Menanggapi insiden memalukan ini, mantan wasit Premier League, Graham Scott, turut buka suara. Dia membela wasit keempat, berdalih kalau papan pergantian Premier League memang sudah dinilai kuno.
"Memasukkan nomor 38 saja bisa memakan waktu beberapa detik dan ada enam nomor yang harus dimasukkan di sini (oleh satu orang)," bela Scott di akun X pribadinya.
Terlepas dari kontroversi wasit, Iraola mengakui performa timnya di babak pertama memang kurang konsisten. Beruntung, gol telat Victor Munoz pada menit 82 berhasil menyelamatkan kubu The Reds menghindari kekalahan.
"Kami sangat buruk di babak pertama. Kami jauh lebih baik di paruh kedua. Intensitasnya berbeda. Jika Anda akan kalah, Anda harus kalah seperti yang kami lakukan di babak kedua. Kami jauh lebih intens dan lebih mengancam. Saya senang dengan penampilan di babak kedua, tetapi itu terjadi terlambat dalam pertandingan," ujar Iraola.