch hanya menjadi kameo saat mengukir debutnya di tim utama Real Madrid. Momen yang benar-benar melambungkan namanya datang pada 12 Maret 2026. Alvaro Arbeloa memutuskan memainkan penggawa yang memakai nomor punggung 45 tersebut sebagai starter saat mereka menjamu Manchester City di Santiago Bernabeu untuk melakoni leg pertama 16 besar Liga Champions 2025/2026. Los Blancos menang telak 3-0. Meski tidak menyumbang gol atau assist, penampilan Pitarch begitu mengagumkan di lini tengah.

Pitarch total beraksi 16 kali selama 817 menit bersama skuad senior Real Madrid pada 2025/2026. Ia tampil 10 kali di LaLiga Spanyol dengan 8 di antaranya sebagai starter dan tidak tergantikan dalam 2 laga. Pitarch membuat 6 sisanya di UCL dengan masing-masing 3 kali sebagai starter dan 3 sebagai pengganti. Ia tidak pernah bermain penuh di UCL. Jumlah ini mungkin bisa lebih banyak andai Pitarch tidak diminta untuk tetap memperkuat tim junior Real Madrid. Sebagai catatan, Pitarch berhasil membantu mereka menjuarai UEFA Youth League.

3. Thiago Pitarch meledak pada pertandingan terakhir 2025/2026

Thiago Pitarch menutup musim debutnya di tim utama Real Madrid dengan luar biasa. Ia menyumbang dua assist yang membantu mereka menang 4-2 atas Athletic Club pada 23 Mei 2026. Pitarch mengkreasi gol kedua yang dicetak Jude Bellingham pada menit 41. Ia melakukan solo run di sepertiga terakhir lapangan sebelum melepaskan umpan dengan begitu cerdik lewat cip. Bellingham mengontrolnya dengan dada dan menyelesaikannya dengan voli kaki kiri.

Brahim Diaz kemudian mencetak gol terakhir Real Madrid pada menit 88. Pitarch memberinya umpan satu sentuhan setelah menerima bola dari Kylian Mbappe di dalam kotak penalti. Diaz yang berlari dari lini kedua kemudian melakukan kontrol dengan dada dan menyontek si kulit bundar dengan kaki kiri. Menariknya, Pitarch memilih melepaskan umpan kepada Diaz dengan mencongkel bola. Sebuah keputusan yang begitu cerdas sebagai bentuk antisipasi jika para pemain Athletic memotongnya.

4. Thiago Pitarch memiliki profil yang berbeda di antara gelandang Real Madrid lain

Selain karena usianya yang belia, kehadiran Thiago Pitarch juga membuat Real Madrid segar secara taktik. Mereka kini memiliki tambahan karakter di lini tengah. Pitarch tidak seperti Aurelien Tchouameni atau Eduardo Camavinga yang bertipe bertahan. Ia berbeda dengan Jude Bellingham atau Federico Valverde yang merupakan box-to-box. Pitarch juga bukan seorang playmaker layaknya Arda Guler. Jika harus menyebut nama, ia mirip dengan Toni Kroos, salah satu sosok di balik kemunduran Real Madrid akibat keputusannya pensiun pada 2024.

Gaya bermain serta statistik menunjukkan, Pitarch memang tipe gelandang yang menjalankan tugas menjaga keseimbangan. Dilansir Fotmob, ia menorehkan akurasi umpan 90,2 persen (367) di LaLiga dan 92,5 persen (98) di Liga Champions pada 2025/2026. Gambaran lainnya, Pitarch sangat jarang menyentuh bola di penalti lawan. Ia cuma melakukannya 15 kali dari total 625 sentuhan. Pitarch juga tercatat cuma 7 kali melakukan dribble sukses di LaLiga dan 1 kali di UCL. Namun, dua assist kontra Athletic Club pada 23 Mei 2026 merupakan sinyal kuat kreativitasnya.

Alvaro Arbeloa tidak akan lagi menukangi Real Madrid pada 2026/2027. Sejumlah laporan menyebut, kursi pelatih bakal diisi Jose Mourinho. Nasib Pitarch pada 2026/2027 pun menjadi salah satu hal yang menarik untuk ditunggu. Apakah ia tetap mendapat kesempatan atau justru bakatnya tersia-siakan?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Topics
Editorial Team
Gagah N. Putra
EditorGagah N. Putra

Related Articles

See More