5 Pelatih Real Madrid Terakhir yang Gagal Berikan Trofi

- Juande Ramos dipecat karena tak meraih trofi pada 2008/2009
- Manuel Pellegrini gagal menyumbang trofi ketika melatih Real Madrid
- Rafael Benitez hanya bertahan setengah musim bersama Real Madrid
Real Madrid dan Xabi Alonso resmi berpisah setelah takluk dari Barcelona 2-3 di final Piala Super Spanyol 2026. Keputusan tersebut terbilang mengejutkan karena Alonso baru setengah musim menukangi Los Blancos. Ketidakharmonisan dalam tim menjadi penyebab kedua belah pihak memutuskan untuk berpisah.
Kepergian Alonso yang begitu cepat membuatnya belum sempat meraih satu pun trofi bersama Real Madrid. Padahal, Real Madrid dikenal sebagai tim yang bergelimang trofi. Termasuk Alonso, berikut lima pelatih terakhir yang gagal memberikan trofi kepada Real Madrid per 15 Januari 2026.
1. Juande Ramos dipecat karena tak meraih trofi pada 2008/2009
Real Madrid berpisah dengan Bernd Schuster pada pertengahan 2008/2009. Los Blancos kemudian menunjuk Juande Ramos sebagai pengganti. Ramos sebelumnya cukup sukses bersama Sevilla dengan meraih 1 gelar juara Copa del Rey dan 2 Piala UEFA. Ramos juga sempat menjuarai Piala Liga Inggris bersama Tottenham Hotspur.
Sayang, Ramos bisa dibilang gagal total bersama Los Blancos. Real Madrid secara mengejutkan takluk dari Real Union pada 32 besar Copa del Rey. Mereka juga gagal menjuarai Liga Champions setelah dieliminasi Liverpool pada 16 besar.
Gelar juara LaLiga Spanyol juga gagal didapat Ramos. Real Madrid bahkan menutup musim dengan lima kekalahan beruntun, termasuk 2-6 dari Barcelona. Hasil buruk tersebut membuat Ramos meninggalkan tim pada akhir musim.
2. Manuel Pellegrini gagal menyumbang trofi ketika melatih Real Madrid
Manuel Pellegrini merupakan pelatih yang menggantikan posisi Juande Ramos. Sama seperti Ramos, pelatih asal Chile tersebut gagal menyumbang satu pun trofi selama berada. Hal itu membuatnya hanya bertahan semusim di Santiago Bernabeu.
Los Blancos gagal menjadi juara LaLiga meski berhasil meraup 96 poin. Itu merupakan jumlah poin tertinggi yang pernah mereka raih di LaLiga saat itu. Real Madrid tertinggal tiga poin dari sang rival, Barcelona.
Real Madrid juga gagal menjuarai Copa del Rey dan Liga Champions. Real Madrid kalah secara mengejutkan dari Alcorcon pada 32 besar Copa del Rey. Sementara, langkah mereka di Liga Champions dihentikan wakil Prancis, Lyon, pada 16 besar.
3. Rafael Benitez hanya bertahan setengah musim bersama Real Madrid
Real Madrid menunjuk Rafael Benitez sebagai pelatih pada Juni 2015. Benitez bukanlah sosok asing karena pernah melatih tim muda Real Madrid. Ia juga pernah menjadi asisten pelatih bagi Vicente del Bosque pada 1993--1994.
Sayang, reuni antara Benitez dan Real Madrid justru tak berjalan baik. Performa buruk Real Madrid membuatnya hanya bertahan selama setengah musim. Mereka tak mampu bersaing di LaLiga dan tersingkir pada 32 besar Copa del Rey. Menariknya, Los Blancos justru menjadi juara Liga Champions pada akhir musim ketika tampuk kepelatihan dipegang Zinedine Zidane.
4. Julen Lopetegui tak mampu membawa Real Madrid tampil apik
Penunjukkan Julen Lopetegui sebagai pelatih Real Madrid pada awal Juni 2018 sedikit menuai kontroversi. Hal itu karena pengumuman tersebut dibuat ketika ia masih menjadi pelatih timnas Spanyol. Alhasil, ia digantikan oleh Fernando Hierro tepat sebelum Spanyol berlaga di Piala Dunia 2018.
Karier Lopetegui bersama Real Madrid juga tak berjalan baik. Pertandingan pertamanya bersama Los Blancos berujung kekalahan 2-4 dari Atletico Madrid pada Piala Super Eropa. Lopetegui akhirnya dipecat pada Oktober 2018 setelah Los Blancos kalah memalukan 1-5 dari Barcelona.
5. Xabi Alonso hengkang setelah hanya setengah musim menukangi Real Madrid
Real Madrid menunjuk Xabi Alonso sebagai pelatih pada Mei 2025. Sebelumnya, Xabi Alonso sempat membawa Bayer Leverkusen menjuarai Bundesliga Jerman tanpa kekalahan pada 2023/2024. Sayang, perjalannya bersama Real Madrid hanya bertahan selama setengah musim.
Alonso meninggalkan Santiago Bernabeu menyusul kekalahan atas Barcelona di final Piala Super Spanyol 2026. Alonso juga mengaku kesulitan dalam mengendalikan ruang ganti Real Madrid. Posisi Alonso kemudian digantikan oleh Alvaro Arbeloa.
Alonso pergi tanpa sempat memberikan trofi apapun bagi Real Madrid. Ia sebelumnya gagal membawa Real Madrid menjuarai Piala Dunia Antarklub 2025 setelah takluk dari Paris Saint-Germain (PSG) pada semifinal. Ia juga sempat membuka musim 2025/2026 dengan baik sebelum rentetan hasil buruk pada akhir 2025.
Lima pelatih di atas gagal memberikan satu pun trofi bagi Real Madrid. Tak heran jika mereka pada akhirnya tak bertahan lama di Santiago Bernabeu.


















