Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Mental Arsenal Lemah, Bisa Jadi Masalah di Liga Champions

Mental Arsenal Lemah, Bisa Jadi Masalah di Liga Champions
Arsenal (https://www.pexels.com/id-id/@tonywuphotography/)
Intinya Sih
  • Frank Lebouef menilai mental Arsenal masih rapuh setelah gagal di Piala FA dan Carabao Cup, yang bisa jadi ancaman serius bagi performa mereka di Liga Champions.
  • Lebouef menyarankan skuad Mikel Arteta belajar dari generasi Arsenal terdahulu yang dikenal tangguh secara mental seperti era Vieira dan Tony Adams.
  • Dalam dua musim terakhir, Arsenal tersingkir di fase akhir Liga Champions karena kalah dari tim dengan mental lebih kuat seperti Bayern Muenchen dan PSG.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Eks pemain Chelsea dan Real Madrid, Frank Lebouef, menilai mental Arsenal masih lembek di musim 2025/26. Menurut Lebouef, hal tersebut berpotensi menjadi masalah buat Arsenal yang sedang memburu trofi di Liga Champions.

Tanda-tanda itu, menurut Lebouef, sudah terlihat ketika Arsenal kalah dalam laga perempat final di Piala FA 2025/26 dari Southampton. Dengan kekalahan itu, Arsenal gagal menunjukkan tanda kebangkitan usai dibekap Manchester City di final Piala Liga. Selain itu, kekalahan tersebut juga mengakhiri mimpi quadruple sekaligus treble winners Arsenal musim ini.

1. Mental Arsenal harus kuat

Lebouef menyebut, dua kekalahan di Piala FA dan Carabao Cup harus jadi cambuk tersendiri bagi Arsenal. Mereka harus segera membenahi mental, jika masih mau jadi juara.

"Semuanya sangat rapuh di Arsenal. Mereka tidak bisa mengambil keputusan yang tepat. Para pemain di lapangan tidak menjalankan tugasnya, sangat goyah. Mereka tak siap mental," ujar Lebouef, dilansir ESPN FC.

2. Belajar dari Arsenal di masa lampau

Lebouef menyarankan, agar Arsenal asuhan Mikel Arteta ini belajar dari skuad di masa lampau. Mereka sempat berada di era ketika diperkuat sederet pemain yang tangguh secara mental.

"Saya membayangkan ketika saya bermain melawan Arsenal yang ada Patrick Vieira, Emmanuel Petit, Ian Wright, dan Tony Adams. Mereka tak akan limbung. Secara mental, mereka terlalu kuat, menyelesaikan semua pekerjaan," ujar Lebouef.

3. Mental yang kuat, kunci di Liga Champions

Dalam dua musim terakhir, Arsenal sebenarnya bisa melaju jauh di Liga Champions. Mereka sempat lolos sampai perempat final pada 2023/24, serta ke semifinal pada 2024/25.

Namun, Arsenal tak bisa maju sampai final, karena kalah dari tim-tim yang lebih kuat secara mental macam Bayern Munich dan Paris Saint-Germain (PSG).

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Satria Permana
EditorSatria Permana
Follow Us

Latest in Sport

See More