Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Nasib Degradasi PSS Bergantung Klub Lain

Pesepak bola PSS Sleman Marcelo Cirino (kanan) berebut bola dengan pesepak bola PSM Makasar Karel Ridzald Iek (kiri) saat laga BRI Liga 1 di Stadion Maguwoharjo, Sleman, D.I Yogyakarta, Sabtu (5/3/2025). ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko/foc.
Pesepak bola PSS Sleman Marcelo Cirino (kanan) berebut bola dengan pesepak bola PSM Makasar Karel Ridzald Iek (kiri) saat laga BRI Liga 1 di Stadion Maguwoharjo, Sleman, D.I Yogyakarta, Sabtu (5/3/2025). ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko/foc.
Intinya sih...
  • PSS masih berada di zona degradasi Liga 1 2024/25 dengan torehan 28 poin dari 32 laga.
  • Tim harus menang dalam dua laga sisa, namun nasibnya juga tergantung pada hasil tim lain seperti Madura United dan Semen Padang.
  • Komdis PSSI memberi sanksi ringan berupa pengurangan tiga poin dan denda Rp150 juta kepada PSS Sleman karena kasus match fixing.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Alarm degradasi makin nyaring di PS Sleman. Sampai saat ini, mereka masih belum keluar dari zona degradasi Liga 1 2024/25.

Saat ini, PSS masih berada di posisi 17, dengan torehan 28 poin dari 32 laga. Mereka berjarak empat poin dari Semen Padang, yang sekarang sudah lepas dari zona degradasi.

Masih ada dua laga sisa yang wajib dimenangi PSS. Namun, agar benar-benar lepas dari zona merah, dua kemenangan saja tidak cukup bagi tim asuhan Pieter Huistra itu.

1. Tak ada kata lain selain menang

PSS Sleman menang atas PSM Makasar dengan skor akhir 3-1. (ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko)
PSS Sleman menang atas PSM Makasar dengan skor akhir 3-1. (ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko)

Huistra mengungkapkan, tak ada pilihan selain menang bagi PSS dalam dua laga sisa Liga 1 2024/25. Namun, dia memprediksi, dua laga itu tak akan mudah bagi PSS.

"Nanti, dua pertandingan terakhir di Liga 1 2024/25 bagi kami akan sangat seru. Tentu, dalam dua laga itu, kami wajib meraih kemenangan," ujar Huistra kepada para jurnalis.

2. Tetap harus menunggu nasib dari tim-tim lain

Legiun asing PSS Sleman, Cleberson Martins cedera saat melakoni laga kontra Dewa United. (Dok. Tim Media PSS)
Legiun asing PSS Sleman, Cleberson Martins cedera saat melakoni laga kontra Dewa United. (Dok. Tim Media PSS)

Kendati menang dalam dua laga terakhir, nasib PSS belum tentu aman. Mereka harus menunggu nasib dari tim-tim lain, seperti Madura United, Barito Putera, hingga Semen Padang.

"Lalu, kita harus melihat dan menunggu tim lain. Apalagi Madura main bagus lawan Bali United kemarin. Jika Madura kehilangan poin dan laga terakhir kami menang, mungkin bisa selamat," kata Huistra.

3. PSS memang sempat diterpa isu di awal musim

Pemain PSS, Vico Duarte saat melakoni laga kontra Persib Bandung. (Dok. Tim Media PSS)
Pemain PSS, Vico Duarte saat melakoni laga kontra Persib Bandung. (Dok. Tim Media PSS)

Jelang musim 2024/25, PSS sempat kena guncangan. Pengadilan Negeri Sleman memutuskan beberapa ofisial PSS bersalah dalam insiden pengaturan laga (match fixing), Maret 2023.

Berdasarkan Kode Disiplin PSSI 2023, ketika ada sebuah tim terlibat suap atau match fixing, sejatinya mereka harus terdegradasi. Namun, Komdis PSSI justru memberi sanksi yang ringan kepada PSS.

Dilansir keterangan resmi PT Liga Indonesia Baru (LIB), Komdis PSSI memberikan hukuman berupa pengurangan tiga poin pada penampilan PSS Sleman di Liga 1 2024/25 dan hukuman denda sebesar Rp150 juta. Hal itu berdasarkan Kode Disiplin PSSI 2023.

"Merujuk kepada Pasal 64 ayat 1, ayat 2, ayat 3 dan Pasal 141 Kode Disiplin PSSI 2023, Klub PSS Sleman diberikan sanksi pengurangan poin tiga dan denda Rp150.000.000 berlaku pada kompetisi Liga 1 yang diselenggarakan pada periode 2024-2025," tulis keterangan resmi PT LIB.

Dalam putusan untuk PSS itu, Komdis PSSI merujuk pada Pasal 64 ayat 1, 2, dan 3, serta Pasal 141 dari Kode Disiplin PSSI 2023. Jika merujuk hanya pada itu saja, benar adanya PSS cuma dihukum denda Rp150 juta dan pengurangan tiga poin saja.

Namun, Komdis PSSI lupa ada ayat 4 dan 5 juga dalam pasal tersebut. Ayat itu salah satunya membahas sanksi degradasi untuk PSS. Penerapan ayat yang salah oleh Komdis inilah yang membuat Super Elang Jawa selamat dari degradasi.

Selamat di awal musim, ternyata ancaman itu masih ada bagi PSS seiring Liga 1 2024/25 berjalan. Ancaman degradasi itu makin nyata hingga sekarang.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Sandy Firdaus
EditorSandy Firdaus
Follow Us

Latest in Sport

See More

7 Clean Sheet Tottenham Hotspur pada Paruh Pertama EPL 2025/2026

05 Jan 2026, 13:22 WIBSport