Jakarta, IDN Times - Proyek penjualan saham kompetisi FIFA, termasuk Piala Dunia, lewat FIFA Forward Enterprise ternyata melalui proses yang tak wajar. Sejumlah pejabat teras FIFA ternyata tak tahu manuver Presiden FIFA, Gianni Infantino, yang mau menjual saham kompetisi.
Kevin Lamour, Chief Operating Officer FIFA yang sudah bertugas sejak 2024, menegaskan FFE merupakan rencana Infantino secara individu. Selain itu, ditegaskan Kevin, proyek ini sarat nuansa politik.
"Ini proyek satu orang. Bukan hanya ini yang harus diperhatikan, lambat laun pemimpin politik sepak bola harus mempertanyakan dirinya sendiri tentang hak dan ketepatan dalam pengambilan keputusan," kata Kevin, dilansir Daily Mirror.
