Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Swedia ke Piala Dunia 2026, Graham Potter Menebus Dosa

Swedia ke Piala Dunia 2026, Graham Potter Menebus Dosa
ilustrasi pendukung Timnas Swedia (pexels.com/Vasily Baranov)
Intinya Sih

  • Graham Potter sukses membawa Swedia lolos ke Piala Dunia 2026 setelah menang dramatis 3-2 atas Polandia di final play-off zona Eropa.
  • Sebelum kedatangan Potter, Swedia mengalami penurunan prestasi selama delapan tahun dan hanya bisa masuk play-off berkat performa di UEFA Nations League C.
  • Potter yang sempat gagal di klub Inggris menebus masa lalunya dengan menghidupkan kembali sepak bola Swedia dan menyebut keberhasilan ini sebagai malam paling indah dalam kariernya.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Ada banyak cara yang bisa dilakukan seseorang untuk menebus dosa masa lalu. Dalam kisah Graham Potter, penebusan itu berbentuk dengan keberhasilan mengantarkan Swedia lolos ke Piala Dunia 2026.

Dalam final play-off kualifikasi zona Eropa, Rabu (1/4/2026) dini hari WIB, Potter membawa Swedia menang 3-2 atas Polandia. Keberhasilan ini membayar ragam kegagalannya di masa lalu.

1. Swedia terseok-seok dalam delapan tahun terakhir

Sebelum Potter datang, dalam delapan tahun terakhir Swedia mengalami penurunan prestasi. Selepas lolos Piala Dunia 2018, mereka melempem, bahkan tidak lolos Euro 2020 dan 2024.

Tidak cuma itu, Swedia juga gagal lolos Piala Dunia 2022, dan terseok-seok di Kualifikasi Piala Dunia 2026. Mereka bisa masuk play-off kualifikasi karena tampil bagus di UEFA Nations League C.

Alhasil, ekspektasi publik terhadap Swedia di play-off tidak terlalu tinggi. Di sinilah, Potter yang baru diangkat jadi pelatih Swedia pada 20 Oktober 2025, memanfaatkan situasi tersebut.

2. Gak cuma angkat performa Swedia, tapi juga diri sendiri

Potter sudah tidak asing dengan Swedia. Dulu, dia memulai karier sebagai pelatih profesional di negara ini, tepatnya di Oestersund. Alhasil, dia tahu betul kultur sepak bola Swedia dan para pemain di dalamnya.

Meski datang ke Swedia sebagai pesakitan, usai gagal di Chelsea dan West Ham United, Potter mampu mengangkat performa tim. Memang, dia sempat gagal membawa Swedia menang di dua laga terakhir kualifikasi.

Namun, pada fase play-off, Potter membawa Swedia menggila. Di semifinal, mereka menang 3-1 atas Ukraina. Lanjut pada partai final, mereka menang dramatis 3-2 atas Polandia.

3. Malam yang indah bagi Potter

Potter mengaku, berhasil membawa Swedia ke Piala Dunia 2026 jadi malam yang indah baginya. Bahkan, kisah keberhasilan membawa Swedia bangkit melebihi apa yang pernah ditorehkannya bersama Oestersund.

"Anda tahu pasti soal cerita bersama Ostersund dan petualangan Eropa serta kemenangan Liga Champions dan Premier League. Tetapi, ini lebih dari itu semua," kata Potter, dilansir The Guardian.

Kini, Graham Potter dihadapkan pada tantangan baru. Dia harus membawa Swedia bersaing dengan kuat di Piala Dunia 2026. Apalagi, lawannya tidak enteng yakni Jepang, Belanda, dan Tunisia.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Satria Permana
EditorSatria Permana
Follow Us

Latest in Sport

See More