Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

6 Pelatih Terakhir yang Telah Dipecat Manchester United

6 Pelatih Terakhir yang Telah Dipecat Manchester United
Erik ten Hag (premierleague.com)
Intinya sih...
  • Manchester United memecat 6 pelatih dalam lebih dari satu dekade terakhir
  • Pemecatan dilakukan setelah hasil buruk meskipun beberapa pelatih berhasil meraih prestasi
  • Ruben Amorim menjadi korban terbaru pemecatan setelah gagal memenuhi target klub
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Manchester United resmi memecat Ruben Amorim sebagai manajer pada Senin (5/1/2026). Keputusan ini diambil menyusul hasil imbang 1-1 melawan Leeds United pada Minggu (4/1/2026). Dengan hasil tersebut, The Red Devils kini menempati peringkat 6 hingga pekan ke-20 di klasemen Premier League 2025/2026. Manchester Merah memiliki 31 poin, hasil dari 8 kemenangan, 7 imbang, dan 5 kekalahan.

Pemecatan ini bukan kali pertama dilakukan manajemen Manchester United setelah hasil buruk. Sejak pensiunnya Sir Alex Ferguson pada 2013, klub kerap bergonta-ganti manajer dan melakukan pemecatan ketika tim terpuruk. Sebelumnya, sudah ada lima nama yang menjadi korban. Berikut enam pelatih yang pernah didepak Manchester United dalam lebih dari sedekade terakhir.

Table of Content

1. David Moyes gagal meneruskan legasi Sir Alex Ferguson dan hanya bertahan 10 bulan di Old Trafford

David Moyes (twitter.com/premierleague)
David Moyes (twitter.com/premierleague)

David Moyes dipilih Sir Alex Ferguson untuk meneruskan legasinya pada 2013 lalu. Dengan rekam jejak yang cukup apik bersama Everton, muncul optimisme pada awal kedatangannya. Sayangnya, hal tersebut tak terwujud dan Manchester United harus terpuruk. 

Juru taktik asal Skotlandia ini bahkan tak sampai semusim berada di Old Trafford. Moyes hanya bertahan 10 bulan dan dipecat pada April 2014. Tercatat, ia memimpin Manchester United dalam 51 laga di berbagai ajang dengan rincian 26 kemenangan, 10 keimbangan, dan 15 kekalahan. Posisinya lalu diisi sementara oleh Ryan Giggs hingga musim panas 2014.

2. Louis van Gaal tak luput dari pemecatan meski mampu kompetitif bersama Manchester United

Louis van Gaal (twitter.com/premierleague)
Louis van Gaal (twitter.com/premierleague)

Pada musim panas 2014, Manchester United menunjuk Louis van Gaal sebagai manajer baru. Sosok asal Belanda ini mempunyai pengalaman matang. Kedatangannya diharapkan mampu membawa The Red Devils bangkit dan kembali kompetitif. Terikat kontrak selama 3 tahun, Van Gaal hanya bisa bertahan selama 2 tahun di Old Trafford. 

Penampilan Manchester United di bawah asuhan Van Gaal sejatinya tidak buruk. Dari 103 laga yang dipimpin, ia mencatatkan 54 kemenangan, 24 keimbangan, dan 25 kekalahan. Ia juga membawa tim menjuarai Piala FA pada 2015/2016 sebelum dipecat. Faktor pola permainan yang buruk dianggap sebagai penyebab dirinya didepak dari kursi kepelatihan. 

3. Jose Mourinho tetap dipecat meski menghasilkan prestasi bagi Manchester United

Jose Mourinho (manutd.com)
Jose Mourinho (manutd.com)

Setelah memecat Louis van Gaal sebelum berakhirnya musim, Manchester United mengumumkan Jose Mourinho sebagai manajer baru mulai 2016/2017. Dengan pengalamannya, manajemen berharap banyak kepada sosok asal Portugal ini. Kedatangannya diharapkan bisa membantu Manchester United berprestasi. 

Benar saja, Mourinho sukses menghadirkan tiga trofi juara pada musim debutnya, yakni Community Shield, Piala FA, dan Liga Europa. Musim keduanya pada 2017/2018, Manchester United juga turut bersaing memperebutkan gelar juara Premier League. Namun, mereka kalah dari sang rival, Manchester City, dan harus puas finis kedua di klasemen akhir.

Sindrom musim ketiga kembali menghampiri Mourinho. Pada musim ketiga, ia pernah beberapa kali dipecat akibat kinerja yang buruk. Benar saja, hal tersebut kembali terulang dengannya sebagai manajer Manchester United. Atas hasil buruk pada paruh pertama musim 2018/2019, ia didepak pada Desember 2019. Secara statistik, ia sejatinya cukup apik. Dari 144 laga yang dipimpin, ia membawa Manchester United 84 kali menang, 31 kali imbang, dan 29 kali kalah.

4. Ole Gunnar Solskjaer juga tak terhindarkan dari pemecatan manajer Manchester United

potret Ole Gunnar Solskjaer (manutd.com)
potret Ole Gunnar Solskjaer (manutd.com)

Pemecatan Jose Mourinho membuat Ole Gunnar Solskjaer ditunjuk sebagai manajer interim pada Desember 2018. Performa tim yang menjanjikan pada 3 bulan pertama membuatnya diangkat sebagai manajer pada Maret 2019. Pada musim 2018/2019, ia berhasil membawa Manchester United finis keenam di Premier League untuk tetap mentas di kompetisi Eropa. 

Musim penuh perdananya pada 2019/2020 berjalan cukup memuaskan. Meski tak bisa bersaing juara, Manchester United dibawanya mengakhiri musim di peringkat ketiga. Musim keduanya pada 2020/2021, Manchester United mampu kompetitif di papan atas. Ia membawa tim menjadi penantang gelar meski pada akhirnya mengakhiri musim sebagai runner up. 

Sayangnya, Solskjaer gagal mereplikasi penampilan musim sebelumnya pada 2020/2021. Manchester United mengalami inkonsistensi sehingga membuat dirinya dipecat pada November 2021. Selama 3 tahun menjadi manajer, ia memimpin Manchester United sebanyak 169 laga, dengan rincian 92 kemenangan, 35 keimbangan, dan 41 kekalahan.

5. Erik ten Hag menjadi korban pemecatan selanjutnya manajer Manchester United

Erik ten Hag (premierleague.com)
Erik ten Hag (premierleague.com)

Terpuruknya Manchester United di Premier League 2024/2025 membuat Erik ten Hag didepak. Manchester United menempati peringkat 14 usai mengumpulkan 11 poin dari 9 laga. Secara perinci, Manchester United hanya meraih 3 kemenangan, 2 keimbangan, dan 4 kekalahan.

Pemecatannya ini sekaligus mengakhiri masa kerjanya selama 2,5 tahun. Sejak datang pada 2022 lalu, Ten Hag membawa ambisi besar untuk membantu Manchester United kompetitif. Meski telah memberi prestasi berupa gelar juara Piala Liga Inggris dan Piala FA, pemecatan tersebut tak terhindarkan. Ia gagal mengatasi tekanan klub. Secara statistik, ia memimpin dalam 128 laga, dengan rincian 72 kali menang, 20 kali imbang, dan 30 kali kalah.

6. Ruben Amorim menjadi korban terbaru pemecatan manajer Setan Merah

Potret Ruben Amorim saat memimpin latihan tim utama Manchester United (supersport.com)
Potret Ruben Amorim saat memimpin latihan tim utama Manchester United (supersport.com)

Ruben Amorim ditunjuk sebagai simbol perubahan generasi pelatih Manchester United. Ia membawa ide permainan intens, fleksibel, dan berbasis kolektivitas. Namun, tantangan Premier League dan tekanan ekspektasi instan membuat proses adaptasi berjalan berat.

Selama masa baktinya, Amorim memimpin sekitar 62 pertandingan resmi, dengan 28 kemenangan, 14 imbang, dan 20 kekalahan. Rasio kemenangan di bawah 50 persen menunjukkan betapa sulitnya transisi taktik yang ia coba terapkan. Tanpa trofi dan dengan posisi liga yang tidak stabil, Amorim akhirnya gagal memenuhi target klub. Meski beberapa aspek permainan menunjukkan potensi, hasil yang tidak konsisten membuat manajemen memecatnya pada Januari 2026 setelah 14 bulan bekerja.

Untuk sementara, Darren Fletcher Ditunjuk sebagai pelatih sementara untuk memimpin Setan Merah. Ia menjabat sebagai pelatih kepala tim Manchester United U-18. Terlebih lagi, ia merupakan mantan pemain Manchester United sehingga diharapkan bisa menangani tim untuk sementara waktu. Menarik ditunggu siapa yang akan mengisi posisi manajer Manchester United berikutnya.

FAQ seputar Pelatih Terakhir yang Telah Dipecat Manchester United

Siapa saja pelatih Manchester United yang dipecat setelah era Sir Alex Ferguson?

Pelatih Manchester United yang dipecat setelah era Sir Alex Ferguson adalah David Moyes, Louis van Gaal, José Mourinho, Ole Gunnar Solskjær, Erik ten Hag, dan Ruben Amorim.

Pelatih mana yang paling sukses secara prestasi meski akhirnya dipecat?

José Mourinho dianggap paling sukses meski berakhir dengan pemecatan. Ia mempersembahkan Liga Europa, Piala Liga Inggris, dan Community Shield, serta membawa Manchester United finis sebagai runner-up Premier League.

Apakah semua pelatih Manchester United yang dipecat gagal meraih trofi?

Tidak. Louis van Gaal dan Erik ten Hag sama-sama dipecat meski berhasil memenangkan trofi. Van Gaal menjuarai FA Cup 2016, sementara Ten Hag membawa United meraih Piala Liga Inggris dan mengakhiri puasa gelar klub.

Mengapa Ole Gunnar Solskjær dipecat meski membawa Manchester United finis di peringkat dua liga?

Ole Gunnar Solskjær dipecat karena tidak pernah mempersembahkan trofi dan mengalami penurunan performa drastis di awal musim 2021/2022.

Apa penyebab utama Ruben Amorim gagal bertahan di Manchester United?

Ruben Amorim gagal bertahan karena hasil pertandingan yang tidak konsisten dan rasio kemenangan yang rendah.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Khasan Rochmad
EditorKhasan Rochmad
Follow Us

Latest in Sport

See More

6 Pemain Paling Diandalkan Liam Rosenior di RC Strasbourg

07 Jan 2026, 22:14 WIBSport