Misteri Getaran Motor KTM Bikin Enea Bastianini Pusing di Thailand

- Enea Bastianini mengalami getaran misterius pada motor KTM-nya di MotoGP Thailand 2026, terutama saat masuk gigi lima di trek lurus Chang International Circuit.
- Meski terganggu masalah teknis, Bastianini tetap finis ke-12 berkat strategi manajemen ban yang efektif dan berhasil menyalip beberapa pembalap di lap akhir.
- Bastianini mengaku kecewa karena hasil balapan kali ini lebih buruk dibanding musim lalu dan menilai tim perlu melakukan perubahan signifikan.
Jakarta, IDN Times - Enea Bastianini menghadapi kendala aneh saat balapan di MotoGP Thailand 2026. Motor pembalap Red Bull KTM Tech3 itu mengalami getaran misterius yang sulit dijelaskan saat melaju kencang di lintasan lurus, Chang International Circuit, Minggu (1/3/2026).
Masalah teknis itu membuat Bastianini kesulitan mengaspal dengan maksimal di Buriram, sepanjang akhir pekan lalu. Bastianini tetap mampu menyelesaikan balapan untuk mendulang poin, meski hanya finis di urutan ke-12.
1. Motor bergetar hebat saat masuk gigi lima
Bastianini mengungkapkan motor RC-16 tunggangannya terasa tidak stabil, terutama saat memacu gas di trek lurus. Getaran aneh tersebut sering muncul secara tiba-tiba, ketika ia memindahkan transmisi ke gigi lima.
"Balapan jadi rumit karena pergerakan di trek lurus sulit dikendalikan, kadang saat masuk gigi lima motor sangat bergetar," keluh Bastianini dikutip dari Crash.
2. Manajemen ban jadi penyelamat poin
Meski diganggu masalah teknis, pembalap asal Italia itu masih mampu memperbaiki posisi setelah memulai balapan dari urutan ke-20.
Kemampuan manajemen ban yang apik menjadi kunci Bastianini menyalip rookie Diogo Moreira di lap-lap akhir.
"Situasi ban saya di akhir tidak terlalu buruk, hanya drop di dua lap terakhir," kata Bastianini.
3. Kecewa berat, hasil lebih buruk dari tahun lalu
Walau berhasil finis di zona poin, Bastianini mengaku tidak puas dengan kinerjanya. Selisih 23 detik dari pembalap tercepat menurutnya merupakan hasil yang buruk.
Ia juga merasa hasil ini bak kemunduran dari pencapaiannya di sirkuit yang sama pada musim lalu.
"Saya tidak bisa senang dengan pekerjaan saya saat ini, karena ekspektasi saya lebih tinggi dibanding tahun lalu. Kami perlu mengubah sesuatu dalam cara kerja kami," ujar eks pembalap Ducati itu.
















