Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Setelah 16 Tahun, Lazio Jadi Pemuncak Klasemen Serie A Lagi

2 min read
Setelah 16 Tahun, Lazio Jadi Pemuncak Klasemen Serie A Lagi
Penyerang Denmark Lazio bernomor punggung 11 Gustav Isaksen merayakan setelah mencetak gol pertama timnya dalam pertandingan sepak bola Serie A Italia antara Lazio dan Cagliari di Stadion Olimpiade Roma pada 1 November 2026. (AFP / Tiziana Fabi))
  • Lazio sementara memuncaki Serie A 2026/27 dengan 28 poin, hasil dari sembilan kemenangan dan satu imbang dalam 10 laga tanpa kekalahan.

  • Puncak klasemen ini menjadi pengalaman pertama Lazio dalam 16 tahun, sejak terakhir berada di posisi teratas sekitar 2010 saat dilatih Edoardo Reja.

  • Pelatih Gennaro Gattuso meminta Lazio tidak terpaku pada klasemen dan tetap fokus menjalani setiap pertandingan dengan semangat.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Pernah suatu masa, Lazio merasakan jadi pemuncak klasemen Serie A. Bagaimanapun, mereka adalah bagian dari sebuah sejarah mengesankan bernama The Magnificent Seven.

Bersama Inter Milan, AC Milan, Juventus, AS Roma, Fiorentina, dan Parma, Lazio pernah jadi bagian dari penguasa Serie A. Setelah lama hilang dari papan atas, musim ini, mereka kembali ke sana.

  1. 1. Lazio sementara kuasai Serie A

    Saat ini, untuk sementara Lazio memuncaki klasemen Serie A 2026/27. Mereka masih sempurna di liga, alias belum menelan kekalahan dari 10 laga yang sudah dijalani.

    Selama periode tersebut, Lazio menorehkan sembilan kemenangan dan sekali imbang. Torehan 28 poin mengantarkan mereka unggul atas Inter Milan yang harus rela jadi runner-up sementara.

  2. 2. Merasakan lagi puncak klasemen

    Berkat keberhasilan ini, Football Italia mencatat Lazio untuk pertama kali merasakan lagi puncak klasemen Serie A setelah 16 tahun. Terakhir kali, mereka berada di posisi puncak kisaran 2010.

    Saat itu, Lazio masih diasuh oleh pelatih kenamaan asal Italia, Edoardo Reja. Tidak cuma itu, Lazio juga jadi tim kedua yang mampu menang sembilan kali di 10 laga awal liga, setelah Roma pada musim 2013/14.

  3. 3. Tak mau memikirkan klasemen

    Kendati berada di puncak, pelatih Lazio Gennaro Gattuso mengaku tak mau memikirkan klasemen terlalu jauh. Menurutnya, melihat posisi di klasemen hanya akan bikin pusing.

    "Lebih baik jika kami tak melihat klasemen Serie A sekarang. Bisa-bisa itu bikin kami pusing. Lazio cukup fokus laga per laga, dan di setiap laganya, kami harus bermain dengan penuh semangat," ujar Gattuso.

Related Articles

See More