Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Saat Liga Universitas Antar 2 Mahasiswa ke Forum PBB dan Jumpa Legenda

Saat Liga Universitas Antar 2 Mahasiswa ke Forum PBB dan Jumpa Legenda
Sebanyak dua mahasiswa Indonesia, M Elyas dan Elang Cikal, bertemu legenda Arsenal dan Brasil, Gilberto Silva, dalam forum PBB (Dokumentasi Liga Universitas Coca-Cola)
  • Liga Universitas Coca-Cola 2026 menggelar kompetisi di Bandung dan Jakarta dengan 15 universitas peserta; STKIP Pasundan serta Universitas Negeri Jakarta menjadi juara regional.
  • Elang Cikal Brajananta dari STKIP Pasundan dan M Elyas Aryo Saputro dari ITB menjadi delegasi Indonesia pada forum PBB di New York tentang kesehatan mental pemuda melalui sepak bola.
  • Forum internasional menegaskan sepak bola sebagai sarana perdamaian, pendidikan, kesehatan mental, dan penyatuan lintas budaya; delegasi Indonesia juga bertemu Luis Figo, Gilberto Silva, serta Daniel Amokachi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Liga Universitas Coca-Cola yang digelar sejak 18 April 2026 telah mencapai konklusinya. Sejak 23 Agustus 2026, Liga Universitas telah diselenggarakan dengan menggelar kompetisi berformat dua regional, Bandung dan Jakarta.

Hasilnya, STKIP Pasundan menjadi juara untuk Regional Bandung dan Universitas Negeri Jakarta menjadi kampiun Regional Jakarta. Sebanyak 15 universitas telah berpartisipasi di dua regional tersebut (tujuh tim Bandung dan delapan Jakarta).

Tidak hanya menjadi ruang bagi mahasiswa Indonesia untuk berkompetisi di lapangan sepak bola. Melalui semangat Football for Peace dan Football for Mental Health, Liga Universitas tidak hanya menghadirkan kompetisi, tetapi juga membangun ekosistem pengembangan generasi muda sepak bola Indonesia.

  1. 1. Forum PBB berikan kesan tersendiri

    Dua mahasiswa Indonesia, M Elyas dan Elang Cikal, dalam forum PBB mewakili Liga Universitas (Dokumentasi Liga Universitas Coca-Cola)
    Dua mahasiswa Indonesia, M Elyas dan Elang Cikal, dalam forum PBB mewakili Liga Universitas (Dokumentasi Liga Universitas Coca-Cola)

    Salah satu momen yang paling berkesan adalah ketika para perwakilan Indonesia menghadiri forum internasional di kantor pusat Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB), New York, Amerika Serikat. Ada dua perwakilan mahasiswa Indonesia yang menghadiri momen tersebut, yakni

    Elang Cikal Brajananta dari STKIP Pasundan dan M Elyas Aryo Saputro dari Institut Teknologi Bandung (ITB) terpilih sebagai delegasi Indonesia dalam program "One World, One Game, One Goal: Football for Youth Mental Health & Well-being".

  2. Project Lead Liga Universitas, Hugo Oceano, menyatakan pengalaman bicara dalam forum internasional, terutama di kantor PBB, menjadi sebuah pengalaman tersendiri bagi mahasiswa Indonesia. Terlebih, ada pesan yang dibawah, yakni olahraga memiliki potensi besar untuk menciptakan perubahan sosial.

    "Kesempatan untuk mewakili Indonesia di forum internasional di New York adalah pengalaman yang sangat berharga. Ini bukan hanya kehormatan, tetapi juga tanggung jawab untuk membawa nama Indonesia dan berbagi pandangan mengenai bagaimana olahraga, khususnya sepak bola, dapat menjadi sarana membangun generasi muda, memperkuat pendidikan, dan menciptakan perdamaian," ujar Hugo, dalam keterangannya.

    Bukan cuma bertukar pikiran dan bicara di forum internasional, tapi ada kesempatan untuk bertemu dengan para legenda sepak bola dunia. Luis Figo, Gilberto Silva, dan Daniel Amokachi, menjadi sederet figur kelas atas yang ditemui oleh delegasi Indonesia saat menghadiri forum tersebut.

    "Perjalanan ini juga menjadi pengalaman internasional yang luar biasa, termasuk kesempatan merasakan pelayanan Qatar Airways. Dari awal keberangkatan hingga kembali ke Indonesia, saya semakin menyadari setiap perjalanan membawa pelajaran baru dan memperluas cara pandang kita," kata Hugo.

  3. 3. Kasih pandangan baru akan sepak bola

    Sementara, Elang menyatakan pengalaman berada di forum internasional telah membawanya pada pandangan baru akan sepak bola dan olahraga. Dia merasa, dengan olahraga seluruh kalangan bisa menyatu tanpa mengenal adanya perbedaan.

    "Berada di forum internasional, berdiskusi dengan delegasi dari berbagai negara, dan melihat bagaimana sepak bola bisa menjadi bahasa yang menyatukan banyak budaya membuat saya sadar bahwa olahraga punya dampak yang jauh lebih besar dari sekadar pertandingan," kata Elang.

    "Saya pulang bukan hanya dengan foto atau kenangan, tetapi juga dengan tanggung jawab untuk membagikan pengalaman ini dan menunjukkan bahwa anak muda Indonesia mampu berdiri sejajar di panggung dunia," lanjutnya.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More