ilustrasi pengguna memeriksa aktivitas akun melalui ponsel (unsplash.com/@freestocks)
Korban mungkin baru menyadari serangan setelah menemukan aktivitas asing pada akunnya. Tanda-tandanya dapat berupa sesi login dari lokasi yang tidak dikenal, email yang hilang, pesan terkirim tanpa sepengetahuan pengguna, atau aturan baru dalam kotak masuk. Perubahan semacam ini perlu diperiksa, khususnya setelah kamu memasukkan kode perangkat dari email atau pesan tertentu.
Dilansir Microsoft Security Blog, token yang diperoleh pelaku dapat digunakan untuk membaca email, mencari informasi sensitif, dan membuat aturan kotak masuk guna menyembunyikan atau mengalihkan pesan. FBI menjelaskan bahwa token tersebut juga dapat memberikan akses ke Outlook, Teams, dan OneDrive tanpa meminta kata sandi atau autentikasi tambahan. Selama token masih berlaku, mengganti kata sandi saja belum tentu langsung menghentikan seluruh sesi pelaku.
Segera periksa daftar perangkat, sesi aktif, aplikasi yang memiliki akses, dan aturan email apabila muncul aktivitas mencurigakan. Untuk akun kantor atau kampus, laporkan kejadian tersebut kepada administrator teknologi informasi agar token dan sesi yang tidak sah dapat dicabut. Simpan email, waktu kejadian, alamat IP, serta informasi login mencurigakan sebagai bahan pemeriksaan.
Phishing kode perangkat berbahaya karena menyalahgunakan proses autentikasi yang memang sah. Pegang satu aturan sederhana, yakni jangan pernah memasukkan kode perangkat kecuali kamu sendiri yang memulai proses pemasangan perangkat. Saat konteks permintaannya tidak jelas, batalkan login dan lakukan verifikasi melalui saluran resmi.