7 Pemain yang Masuk AC Milan Hall of Fame, Ada Ricardo Kaka

- Ricardo Kaka, Carlo Ancelotti, dan Ruud Gullit masuk AC Milan Hall of Fame angkatan 2026; seremoni Kaka digelar sebelum laga derby melawan Inter Milan.
- Hingga 1 November 2026, Hall of Fame AC Milan berisi tujuh nama: Franco Baresi, Filippo Inzaghi, Andriy Shevchenko, Marco van Basten, Ancelotti, Gullit, dan Kaka.
- Hall of Fame diperkenalkan pada 2024 dalam perayaan 125 tahun klub, dengan anggota kehormatan dipilih klub dan anggota terpilih ditentukan lewat voting.
Ricardo Kaka resmi masuk dalam jajaran AC Milan Hall of Fame. Upacara tersebut dilakukan tepat sebelum AC Milan menghadapi Inter Milan pada pekan kesepuluh Serie A Italia 2026/2027, Minggu (1/11/2026) dini hari WIB. Tak hanya Kaka, Carlo Ancelotti dan Ruud Gullit juga masuk dalam jajaran Hall of Fame sebagai angkatan 2026.
AC Milan Hall of Fame pertama kali diberikan pada 2024 sebagai bagian dari ulang tahun tim ke-125. Penghargaan tersebut terbagi menjadi dua, yakni honorary member dan elected member. Honorary member dipilih berdasarkan putusan tim. Sementara, elected member dipilih berdasarkan voting.
Pemilihan siapa yang masuk diurutkan berdasarkan posisi mulai dari penyerang hingga kiper pada empat tahun pertama. Sejauh ini hanya posisi penyerang, gelandang, serta honorary member yang sudah terpilih. Berikut tujuh nama yang menghiasi AC Milan Hall of Fame per 1 November 2026.
1. Franco Baresi mendapat penghargaan sebagai Honorary Member
Franco Baresi merupakan pemain pertama yang masuk dalam AC Milan Hall of Fame. Baresi terpilih sebagai honorary member pada 2024. Momen tersebut bertepatan dengan 50 tahun pengabdian Baresi kepada AC Milan.
Baresi menghabiskan seluruh kariernya bersama AC Milan pada 1977--1997. Baresi dikenal sebagai salah satu bek terbaik sepanjang masa. Duetnya bersama Paolo Maldini membuat lini pertahanan AC Milan sulit ditembus.
Loyalitas Baresi teruji dengan tetap bertahan ketika AC Milan terdegradasi ke Serie B pada awal 1980an akibat skandal Totonero. Setelah itu, Baresi ditunjuk sebagai kapten dan membawa AC Milan ke era terbaik dalam sejarah tim. Baresi meraih 6 gelar juara Serie A serta 3 Liga Champions Eropa.
2. Filippo Inzaghi mencetak 126 gol untuk AC Milan
Filippo Inzaghi datang ke AC Milan dari Juventus pada 2001. Inzaghi bertahan di San Siro hingga pensiun pada 2012. Ia total mengoleksi 126 gol dari 300 pertandingan di semua kompetisi.
Inzaghi meraih 2 gelar juara Serie A, 1 Coppa Italia, dan 2 Liga Champions bersama AC Milan. Inzaghi juga pernah membela AC Milan sebagai pelatih pada 2014/2015 meski tak terlalu sukses. Atas prestasinya tersebut, Inzaghi terpilih sebagai salah satu anggota pertama AC Milan Hall of Fame di posisi penyerang.
3. Andriy Shevchenko pernah meraih Ballon d'Or bersama AC Milan
Andriy Shevchenko menjadi penyerang lain yang terpilih masuk AC Milan Hall of Fame. Penyerang asal Ukraina tersebut merupakan top skor kedua AC Milan sepanjang masa dengan 175 gol. Shevchenko pernah meraih Ballon d'Or pada 2004.
Shevchenko bergabung dengan AC Milan dari Dynamo Kyiv pada 1999. Pada musim pertamanya, ia langsung menjadi top skor Serie A dengan 24 gol. Shevchenko yang membela Rossoneri hingga 2006 sukses meraih 1 gelar juara Serie A, 1 Coppa Italia, dan 2 Liga Champions.
4. Marco van Basten meraih tiga gelar Ballon d'Or bersama AC Milan
Marco van Basten didatangkan AC Milan pada 1987 dari Ajax Amsterdam. Kedatangan Van Basten bersama Ruud Gullit dan Frank Rijkaard, membawa AC Milan mencapai puncak era keemasan. Penyerang asal Belanda tersebut membawa Rossoneri meraih 3 gelar juara Serie A dan 2 Piala Champions.
Ketajaman Van Basten terbukti dengan raihan dua gelar top skor Serie A. Ia total menyarangkan 124 gol dari 201 pertandingan di semua kompetisi. Van basten menyabet tiga trofi Ballon d'Or yang merupakan rekor bagi pemain AC Milan. Prestasi besar tersebut membuat Inzaghi terpilih dalam jajaran AC Milan Hall of Fame di posisi penyerang.
5. Carlo Ancelotti pernah menjadi pemain dan pelatih bagi AC Milan
Carlo Ancelotti bergabung dengan AC Milan dari AS Roma pada 1987. Pemain yang berposisi sebagai gelandang tersebut hanya bertahan selama lima musim bersama Rossoneri. Ia terpaksa pensiun dini pada usia 33 tahun karena cedera lutut.
Ancelotti kembali ke San Siro sebagai pelatih pada 2001. Prestasinya terbilang sukses dengan raihan 1 gelar juara Serie A, 1 Coppa Italia, dan 1 Liga Champions. Ia kemudian terpilih masuk AC Milan Hall of Fame sebagai salah satu gelandang terbaik pada 2026.
6. Ruud Gullit merupakan salah satu gelandang terbaik AC Milan
Ruud Gullit menjadi gelandang lain yang masuk dalam AC Milan Hall of Fame pada 2026. Gullit merupakan sosok gelandang lengkap karena kuat secara fisik serta sama baiknya dalam menyerang dan bertahan. Gullit juga cukup tajam dengan torehan 56 gol dari 171 pertandingan di semua kompetisi.
Gullit datang ke AC Milan pada 1987 dari PSV Eindhoven. Pada musim yang sama, ia dianugerahi gelar Ballon d'Or. Gullit membela AC milan hingga 1995 sebelum dilepas ke Sampdoria.
7. Ricardo Kaka menjadi bagian dari angkatan 2026
Ricardo Kaka menjadi gelandang ketiga yang masuk jajaran AC Milan Hall of Fame pada 2026. Ia mendapat upacara penyerahan sebelum pertandingan AC Milan vs Inter Milan pada pekan kesepuluh Serie A 2026/2027. Momen tersebut semakin manis karena AC Milan sukses menang 3-1.
Kaka membela AC Milan dalam dua periode berbeda. Periode pertamanya pada 2003--2009 merupakan puncak prestasinya sebagai pesepak bola. Kaka membawa AC Milan meraih masing-masing satu gelar juara Serie A dan Liga Champions. Ia bahkan meraih Ballon d'Or pada 2007.
Karier Kaka menurun ketika memutuskan hengkang ke Real Madrid pada 2009. Ia sempat kembali ke San Siro pada 2013 tetapi performanya tak lagi sama. Kaka meninggalkan AC Milan untuk kali kedua pada 2014 menuju Orlando City.
Tujuh pemain di atas masuk dalam jajaran AC Milan Hall of Fame. Mereka memiliki prestasi luar biasa selama membela Rossoneri. Masih akan ada nama lain yang menyusul dalam beberapa tahun ke depan.





















