Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Pertemuan Istimewa Vladimir Petkovic dengan Swiss di Piala Dunia 2026
ilustrasi pendukung (unsplash.com/Ahmet Kurt)
  • Vladimir Petkovic memulai kariernya di Swiss sejak 1987 dan menjadikan negara itu sebagai tempat penting dalam perjalanan hidup serta karier kepelatihannya hingga menukangi tim nasional pada 2014–2021.
  • Sebagai pelatih Timnas Swiss, Petkovic membawa tim mencapai prestasi bersejarah di EURO 2016 dan EURO 2020, sekaligus meninggalkan warisan budaya multikultural yang kuat di skuad tersebut.
  • Petkovic kini melatih Aljazair dan sukses membawa mereka ke Piala Dunia 2026, di mana ia akan menghadapi Swiss—tim yang pernah dibesarkannya—pada babak 32 besar.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Aljazair imbang 3-3 dengan Austria pada matchday terakhir fase grup Piala Dunia 2026. Hasil tersebut cukup untuk membawa mereka lolos ke 32 besar. Riyad Mahrez dan kolega lantas akan berhadapan dengan Swiss di BC Place Vancouver, Amerika Serikat, pada Kamis (2/7/2026). Faktor masa lalu membuat pertandingan ini menjadi pertemuan yang sangat istimewa bagi sang pelatih, Vladimir Petkovic.

1. Mulai berkarier di Swiss sebagai pemain pada 1987 sampai menjadi pelatih tim nasional pada 2014—2021

Swiss merupakan negara yang istimewa bagi Vladimir Petkovic karena ia menghabiskan mayoritas kariernya di dunia sepak bola hingga sekarang di wilayah ini. Lahir di Sarajevo, Yugoslavia, pada 15 Agustus 1963, Petkovic memulai koneksinya dengan Swiss ketika bergabung dengan FC Chur pada 1987. Dalam sebuah wawancara dengan i-platform, mantan gelandang tersebut mengaku kesulitan untuk berdapatasi di Swiss pada awal kepindahannya. Namun, ia berhasil mengatasi tantangan tersebut. Petkovic kemudian berkelana dengan memperkuat FC Sion, Martigny-Sports, AC Bellinzona, FC Locarno, sampai akhirnya pensiun di SC Buochs pada 1999.

Tidak berhenti di situ, Petkovic melanjutkan hidupnya di Swiss dengan berkiprah juga sebagai pelatih. Ia menukangi AC Bellinzona, Malcantone Agno, dan Young Boys. Petkovic kemudian pindah ke Turki untuk memimpin Samsunspor pada 2011. Namun, ia kembali ke Swiss dengan menukangi FC Sion pada Mei—Juni 2012. Petkovic lantas meneruskan kiprahnya bersama Lazio. Ia berhasil membawa mereka menjuarai Coppa Italia pada musim debutnya (2012/2013). Namun, manajemen Lazio memecat Petkovic pada Januari 2014. Mereka marah akibat Petkovic yang tidak berterus terang telah menerima tawaran untuk melatih Timnas Swiss ketika kontraknya habis pada musim panas tahun tersebut.

2. Meninggalkan warisan untuk Timnas Swiss, baik di dalam maupun luar lapangan

Vladimir Petkovic mewarisi kursi pelatih Timnas Swiss dari Ottmar Hitzfeld. Ia pun mulai bekerja setelah mereka terhenti pada 16 besar Piala Dunia 2014. Federasi (SFV) mengontrak Petkovic selama setahun saja. Namun, mereka akan memberikan perpanjangan otomatis jika mampu meloloskan tim ke EURO 2016. Petkovic bukan hanya memenuhi target tersebut. Ia melampauinya dengan membawa mereka keluar dari fase grup kompetisi antarnegara Benua Biru ini untuk pertama kalinya. SFV lantas mempertahankan Petkovic untuk Piala Dunia 2018 dan mereka kembali mencapai 16 besar. Petkovic kemudian tetap mengasuh Swiss di EURO 2020 dan Swiss berhasil menembus perempat final.

Namun, secara mengejutkan, Petkovic mengundurkan diri usai mempersembahkan prestasi tertinggi kepada Swiss di EURO yang berlangsung setahun kemudian akibat pandemi COVID-19 tersebut. Ia mengaku ingin merasakan tantangan baru. Ia memilih untuk menjalankan proyek di Bordeaux. Presiden SFV saat itu, Dominique Blanc, mengaku sedih dengan keputusan yang diambil Petkovic. Namun, ia juga menyampaikan rasa syukurnya atas kebersamaan selama 7 tahun yang cukup sukses. Selain hasil di lapangan, Petkovic begitu berkesan karena mampu meninggalkan warisan di luar lapangan. Salah satunya adalah menjaga budaya multikultur yang mereka miliki.

3. Siap menyingkirkan Swiss demi Aljazair

Vladimir Petkovic hanya 7 bulan melatih Bordeaux. Setelah 2 tahun menganggur, ia akhirnya kembali ke pinggir lapangan bersama Timnas Aljazair. Petinggi federasi memilihnya untuk menggantikan Djamel Belmadi yang gagal meloloskan skuad dari fase grup Piala Afrika 2023. Selain itu, mereka juga yakin Petkovic merupakan orang tepat yang bisa membawa tim kembali ke Piala Dunia setelah absen pada 2018 dan 2022. Petkovic memenuhi impian tersebut. Mereka mengamankan tiket putaran final usai menang 6 kali dan kalah serta seri 1 kali dalam 8 laga kualifikasi pemungkas.

Petkovic juga memperbaiki pencapaian Aljazair di Piala Afrika 2025 dengan membuat mereka berakhir pada perempat final. Aljazair lantas menang 3 kali dan imbang 1 kali dalam 4 laga pemanasan terakhir menjelang Piala Dunia 2026. Salah satu kemenangan didapat atas Belanda dengan skor 1-0. Tren positif ini sampai membuat federasi memperpanjang kontrak Petkovic hinga 2028 beberapa hari sebelum Piala Dunia 2026 dimulai. Mereka kalah 0-3 dari Argentina pada partai pembuka, tetapi bangkit dengan mengalahkan Yordania 2-1 serta imbang 3-3 kontra Austria.

Perjalanan panjang Petkovic tersebut kemudian membawanya berhadapan dengan tanah air keduanya pada 32 besar. Dalam konferensi pers seusai laga melawan Austria, Petkovic mewanti-wanti Swiss dengan menyebut ia mengetahui mereka karena banyak pemain yang pernah dilatihnya masih ada di dalam tim. Lantas, bakal seperti apa akhir dari pertemuan istimewa ini?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

Related Article