7 Musim PSG Era QSI Gagal Menjuarai Coupe de France

- PSG hanya 3 kali gagal menjuarai Ligue 1 Prancis dari 14 musim yang sudah tuntas per 2025 sejak diakuisi Qatar Sports Investments (QSI) pada Juni 2011.
- Paris Saint-Germain kalah comeback dari Olympique Lyon di Coupe de France 2011/2012 dan kalah adu penalti dari FC Evian Thonon Gaillard di Coupe de France 2012/2013.
- PSG juga kalah pada final Coupe de France 2018/2019 dan tersingkir dari Paris FC pada 32 besar Coupe de France 2025/2026.
Paris Saint-Germain (PSG) hanya 3 kali gagal menjuarai Ligue 1 Prancis dari 14 musim yang sudah tuntas per 2025 sejak diakuisi Qatar Sports Investments (QSI) pada Juni 2011. Menariknya, dominasi mereka di Coupe de France justru lebih lemah. Padahal, level prestisenya berada di bawah Ligue 1. Dari 15 penyelenggaraan hingga 2026, terdapat 7 edisi ketika Les Rouge-et-Bleu tidak mampu meraih trofi Coupe de France.
1. Paris Saint-Germain kalah comeback dari Olympique Lyon di Coupe de France 2011/2012
Musim Coupe de France perdana Paris Saint-Germain di bawah naungan QSI berakhir pada perempat final. Mereka kalah comeback dari Olympique Lyon dengan skor 1-3. Padahal, PSG selalu berhasil menembus final dalam 2 edisi sebelumnya. Mereka menjadi juara pada 2009/2010 dengan mengalahkan AS Monaco dan kalah pada final edisi 2010/2012 usai tumbang di tangan LOSC Lille.
2. Paris Saint-Germain kalah adu penalti dari FC Evian Thonon Gaillard di Coupe de France 2012/2013
Seperti pada 2011/2012, perjuangan Paris Saint-Germain di Coupe de France 2012/2013 juga berakhir pada perempat final. Mereka kalah adu penalti dari FC Evian Thonon Gaillard. Kedua tim bermain 1-1 pada waktu normal. PSG bahkan unggul lebih dulu. PSG akhirnya harus angkat kaki setelah Zlatan Ibrahimovic dan Thiago Silva gagal menjalankan tugasnya sebagai algojo penalti.
3. Paris Saint-Germain kalah dari Montpellier di Coupe de France 2013/2014
Alih-alih meningkat, pencapaian Paris Saint-Germain di Coupe de France 2013/2014 justru menurun. Setelah 2 musim beruntun terhenti pada perempat final, mereka kini hanya bisa melangkah sampai 32 besar. PSG takluk di tangan Montpellier dengan skor 1-2. Mereka menyamakan kedudukan lewat Edinson Cavani pada menit 30 setelah tertinggal tandukan Daniel Conger 10 menit sebelumnya. Montpellier akhirnya mencetak gol kemenangan pada menit 69. Mereka kembali memanfaatkan bola udara. Victor Montano sukses menyundul sepak pojok Remy Cabella.
4. Paris Saint-Germain kalah lewat adu penalti dari Stade Rennes pada final Coupe de France 2018/2019
Setelah 3 musim pertama mengalami kegagalan, Paris Saint-Germain era QSI akhirnya menjuarai Coupe de France pada 2014/2015. Mereka bahkan mempertahankan trofi sampai edisi 2017/2018. Dominasi PSG terhenti usai kalah dari Stade Rennes pada final 2018/2019. PSG sempat unggul 2-0 pada waktu normal sebelum akhirnya laga tuntas dengan skor 2-2. Christopher Nkunku membuat PSG harus menyerahkan trofi kepada Rennes usai tidak mampu menaklukkan Tomas Koubek saat maju sebagai eksekutor penalti keenam.
5. Langkah Paris Saint-Germain dihentikan OGC Nice pada 16 besar Coupe de France 2021/2022
Setelah kalah dari Rennes lewat adu penalti pada final edisi 2018/2019, Paris Saint-Germain berhasil bangkit dengan menjuarai Coupe de France dalam 2 musim berikutnya. Mereka kembali kehilangan trofi ini usai takluk dari OGC Nice pada babak 16 besar musim 2021/2022. PSG lagi-lagi tidak berdaya saat melakoni adu penalti. Leandro Paredes dan Xavi Simons menjadi pemain yang gagal mencetak gol dari titik putih. Kedua tim bermain imbang tanpa gol selama 120 menit.
6. Paris Saint-Germain juga kalah pada 16 besar di Coupe de France 2022/2023
Paris Saint-Germain mengulang kegagalan yang sama di Coupe de France 2022/2023. Mereka kembali tersingkir pada 16 besar. Kali ini, Olympique Marseille menjadi tim yang menghentikan langkah mereka. PSG kalah dengan skor 1-2. Marseille memimpin lewat gol penalti Alexis Sanchez pada menit 31. Sergio Ramos menyamakan kedudukan melalui tandukan beberapa saat sebelum babak pertama usai. Ruslan Malinovskyi lantas mencetak gol kemenangan Marseille pada menit 57.
7. Paris Saint-Germain kalah dari Paris FC pada 32 besar Coupe de France 2025/2026
Paris Saint-Germain berstatus sebagai juara bertahan dalam 2 musim terakhir di Coupe de France 2025/2026. Namun, mereka gagal menjaga titel tersebut. PSG kalah dari rival sekotanya, Paris FC, dengan skor 0-1 pada babak 32 besar yang berlangsung di Parc des Princes pada Senin (12/1/2026). Jonathan Ikone membobol gawang mantan timnya pada menit 74. Ikone tercatat sebagai pemain PSG pada 2010—2018.
Sistem kompetisi menjadi salah satu penyebab dominasi PSG di Coupe de France tidak sekuat di Ligue 1. Satu kekalahan langsung membuat sebuah tim gagal menjuarai kompetisi yang mulai berlangsung pada 1918 ini. Namun, 7 kegagalan dari 15 edisi terbilang terlampau banyak bagi klub yang sejak diakuisisi QSI sumber dayanya tidak tertandingi semua pesaing di dalam negeri.

















