5 Pembelian Pemain Termahal AS Roma per 30 Agustus 2026

- Patrik Schick masih menjadi pembelian termahal AS Roma dengan 42 juta euro, disusul Artem Dovbyk 41,1 juta euro dan Tammy Abraham 41 juta euro.
- Dovbyk sempat mencetak 17 gol pada musim debut, tetapi cedera dan perubahan pelatih membatasi kontribusinya sebelum dipinjamkan ke Bologna pada 2026/2027.
- Santiago Castro dibeli dari Bologna seharga 36 juta euro pada musim panas 2026, masuk lima besar setelah membukukan 22 gol dan 13 assist dalam 105 laga.
AS Roma aktif merekrut pemain baru pada musim panas 2026. Salah satunya adalah Santiago Castro. Striker Argentina ini dibeli dari Bologna seharga 36 juta euro atau sekitar Rp746 miliar. Meski masih 21 tahun, tim ibu kota berani membayar mahal karena potensinya. Per 30 Agustus 2026, nilai transfer tersebut membuatnya masuk lima besar pembelian termahal AS Roma.
1. Patrik Schick masih memegang rekor transfer senilai 42 juta euro
AS Roma memecahkan rekor transfer ketika membeli Patrik Schick pada musim panas 2018 lalu. Mulanya, tim ibu kota meminjamnya dari Sampdoria semusim pada 2017/2018. Ia menghasilkan 3 gol dari 26 laga. Meski kontribusinya minim, manajemen percaya terhadap talenta mudanya. Ini membuat AS Roma menebusnya senilai 42 juta euro (Rp886 miliar).
Sayangnya, Schick gagal mengeluarkan potensinya. Pada 2018/2019, ia hanya membuat 5 gol dan 3 assist dari 32 laga. Setelah itu, ia dipinjamkan kepada RB Leipzig selama musim 2019/2020. Ia moncer dengan 10 gol dan 3 assist dari 28 laga. Setelah kembali pada musim panas 2020, AS Roma memilih untuk menjualnya kepada Bayer Leverkusen. Selepas dilego, Schick justru konsisten mencetak gol dan hingga kini masih membela klub Jerman tersebut.
2. AS Roma membeli Artem Dovbyk 41,1 juta euro setelah moncer bersama Girona
Pada musim panas 2024, AS Roma kepincut dengan Artem Dovbyk. Bersama Girona, ia mampu menyabet gelar top skor LaLiga Spanyol 2023/2024 melalui catatan 24 gol dari 36 laga. Ketajamannya ini membuat AS Roma membelinya 41,1 juta euro (Rp847 miliar).
Musim debutnya pada 2024/2025, Dovbyk gemilang dengan 17 gol dan 4 assist dari 45 laga. Namun, performanya menurun pada 2025/2026. Pergantian pelatih dan cedera hamstring membuatnya minim aksi. Ia hanya mampu tampil 18 kali dengan sumbangsih 3 gol dan 2 assist. AS Roma kemudian meminjamkannya kepada Bologna selama musim 2026/2027.
3. Tammy Abraham berlabuh ke AS Roma setelah ditebus 41 juta euro
Tammy Abraham datang ke ibu kota untuk mengembalikan ritme bermainnya setelah cedera. Pada musim panas 2021, AS Roma membelinya dari Chelsea seharga 41 juta euro (Rp845 miliar). Kala itu, kehadirannya diinginkan Jose Mourinho untuk menambah daya gedor.
Pada musim awalnya, Abraham produktif melalui 37 gol dan 13 assist dari 107 laga. Ia membantu AS Roma menjuarai Liga Konferensi Eropa 2021/2022. Sayangnya, cedera anterior cruciate ligament (ACL) membuatnya menepi pada Juni 2023 hingga Maret 2024. Ia sempat dipinjamkan sebelum akhirnya dilepas permanen ke Aston Villa pada Januari 2026.
4. Harga beli 36,15 juta euro dibuktikan Gabriel Batistuta dengan tampil moncer di AS Roma
Gabriel Batistuta memegang rekor transfer termahal AS Roma selama hampir 2 dekade. Pada musim panas 2000, AS Roma memboyongnya dari Fiorentina seharga 36,15 juta euro (Rp752 miliar). Kala itu, nilai transfer terbilang mahal meski usianya sudah 31 tahun. Namun, penyerang Argentina sudah punya nama besar setelah 9 tahun menjadi tumpuan Fiorentina.
Kariernya di ibu kota terbilang singkat hanya 2,5 tahun. Meski begitu, Batistuta tidak kehilangan tajinya dengan 33 gol dan 7 assist dari 87 penampilan. Musim debutnya pada 2000/2001, ia langsung menghadirkan trofi Serie A Italia untuk AS Roma yang hingga kini masih menjadi Scudetto terakhir tim ibu kota. Torehan ini juga dilengkapi Coppa Italia semusim kemudian.
5. Santiago Castro ditebus dari Bologna senilai 36 juta euro pada musim panas 2026
Santiago Castro menjadi pemain teranyar yang masuk daftar pembelian termahal AS Roma. Pada musim panas 2026, AS Roma rela menggelontorkan 36 juta euro (Rp746 miliar) demi jasa pemain 21 tahun ini. Meski masih muda, ia telah berada di Italia dalam 3,5 tahun terakhir.
Bologna mendapatkannya dari klub Argentina, Velez Sarsfield. Sejak kedatangannya pada Januari 2024, Castro menunjukkan potensinya sebagai striker. Tak butuh waktu lama baginya mengambil tempat utama. Ia menghasilkan 22 gol dan 13 assist dari 105 kali tampil bersama Bologna. Dengan talenta tersebut, AS Roma berani membayar mahal demi tanda tangannya.
Tidak semua pemain yang dibeli mahal AS Roma berhasil. Kini, Santiago Castro punya kans untuk membuktikan harga tingginya sepadan dengan kualitasnya. Berbekal pengalaman dan bakat mudanya, ia diharapkan membantu tim ibu kompetitif di berbagai ajang.



















