Menebak Peran Igor Thiago di Brasil, Opsi Darurat atau Pilar Krusial?

- Igor Thiago dipanggil pertama kali ke Timnas Brasil setelah tampil impresif bersama Brentford dengan torehan 19 gol di musim debut penuhnya di Premier League 2025/2026.
- Carlo Ancelotti memberi kesempatan kepada Thiago karena performa striker Brasil lain menurun, menggantikan nama-nama seperti Richarlison dan Vitor Roque yang gagal bersinar.
- Thiago menawarkan dimensi baru bagi Brasil lewat pressing tinggi, kontribusi defensif, serta postur fisik kuat yang bisa melengkapi gaya bermain agresif tim asuhan Ancelotti.
Igor Thiago akhirnya mendapat panggilan pertamanya dari Timnas Brasil pada Senin (16/3/2026) malam. Nama striker Brentford tersebut tercantum dalam daftar 23 pemain yang dipilih Carlo Ancelotti untuk melakoni laga uji coba melawan Prancis pada 26 Maret 2026 dan Kroasia pada 31 Maret 2026. Dengan kondisi nirpengalaman di level internasional, menarik untuk mencermati prospek Thiago bersama tim nasionalnya. Apakah ia mampu memainkan peran krusial krusial atau hanya sekadar menjadi opsi darurat?
1. Igor Thiago mendapat panggilan pertama berkat musim yang produktif
Igor Thiago merespon panggilan pertamanya dari Timnas Brasil dengan sebuah gol. Beberapa jam setelah pengumuman tersebut keluar, ia dan Brentford memang harus memainkan laga pekan ke-30 English Premier League (EPL) 2025/2026 melawan Wolverhampton Wanderers. Thiago menyumbang satu gol yang sempat membawa Brentford unggul 2-0 sebelum akhirnya menutup laga di Gtech Community Stadium dengan skor 2-2.
Bagi Thiago, gol tersebut merupakan yang ke-19 di EPL musim ini. Hasilnya, striker dengan tinggi 1,91 meter yang lahir pada 26 Juni 2001 itu terus menempel Erling Haaland yang memuncaki klasemen top skor dengan 22 gol. Dengan delapan pertandingan tersisa, Thiago jelas masih memiliki peluang untuk mengalahkan Haaland. Andaipun gagal, ia tetap patut berbangga mengingat perbedaan kualitas antara timnya dengan klub Haaland, Manchester City.
Makin istimewa, ini merupakan musim debut penuh Thiago di EPL. Ia memang bergabung dengan Brentford dari Club Brugge pada awal 2024/2025. Namun, pengguna nomor punggung 9 tersebut hanya bermain 8 kali selama 169 menit dan melewatkan sisanya akibat cedera lutut parah. Thiago lantas pulih dan menjadi sumber gol baru Brentford. Sebagai catatan, 19 gol yang sudah dibuatnya di EPL 2025/2026 menjadikannya sebagai pemain Brasil dengan gol terbanyak dalam semusim sepanjang sejarah EPL.
2. Igor Thiago memang layak mendapat panggilan dari Timnas Brasil
Performa Igor Thiago sepanjang 2025/2026 membuatnya sangat layak mendapat panggilan dari Timnas Brasil. Namun, momen ini juga memungkinkan terjadi karena faktor eksternal. Itu berkaitan dengan pemain bertipe nomor 9 lain milik Selecao yang tampil tidak sebagus dirinya.
Oleh karenanya, Carlo Ancelotti pun akhirnya memberinya kesempatan. Padahal, Thiago sudah tajam sejak awal musim. Dengan begitu, Ancelotti seharusnya bisa saja memanggilnya pada jeda internasional September, Oktober, atau November 2025.
Namun, kala itu, juru taktik asal Italia tersebut tampaknya masih memilih untuk mempercayai striker senior atau yang bermain di liga lokal. Mereka adalah Richarlison, Igor Jesus, Vitor Roque, dan Kaio Jorge. Di skuad Maret 2026 ini, tidak ada satu pun dari keempatnya yang dipanggil.
3. Igor Thiago menambah dimensi baru untuk Brasil
Lantas, apa yang bisa diberikan Igor Thiago bagi Brasil? Untuk menjawabnya, kita bisa berkaca kepada pertandingan mereka sendiri. Khususnya sejak dilatih Carlo Ancelotti pada Mei 2025. Seperti telah disinggung di atas, Thiago sebetulnya bukan striker bertipe nomor 9 pertama yang dipanggil Ancelotti. Sudah ada Igor Jesus, Richarlison, Vitor Roque, atau Kaio Jorge. Namun, susunan timnya sejauh ini mengindikasikan ia yang tidak terlalu memercayai mereka semua.
Dari 8 laga yang sudah dilakoni Ancelotti, hanya ada 2 kesempatan ketika ia memainkan 1 dari 4 sosok tersebut sebagai starter. Richarlison menjadi yang dipilih ketika mereka imbang 0-0 dengan Ekuador pada 6 Juni 2025 dan kalah 0-1 dari Bolivia pada 10 September 2025. Sisanya, Ancelotti memasang pemain hybrid di posisi striker, semacam Joao Pedro, Matheus Cunha, atau bahkan Vinicius Junior yang merupakan winger.
Richarlison, Jesus, Roque, atau Jorge gagal menjawab kesempatan dari Ancelotti dengan belum mencetak gol atau assist. Performa mereka di klub masing-masing juga sama mengecewakannya. Ini menjadi alasan paling nyata mengapa Ancelotti akhirnya menendang mereka semua dan melirik Thiago. Namun, jika melihat gaya bermain dan karakter Thiago secara detail, ada kontribusi lain yang bisa ia berikan dibanding sekadar mencetak gol.
Salah satunya adalah terkait pergerakannya. Sebuah data dari Opta pada 7 Januari 2026 menyebutkan, Thiago merupakan pemain yang paling sering melakukan pressure berintensitas tinggi di EPL 2025/2026 dengan 1.012 kali. Status tersebut mungkin saja sudah berubah. Namun, itu mengindikasikan potensi yang bisa dimaksimalkan Ancelotti. Terlebih, ia juga memiliki penggawa-penggawa agresif lain seperti Vinicius atau Gabriel Martinelli.
Selain ofensif, Thiago juga bisa sangat bermanfaat ketika bertahan. Ini setidaknya tergambar dari 47 clearance yang sudah dilakukannya di EPL 2025/2026 per 17 Maret 2026. Itu merupakan jumlah terbanyak di antara pemain bertipe menyerang lain. Tubuh jangkung Thiago juga menjadi atribut lain yang menguntungkan. Sebagai catatan, hanya sang kiper, Alisson Becker (1,93 meter), yang lebih tinggi dibanding dirinya di skuad Brasil pada Maret 2026.
Panggilan pertama Thiago ke Timnas Brasil pada Maret 2026 sekaligus menjadi kesempatan terakhirnya untuk bisa membuat terkesan Ancelotti demi dibawa ke Piala Dunia 2026. Thiago jelas akan memaksimalkan peluang. Namun, di sisi lain, menarik juga untuk melihat bagaimana Ancelotti bakal memanfaatkan anak asuh teranyar tersebut di antara para pemain menyerang lincah dan skilful yang ia miliki.


















