3 Pemain Pengganti Pertama dengan Brace di Der Klassiker

Hasil akhir pertandingan sepak bola bukan hanya ditentukan pemain inti. Sejarah sudah mencatat begitu banyak supersub yang menjadi pahlawan. Ada tiga sosok yang menyandang status tersebut dalam pertarungan antara Bayern Munich dan Borussia Dortmund yang dikenal dengan sebutan Der Klassiker.
Tidak ada penggawa lain selain mereka yang mampu menorehkan brace sebagai pengganti dalam laga terpanas di Jerman ini per 26 Februari 2026. Nahas bagi Dortmund, semuanya berasal dari Bayern dan selalu berujung dengan kekalahan untuk mereka. Siapa saja orang-orang yang dimaksud?
1. Dieter Hoeness membawa Bayern Munich menang 3-1 atas Borussia Dortmund pada 13 Maret 1982
Dieter Hoeness merupakan pemain pengganti pertama yang mengukir brace di Der Klassiker. Striker lokal ini melakukannya pada 13 Maret 1982. Hoeness membukukan dwigol yang membawa Bayern Munich menang 3-1 atas Borussia Dortmund pada laga pekan ke-25 Bundesliga Jerman 1981/1982 yang berlangsung di Olympiastadion.
Hoeness masuk ke lapangan pada awal babak kedua menggantikan Reinhold Mathy. Pria yang lahir pada 7 Januari 1953 ini membuka papan skor 4 menit kemudian. Hoeness menuntaskan umpan sundulan dari Karl-Heinz Rummenigge dengan sebuah tendangan pada sentuhan pertama. Ia sukses mengecoh Eike Immel karena bola hasil sepakannya membentur dulu ke tanah.
Manfred Burgsmueller sempat menyamakan kedudukan untuk Dortmund pada menit 62. Namun, Bayern kembali unggul lewat eksekusi penalti Paul Breitner pada menit 80. Hoeness lantas memastikan kemenangan Bayern pada menit 82. Ia mengontrol umpan dari Breitner dengan dada dan menyudahinya dengan tembakan voli.
2. Giovane Elber mencetak dua gol terakhir Bayern Munich saat membantai Borussia Dortmund 4-0 pada 9 Mei 1998
Setelah Dieter Hoeness, Giovane Elber menjadi pemain selanjutnya yang mengemas brace di Der Klassiker sebagai pengganti. Striker asal Brasil ini melakukannya pada 9 Mei 1998 yang merupakan hari pemungkas Bundesliga 1997/1998. Dua gol Elber membantu Bayern Munich menang telak 4-0 di Olympiastadion. Ia memborong dua gol terakhir. Sementara, dua gol pertama dicetak Mehmet Scholl pada menit 47 dan Lothar Matthaus beberapa detik berselang.
Elber baru mulai bermain pada menit 50 setelah menggantkan Carsten Jancker. Ia mencatatkan namanya di papan skor untuk pertama kali pada menit 80. Elber mengontrol umpan sepak pojok dari Thomas Strunz di dalam kotak penalti dan menyelesaikannya dengan sepakan placing. Penggawa yang lahir pada 23 Juli 1972 itu menutup papan skor 7 menit kemudian. Elber terbebas dari offside ketika menerima umpan panjang Michael Tarnat dan mengecoh Stefan Klos dengan sebuah lob.
Sebelum empat gol tersebut, Dortmund sebetulnya memiliki peluang emas pada menit 33. Mereka mendapat hadiah penalti. Namun, Oliver Kahn berhasil mementahkan eksekusi Stefan Reuter. Sayangnya, kemenangan telak ini tidak berarti apa pun bagi Bayern. Mereka gagal menjadi juara. Tim asuhan Giovanni Trapattoni mengoleksi 66 poin, kalah 2 angka dari Kaiserslautern. Bayern kehilangan trofi akibat hanya imbang tanpa gol dengan Duisburg sepekan sebelumnya.
3. Thomas Mueller menyumbang dua gol saat Bayern Munich mempermalukan Borussia Dortmund 5-1 pada 12 September 2009
Bayern Munich melawat ke Westfalenstadion pada 12 September 2009 untuk melakoni pekan kesembilan Bundesliga 2009/2010. Secara mengejutkan, mereka mempermalukan Borussia Dortmund dengan skor 5-1. Thomas Mueller mencetak dua gol terakhir Bayern.
Bayern sebetulnya tertinggal dulu akibat sundulan Mats Hummels pada menit 11. Mereka mengakhiri babak pertama dengan skor 1-1 berkat gol Mario Gomez pada menit 36. Bayern lantas berbalik memimpin lewat aksi Bastian Schweinsteiger pada menit 49 dan Franck Ribery pada menit 65.
Thomas Mueller mencetak gol pertamanya pada menit 78. Ia memotong sapuan Felipe Santana dan menuntaskannya dengan tendangan voli. Mueller mengemas brace 10 menit kemudian lewat sebuah tembakan keras dari luar kotak penalti usai menerima wall pass dari Ivica Olic. Mueller sendirimulai bermain pada awal babak kedua dengan menggantikan Hamit Altintop.
Der Klassiker teranyar akan tersaji pada Sabtu (28/2/2026). Dortmund bakal bertindak sebagai tuan rumah pada laga pekan ke-24 Bundesliga 2025/2026 ini. Akankah ada pemain yang mengikuti jejak ketiga sosok di atas?

















