Kecenderungan Riccardo Calafiori untuk keluar jauh dari posisi aslinya sering kali meninggalkan celah di sisi kiri pertahanan Arsenal. Pergerakan bebasnya hingga ke posisi gelandang serang membuat bek tengah harus bekerja ekstra menutup area yang ditinggalkan saat terjadi serangan balik lawan. Ini terlihat saat menjamu Chelsea pada pekan ketiga Premier League, ketika Calafiori meninggalkan posisinya terlalu jauh yang memaksa Gabriel Magalhaes berduel sendirian membendung sepakan Pedro Neto yang mengenai tiang gawang.
Selain itu, kepercayaan diri Calafiori menguasai bola di sektor tengah berisiko memicu kehilangan bola yang berbahaya di wilayah permainan sendiri. Naluri menyerang yang dominan kadang kala membuat sang pemain terlambat kembali untuk membentuk benteng pertahanan ketika tim berada dalam tekanan. Ketidakseimbangan struktur lini belakang ini menuntut kompensasi taktis dari para gelandang bertahan untuk mengkover ruang kosong.
Meski dikenal dengan ketangguhan fisiknya, Riccardo Calafiori punya riwayat cedera anterior cruciate ligament (ACL) saat masih menjadi pemain akademi AS Roma. Masalah kebugaran ini turut membatasi kesiapannya pada 2024/2025 hingga ia hanya mencatatkan 29 persen menit bermain di Premier League. Namun, ketersediaannya meningkat menjadi 50 persen menit bermain pada 2025/2026 setelah sang bek berjuang mengatasi cedera otot berkepanjangan.
Intensitas tinggi Premier League memberikan beban fisik ekstrem bagi bek sayap yang memicu lonjakan tuntutan fisik kepada Calafiori usai pindah dari Serie A Italia. Data Gradient Sports mencatat kenaikan rata-rata jarak tempuhnya dari 9,38 km menjadi di atas 10 km serta sprint hingga 220 meter per laga yang dapat memicu kelelahan otot. Oleh sebab itu, tim kepelatihan wajib mengelola rotasi pemain secara cermat demi mengantisipasi risiko cedera yang dapat merusak kesinambungan taktik tim.
Riccardo Calafiori telah membuktikan dirinya sebagai pemain yang mampu memberikan nilai tambah luar biasa bagi skema permainan Arsenal. Kebugaran fisik yang terjaga akan menjadi kunci utama bagi sang pemain untuk terus menjadi pembeda dalam perburuan gelar juara mendatang.