Perez Murka Real Madrid Disikat Mallorca, Posisi Arbeloa Aman?

- Real Madrid kalah 1-2 dari Mallorca, membuat ruang ganti memanas dan Florentino Perez murka atas performa tim yang jauh dari standar klub.
- Perez menuntut Madrid menebus kekalahan dengan tampil dominan saat melawan Bayern Munich di perempat final Liga Champions serta menjaga konsistensi hingga akhir musim.
- Posisi pelatih Alvaro Arbeloa terancam jika Madrid gagal meraih trofi besar musim ini, meski ia tetap tenang dan berusaha menjaga kekompakan tim.
Jakarta, IDN Times - Ruang ganti Real Madrid memanas usai takluk di markas RCD Mallorca 1-2, dalam lanjutan LaLiga musim 2025/26, Sabtu (4/6/2026). Itu setelah Presiden Madrid, Florentino Perez, meluapkan amarahnya akibat hasil yang tak terduga tersebut.
Performa buruk Madrid dihukum oleh gol Manu Morlanes (42') dan Vedat Muriqi (90+1') yang memenangkan Los Bermellones. Sementara itu, Los Blancos baru mampu memecah kebuntuan lewat aksi Eder Militao, menit 88.
Kekalahan ini seolah mencoreng tren positif sebelumnya yang susah payah dibangun. Lantas, apakah hasil ini bakal memengaruhi nasib Alvaro Arbeloa di kursi pelatih?
1. Perez malu, beri ultimatum
Performa Madrid saat melawan Mallorca dinilai melenceng dari standar klub. Perez dilaporkan murka melihat penampilan yang dipertontonkan Vinicius Junior dan kawan-kawan.
Goal International melansir, Perez yang tak hadir di stadion mendapat banyak pesan kekecewaan dari orang-orang terdekatnya. Amarah sang presiden pun langsung diteruskan ke ruang ganti sebagai peringatan keras.
2. Harus tebus dosa kontra Bayern Munich
Perez menuntut penebusan dosa dari El Real saat menjamu Bayern Munich di perempat final Liga Champions, Rabu (8/4/2026) dini hari WIB. Bukan sekadar menang, melainkan menyajikan performa yang mencerminkan karakter asli Los Blancos.
Tuntutan Perez lebih dari itu. Madrid wajib konsisten dalam mengarungi sisa musim, demi meraih salah satu trofi yang masih berpotensi direbut, seperti LaLiga dan Liga Champions.
"Kami tidak boleh mengulangi penampilan memalukan ini di sisa musim, harus membuktikan diri secara menentukan," ujar Perez.
3. Nasib Arbeloa terancam
Masih dari laporan serupa, dikatakan sumber internal klub, nasib Arbeloa bergantung pada trofi yang bisa diraih pada musim ini. Kegagalan menjuarai LaLiga atau Liga Champions akan menjadi kartu mati bagi karier lengenda klub.
Jika nirgelar, manajemen siap merombak staf kepelatihan, bahkan meracik ulang komposisi skuad. Di tengah ancaman pemecatan ini, Arbeloa dilaporkan tetap tenang dan optimistis dapat menjaga persatuan ruang ganti.

















