Perjalanan PSG ke Final Liga Champions 2025/2026, Juara Lagi?

- PSG kembali mencapai final Liga Champions 2025/2026 setelah sebelumnya juara musim lalu, dan akan menghadapi Arsenal di Puskas Arena, Hungaria.
- Perjalanan PSG menuju final penuh drama, mulai dari finis peringkat 11 di fase grup hingga menyingkirkan AS Monaco lewat play-off dengan agregat 5-4.
- Les Parisiens tampil dominan di fase gugur, membantai Chelsea dan Liverpool sebelum menyingkirkan Bayern Munich dengan agregat tipis 6-5 di semifinal.
Paris Saint-Germain (PSG) berpeluang besar merengkuh gelar juara Liga Champions Eropa dalam 2 musim beruntun. Usai meraih trofi pada 2024/2025, mereka kembali mencapai final dan akan melakoni laga penentuan menghadapi Arsenal pada 2025/2026. Partai puncak akan berlangsung Puskas Arena, Hungaria, pada Sabtu (30/5/2026) pukul 23.00 WIB.
Keberhasilan Les Parisiens melaju hingga final pada edisi kali ini tak dicapai dengan mudah. Mereka bahkan sempat melakoni laga play-off karena tak tampil maksimal pada fase grup. Berikut perjalanan PSG dari fase grup hingga final.
1. Paris Saint-Germain hanya finis di peringkat 11 pada fase grup
Paris Saint-Germain memulai perjuangan pada fase grup dengan cukup baik, menang 4-0 atas Atalanta, 2-1 di markas Barcelona, dan membantai Bayer Leverkusen 7-2 dalam 3 laga pertama. Namun, tren positif tersebut berhenti ketika kalah 1-2 saat menjamu Bayern Munich pada laga keempat.
Skuad besutan Luis Enrique sempat bangkit dengan meraih kemenangan 5-3 saat menjamu Tottenham Hotspur. Namun, mereka gagal menang dalam tiga laga terakhir, imbang 0-0 dengan Athletic Bilbao, kalah 1-2 dari Sporting CP, dan ditahan imbang 1-1 oleh Newcastle United. Dengan hasil tersebut, Les Parisiens harus bekerja lebih keras untuk lolos ke babak 16 besar. Dengan torehan 14 poin, Ousmane Dembele dan kolega finis di peringkat 11 dan harus menjalani laga play-off.
2. Paris Saint-Germain unggul agregat 5-4 atas AS Monaco pada play-off
Paris Saint-Germain dipertemukan dengan sesama klub Ligue 1 Prancis, AS Monaco, pada fase play-off. Pertarungan kedua tim berjalan menarik pada leg pertama. Setelah kebobolan oleh gol cepat Folarin Balogun pada menit pertama, PSG tertinggal lebih jauh oleh gol kedua Balogun pada menit 18. Untungnya, Luis Enrique mampu membawa anak asuhnya bangkit hingga membalikkan keadaan lewat brace Desire Doue (29’ dan 67’) dan satu gol Achraf Hakimi (41’).
Duel sengit tersaji saat PSG bertindak sebagai tuan rumah pada pertemuan kedua. Lagi-lagi, Les Parisiens tertinggal lebih dahulu oleh gol Maghnes Akliouche (45’) sebelum mampu menyamakan kedudukan lewat sepakan kaki kiri Marquinhos (60’). Sempat berbalik unggul lewat aksi Khvicha Kvaratskhelia (66’), tuan rumah kembali kebobolan oleh gol Jordan Teze pada injury time babak kedua dan membuat duel berakhir 2-2.
3. Paris Saint-Germain membantai Chelsea dalam dua pertemuan pada babak 16 besar
Setelah mendapat perlawanan sengit pada play-off, Paris Saint-Germain tampil begitu dominan atas Chelsea pada babak 16 besar. Mereka diunggulkan untuk lolos ke fase berikutnya usai menang 5-2 pada leg pertama. Khvicha Kvaratskhelia yang bermain sebagai pengganti memborong dua gol, sementara tiga gol Les Parisiens lainnya dicetak Bradley Barcola, Vitinha, dan Ousmane Dembele. Di sisi lain, Malo Gusto dan Enzo Fernandez menjadi pencetak gol bagi The Blues.
Tak hanya di markas sendiri, PSG juga tampil dominan saat menjalani leg kedua di Stamford Bridge. Mereka mengakhiri pertarungan di atas lapangan dengan kemenangan 3-0 dan lolos ke fase berikutnya dengan unggul agregat begitu telak 8-2. Kvaratskhelia dan Bradley Barcola membawa tim tamu unggul 2-0 pada babak pertama, disusul sebuah gol dari Senny Mayulu pada babak kedua.
4. Paris Saint-Germain tak mampu dibobol Liverpool dan unggul agregat 4-0 pada perempat final
Paris Saint-Germain kembali menunjukkan penampilan tangguh saat bertemu klub Inggris lainnya pada perempat final. Lini pertahanan tampil solid hingga tak pernah dibobol Liverpool dalam dua pertemuan berbeda. Les Parisiens memastikan langkah mereka berlanjut ke fase berikutnya dengan unggul agregat 4-0.
Berstatus sebagai tuan rumah pada leg pertama, Les Parisiens meraih kemenangan dua gol tanpa balas. Gol Desire Doue pada menit 11 disusul gol Khvicha Kvaratskhelia pada menit 65. Lalu saat datang ke Anfield pada pertemuan kedua, PSG menang lewat dua gol Ousmane Dembele.
5. Paris Saint-Germain bertarung sengit hingga unggul agregat 6-5 atas Bayern Munich pada semifinal
Paris Saint-Germain dan Bayern Munich menyajikan pertarungan berkualitas di Parc des Princes pada leg pertama semifinal. Meski sempat tertinggal lebih dahulu, Les Parisiens mampu bangkit hingga menutup laga dengan kemenangan tipis 5-4. Khvicha Kvaratskhelia dan Ousmane Dembele sama-sama menyita perhatian dengan mencetak brace.
PSG tampil mengejutkan di Allianz Arena pada leg kedua. Tiga menit usai babak pertama dimulai, mereka telah unggul lewat gol Ousmane Dembele. Gol Harry Kane pada menit 90+4 lantas menjadi penutup dalam laga ini dan memastikan satu tempat bagi PSG di final berkat keunggulan agregat 6-5.
Paris Saint-Germain tinggal selangkah lagi merengkuh gelar juara Liga Champions 2025/2026. Di final, mereka akan berebut kemenangan dengan Arsenal yang dikenal memiliki pertahanan solid sepanjang gelaran ini. Dengan lini serang yang dihuni pemain-pemain tajam, mampukah Les Parisiens melibas The Gunners?
















