Daftar Tunggal Putri yang Menjuarai 5 Edisi Terakhir US Open per 2025

- Emma Raducanu menjuarai US Open 2021 dari jalur kualifikasi tanpa kehilangan set, sedangkan Iga Swiatek merebut gelar 2022 usai mengalahkan Ons Jabeur di final.
- Coco Gauff menjadi juara US Open 2023 sekaligus meraih gelar Grand Slam pertamanya setelah bangkit mengalahkan Aryna Sabalenka dalam final tiga set.
- Aryna Sabalenka memenangi US Open 2024 dan mempertahankan trofi pada 2025, masing-masing dengan menaklukkan Jessica Pegula serta Amanda Anisimova di final.
US Open menjadi salah satu turnamen tenis Grand Slam yang paling dinantikan setiap musimnya. Di sektor tunggal putri, persaingan dalam beberapa edisi terakhir berlangsung cukup menarik karena gelar juara berhasil diraih oleh sejumlah petenis berbeda.
Dalam lima edisi terakhir hingga 2025, US Open menghadirkan perjalanan juara yang cukup beragam. Mulai dari kejutan seorang petenis yang datang sebagai kualifikasi hingga dominasi juara yang berhasil mempertahankan trofi dalam dua tahun beruntun. Lantas, siapa saja tunggal putri yang berhasil menjuarai US Open dalam lima edisi terakhir? Berikut daftarnya.
1. Emma Raducanu (Inggris) tampil mengejutkan dengan menjuarai US Open 2021
US Open 2021 berakhir mengejutkan untuk sektor tunggal putri. Emma Raducanu, petenis asal Inggris yang saat itu baru berusia 18 tahun, secara mengejutkan keluar sebagai juara meskipun tidak diunggulkan. Tidak hanya itu, Raducanu saat itu juga merupakan pemain yang merangkak dari babak kualifikasi.
Dalam perjalanannya meraih gelar Grand Slam pertamanya, Raducanu menyingkirkan sederet petenis top saat itu, mulai dari Belinda Bencic asal Swiss hingga Maria Sakkari asal Yunani yang sama-sama berstatus unggulan. Ia juga tidak pernah kehilangan satu set sekalipun dalam setiap pertandingannya. Pada laga final, ia mengalahkan petenis kuda hitam lainnya, yakni Leylah Fernandez asal Kanada. Ia menang 2 set langsung dengan skor 6-4 dan 6-3.
2. Iga Swiatek (Polandia) keluar sebagai juara di US Open 2022
Polandia melahirkan juara US Open pertama lewat penampilan ciamik Iga Swiatek di US Open 2022. Kemenangan Swiatek saat itu terprediksi karena ia memang diunggulkan di posisi tertinggi. Perjalanannya meraih gelar juara juga terbilang mulus karena hanya kehilangan dua set. Pada partai final, ia mengalahkan petenis andalan Tunisia yang diunggulkan di urutan kelima, yakni Ons Jabeur. Ia menang 2 set langsung dengan skor 6-2 dan 7-6.
3. Coco Gauff (Amerika Serikat) menjadi kampiun di US Open 2023
US Open 2023 berakhir dengan kesuksesan petenis muda tuan rumah, Coco Gauff, menjadi juara. Meskipun hanya diunggulkan di urutan keenam, Gauff yang saat itu masih berusia 19 tahun sukses mengamankan gelar juara. Pada laga final, ia menaklukkan unggulan kedua asal Belarus, Aryna Sabalenka. Ia menang dalam duel 3 set dengan skor 2-6, 6-3, dan 6-2. Kemenangan itu tidak hanya memastikan gelar juara bagi Gauff, tapi juga memastikan gelar Grand Slam pertama dalam kariernya.
4. Aryna Sabalenka (Belarus) berakhir di podium tertinggi US Open 2024
Aryna Sabalenka turut merasakan manisnya podium tertinggi US Open pada 2024. Ia yang saat itu diunggulkan di urutan kedua keluar sebagai juara setelah tampil konsisten sepanjang turnamen. Pada laga final, ia membekuk andalan tuan rumah yang berstatus unggulan keenam, yaitu Jessica Pegula. Duel final itu berlangsung sengit meskipun hanya 2 set dengan skor 7-5 dan 7-5. Kemenangan Sabalenka saat itu mengukir sejarah baru sebagai petenis Belarus pertama yang menjuarai US Open.
5. Aryna Sabalenka (Belarus) kembali menjadi juara di US Open 2025
Aryna Sabalenka sukses mempertahankan gelar juaranya di US Open 2025. Ia kembali menjadi juara US Open untuk kedua kalinya secara beruntun. Pada edisi ini, ia yang berlabel unggulan pertama tampil lebih dominan dengan hanya kehilangan satu set sepanjang turnamen. Pada partai pemungkas, sama seperti edisi sebelumnya, Sabalenka kembali menyingkirkan petenis tuan rumah. Kali ini yang ia kalahkan adalah Amanda Anisimova yang merupakan unggulan kedelapan. Ia menang 2 set langsung dengan skor 6-3 dan 7-6.
Lima edisi terakhir US Open menunjukkan betapa dinamisnya persaingan di sektor tunggal putri. Dari lima gelaran tersebut, terdapat empat nama berbeda yang berhasil mengangkat trofi. Keragaman juara tersebut menjadi gambaran bahwa persaingan menuju gelar US Open tidak mudah didominasi oleh satu pemain. Tiap musim selalu menghadirkan peluang bagi para petenis untuk menciptakan kejutan sekaligus menorehkan sejarah baru di Grand Slam penutup musim ini.


















