Pencak Silat Unjuk Gigi di Indonesia Sport Summit 2026

- Pencak silat tampil di Indonesia Sport Summit 2026 di Jakarta melalui atraksi seni, bela diri, atletik, senjata tradisional, hingga aksi ekstrem pesilat Merpati Putih.
- Pertunjukan melibatkan pesilat anak-anak sampai dewasa serta publik figur seperti Christine Hakim, Prisia Nasution, Yayan Ruhiyan, Surya Saputra, dan Asri Welas untuk memperkenalkannya.
- PB IPSI menargetkan pencak silat menembus Olimpiade, sementara Prisia Nasution menekankan pentingnya promosi, pengenalan, dan kebanggaan masyarakat Indonesia terhadap silat.
Jakarta, IDN Times - Pencak silat menunjukkan pesonanya di Indonesia Sport Summit (ISS) 2026 yang digelar di Jakarta Convention Center, Minggu (13/9/2026). Mengusung tema "Pencak Silat, dari Indonesia untuk Dunia", para pesilat menampilkan beragam atraksi yang memadukan unsur kesenian, bela diri, hingga kemampuan atletik.
Pertunjukan semakin menarik dengan melibatkan pesilat dari berbagai kelompok usia, mulai anak-anak hingga dewasa, serta sejumlah figur publik pegiat pencak silat. Atraksi ekstrem juga menjadi perhatian, termasuk aksi seorang pendekar anggota Merpati Putih.
1. Atraksi Pencak Silat memukau pengunjung

Penampilan Pencak Silat di Indonesia Sports Summit (ISS) 2026 (IDN Times/Margith Damanik) Beragam atraksi menjadi sajian utama dalam perkenalan pencak silat di Indonesia Sport Summit 2026. Para pesilat menunjukkan kemampuan mereka melalui gerakan bela diri sekaligus unsur kesenian yang menjadi bagian dari kekayaan pencak silat.
Aksi menggunakan berbagai senjata tradisional turut mewarnai pertunjukan. Para pesilat memperagakan kemampuan dengan golok, tongkat, hingga kipas dalam rangkaian atraksi yang melibatkan peserta dari usia anak-anak sampai dewasa.
Salah satu penampilan yang mencuri perhatian datang dari pendekar anggota Merpati Putih yang mampu melewati rintangan dalam kondisi mata tertutup. Selain itu, ada pula penampilan dari atlet nomor tanding pencak silat yang menunjukkan gambaran pertandingan pencak silat di panggung internasional.
2. Figur publik ikut promosikan pencak silat

Penampilan Pencak Silat di Indonesia Sports Summit (ISS) 2026 (IDN Times/Margith Damanik) Upaya memperkenalkan pencak silat kepada masyarakat semakin kuat dengan keterlibatan sejumlah publik figur yang dikenal sebagai pegiat bela diri tersebut. Christine Hakim, Prisia Nasution, Yayan Ruhiyan, Surya Saputra, dan Asri Welas, turut ambil bagian dalam kegiatan di ISS 2026.
Prisia Nasution menilai pencak silat sebenarnya telah lama menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Indonesia. Namun, perjalanan untuk membawa bela diri tersebut semakin dikenal di tingkat dunia masih berlangsung secara perlahan.
"Silat tuh sebenernya sudah lama banget di Indonesia. Tapi mendunianya tuh masih pelan-pelan gitu. Silat juga di negara kita sendiri aja belum selalu jadi tuan rumah. Kalah dengan cabang bela diri lain ya. Jadi kita memang harus terus mempromosikan silat supaya semua makin kenal sama pencak silat," kata Prisia di JCC.
3. Angan Pencak Silat untuk mendunia

Penampilan Pencak Silat di Indonesia Sports Summit (ISS) 2026 (IDN Times/Margith Damanik) Pengurus Besar Ikatan Pencak Silat Indonesia (PB IPSI) melihat Indonesia Sport Summit 2026 sebagai momentum penting untuk memperkuat posisi pencak silat sebagai bagian dari olahraga Indonesia. Wasekjen PB IPSI, Marsyel M Ririhena, menyebut pencak silat memiliki target besar untuk menembus panggung dunia melalui Olimpiade. ISS dinilai dapat menjadi salah satu momentum untuk membangun kebanggaan terhadap pencak silat.
"Kalau dari rancangan PB IPSI sendiri, pencak silat kan akan menembus dunia nih dengan Olimpiade. Dengan adanya ISS, pencak silat menjadi bagian dari olahraga di Indonesia dan nanti akan menjadi sebuah kebanggaan atau simbol kebanggaan di dunia. Mudah-mudahan momentum saat ini, menjadi momentum sangat baik buat anak muda di Indonesia," kata Marsyel.
Senada dengan Marsyel, Prisia juga menyoroti pentingnya masyarakat Indonesia mengenal dan bangga terhadap pencak silat sebelum membawa cabang bela diri tersebut semakin jauh ke dunia internasional. “Kalau menurut saya, mungkin internasional sudah sedikit banyak melirik. Tapi di Indonesia sendiri aja, kalau kita tuan rumahnya tapi kita sendiri belum terlalu mengenal apa yang kita punya, gimana caranya kita mau keluar,” kata Prisia.




















