Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

4 Pemain Non-Eropa Tersubur di Fase Gugur Liga Champions

4 Pemain Non-Eropa Tersubur di Fase Gugur Liga Champions
ilustrasi bola berlogo Liga Champions Eropa (pixabay.com/planet_fox)

Liga Champions Eropa (UCL) tidak hanya menampilkan aksi-aksi pesepak bola papan atas yang berasal dari negara-negara Eropa. Beberapa pemain non-Eropa mampu menciptakan sejarah dan rekor kala bermain di UCL bersama klub-klub top. Salah satu rekor mentereng yang mereka ciptakan di UCL, yaitu menjadi pemain tersubur kala memasuki babak gugur.

Berikut empat pemain non-Eropa tertajam di fase gugur UCL.

1. Didier Drogba mencetak 14 gol di fase gugur UCL

Didier Drogba pertama kali tampil di Liga Champions kala berseragam Olympique Marseille pada 2003/2004. Ia tampil produktif dengan mencetak 5 gol dalam 6 laga fase gugur. Sayangnya, Drogba tidak mampu mengantarkan Marseille melaju ke 16 besar pada musim tersebut.

Ia baru bermain di fase gugur UCL kala berseragam Chelsea dan Galatasaray. Drogba mampu tampil tajam dengan mencetak 14 gol selama tampil di babak gugur bersama kedua klub tersebut. Prestasi terbaiknya kala mengantarkan Chelsea menjuarai UCL 2011/2012.

2. Vinicius Jr mengoleksi 15 gol di babak gugur UCL per Maret 2026

Vinicius Jr menjadi penyerang sayap kiri andalan Real Madrid pada musim perdananya 2018/2019. Namun, ia tidak mencetak gol dalam empat laga UCL pada 2018/2019. Vinicius Jr mencetak gol perdana di UCL pada fase grup 2019/2020.

Sementara itu, ia pertama kali menorehkan gol di fase gugur UCL kala Real Madrid menang 3-1 atas Liverpool pada leg kedua perempat final 2020/2021. Vinicius Jr kemudian dua kali mencetak gol di laga final kala mengantarkan Real Madrid menjuarai UCL 2021/2022 dan 2023/2024. Ia mengoleksi total 15 gol di fase gugur UCL per 20 Maret 2026.

3. Sadio Mane menorehkan 15 gol selama bermain di babak gugur UCL

Sadio Mane memasuki puncak kariernya kala berseragam Liverpool pada 2016--2022. Ia mampu tampil tajam kala melakoni musim debut di Liga Champions dengan mencetak 10 gol dalam 11 laga pada 2017/2018. Secara perinci, Mane mencetak empat gol selama Liverpool bermain di fase gugur pada musim tersebut.

Ia lalu sukses menjadi bagian penting Liverpool kala meraih gelar juara UCL 2018/2019 meski catatan golnya menurun menjadi 4 gol dalam 13 pertandingan dengan 3 gol di antaranya tercipta di fase gugur. Secara keseluruhan, Mane mencetak 15 gol selama tampil di babak gugur bersama Liverpool. Ia tercatat 3 kali mengantarkan Liverpool mencapai final UCL, dengan perincian 2 kali menjadi runner-up dan 1 kali meraih gelar juara.

4. Lionel Messi mengoleksi 49 gol kala bermain di fase gugur UCL

Lionel Messi merupakan pencetak gol tersubur kedua dalam sejarah Liga Champions. Ia mengoleksi total 129 gol dalam 163 pertandingan UCL kala membela Barcelona dan Paris Saint-Germain (PSG). Messi menempati urutan kedua setelah Cristiano Ronaldo dalam daftar top skor sepanjang masa UCL.

Dari 129 gol tersebut, 49 di antaranya ia torehkan kala bermain di fase gugur. Messi menjadi pemain non-Eropa tertajam dalam sejarah babak gugur UCL. Ia tercatat menjuarai UCL empat kali bersama Barcelona.

Keempat pemain non-Eropa di atas memainkan peran penting bagi timnya masing-masing kala mencapai final dan keluar sebagai juara UCL. Mereka layak disebut legenda UCL berkat kontribusi bagi pencapaian klub dan catatan rekor. Khusus Vinicius Jr, rekor golnya di fase gugur masih terlampau jauh dari Lionel Messi. Ia masih berpeluang melewat koleksi gol Messi jika mampu tampil tajam secara konsisten di fase gugur UCL dalam beberapa musim ke depan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Atqo Sy
EditorAtqo Sy
Follow Us

Latest in Sport

See More

Veda Ega Cetak Sejarah, Masuk Podium di Moto3 Brasil 2026

22 Mar 2026, 23:28 WIBSport