Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Alasan Gen Z Mulai Balik Lagi ke Headset Kabel, Pakai Juga?

Alasan Gen Z Mulai Balik Lagi ke Headset Kabel, Pakai Juga?
ilustrasi mendengarkan musik melalui headset kabel (magnific.com/freepik)
Intinya Sih
  • Gen Z mulai kembali memakai headset kabel karena dianggap lebih praktis, tidak perlu di-charge, dan kecil kemungkinan hilang sebelah dibandingkan perangkat TWS.
  • Kualitas suara yang stabil serta harga terjangkau membuat headset kabel terasa relevan lagi di tengah dominasi perangkat wireless modern.
  • Tren ini mencerminkan keinginan generasi muda untuk gaya hidup lebih sederhana dan santai di tengah kompleksitas teknologi digital.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Banyak orang sempat mengira headset kabel sudah benar-benar tersingkir sejak era TWS mulai mendominasi pasar audio beberapa tahun terakhir. Perangkat wireless dianggap lebih modern, praktis, dan sesuai gaya hidup digital yang serba cepat. Tidak heran jika headset kabel perlahan makin jarang terlihat di ruang publik, terutama setelah banyak brand teknologi fokus mengembangkan perangkat audio Bluetooth. Menariknya, di tengah dominasi tersebut, semakin banyak Gen Z justru mulai kembali memakai headset kabel.

Fenomena ini ternyata bukan sekadar soal nostalgia atau ikut tren retro. Banyak pengguna merasa headset kabel justru lebih nyaman dipakai untuk aktivitas sehari-hari karena tidak perlu di-charge, tidak khawatir lowbat mendadak, dan lebih kecil kemungkinan hilang sebelah. Selain itu, kualitas suara yang stabil dan harga yang relatif terjangkau membuat headset kabel kembali terasa relevan. Di tengah teknologi yang semakin kompleks, hal-hal sederhana seperti itu justru mulai dianggap lebih praktis dan menenangkan. Lalu, apa saja alasan yang membuat banyak Gen Z mulai balik lagi ke headset kabel?

1. Tidak gampang hilang sebelah

pengguna memakai earphone kabel sambil menikmati pemandangan pegunungan
ilustrasi pengguna memakai earphone kabel sambil menikmati pemandangan pegunungan (unsplash.com/Albert Oliveira)

Salah satu alasan yang paling sering disebut pengguna adalah karena headset kabel dianggap lebih aman dan tidak mudah hilang sebelah. Berbeda dari TWS yang ukurannya kecil dan terpisah, headset kabel tetap terhubung lewat kabel sehingga terasa lebih praktis untuk penggunaan sehari-hari. Hal sederhana seperti ini ternyata cukup penting, terutama bagi orang yang sering bepergian atau gampang lupa menaruh barang kecil.

Tidak sedikit pengguna yang mengaku lebih nyaman memakai headset kabel karena merasa dirinya cukup ceroboh saat menggunakan earbuds wireless. Bahkan banyak yang berkelakar bahwa kaus kaki saja sering hilang pasangannya, apalagi earbuds kecil yang mudah tercecer di tas atau sela kursi. Karena alasan itu, headset kabel justru terasa lebih minim drama untuk penggunaan harian. Meski terdengar sepele, faktor ini ternyata cukup relate bagi banyak pengguna.

2. Tinggal dicolok dan langsung bisa dipakai

ilustrasi penggunaan headset kabel yang langsung pakai
ilustrasi penggunaan headset kabel yang langsung pakai (magnific.com/senivpetro)

Kemudahan penggunaan menjadi alasan lain kenapa headset kabel kembali diminati. Pengguna tidak perlu repot pairing Bluetooth, menunggu perangkat terhubung, atau pun panik saat baterai habis ketika headset ingin digunakan. Pengalaman memakai headset kabel terasa jauh lebih sederhana karena cukup dicolok lalu langsung dipakai kapan saja.

Di tengah banyaknya perangkat yang harus diisi daya setiap hari, sebagian orang mulai merasa lelah menghadapi segala hal yang serba wireless. Headset kabel akhirnya dianggap sebagai solusi praktis tanpa perhatian ekstra. Selain itu, penggunaan headset kabel juga membantu menghemat daya smartphone karena Bluetooth tidak perlu terus aktif saat mendengarkan musik atau menonton video. Pengalaman simpel seperti ini justru mulai kembali dicari banyak pengguna.

3. Kualitas suara lebih stabil

ilustrasi menggunakan TWS hingga tertidur
ilustrasi menggunakan TWS hingga tertidur (magnific.com/freepik)

Banyak pengguna juga merasa kualitas suara headset kabel masih lebih stabil dibanding perangkat wireless di kelas harga yang sama. Karena terhubung langsung melalui kabel, audio terasa lebih konsisten tanpa delay maupun gangguan koneksi yang kadang muncul pada perangkat Bluetooth. Hal tersebut membuat headset kabel tetap nyaman dipakai untuk mendengarkan musik, menonton film, hingga bermain game.

Selain kualitas suara, faktor harga juga menjadi pertimbangan penting. Dibandingkan TWS premium yang harganya semakin mahal, headset kabel menawarkan pilihan audio yang lebih terjangkau tetapi tetap memadai untuk kebutuhan sehari-hari. Banyak pengguna juga menyukai fakta bahwa headset kabel tidak perlu di-charge sehingga bisa dipakai kapan saja tanpa takut kehabisan baterai.

4. Lebih santai dan tidak ribet

perempuan berambut cokelat dengan headset yang terpasang di telinganya
ilustrasi perempuan berambut cokelat dengan headset yang terpasang di telinganya (magnific.com/v.ivash)

Sebagian pengguna mulai kembali memakai headset kabel karena ingin merasakan pengalaman mendengarkan musik yang lebih sederhana. Tren ini berkaitan dengan gaya hidup “less tech” yang mulai populer di kalangan Gen Z dan Gen Alpha. Di tengah perangkat modern yang semakin kompleks, headset kabel justru menawarkan pengalaman yang terasa lebih santai tanpa terlalu bergantung pada teknologi tambahan.

Ada pula pengguna yang merasa headset kabel lebih nyaman karena tidak harus terus bergantung pada koneksi Bluetooth. Meski begitu, faktor kesehatan telinga sebenarnya tetap lebih dipengaruhi volume suara dan durasi penggunaan dibanding jenis perangkat audio yang dipakai. Karena itu, penggunaan perangkat audio apa pun tetap perlu dilakukan secara bijak dan tidak berlebihan.

5. Masuk tas sudah rapi, keluar tetap kusut dan semrawut

ilustrasi headset kabel yang semrawut
ilustrasi headset kabel yang semrawut (magnific.com/freepik)

Meski punya banyak kelebihan, headset kabel tetap memiliki satu “ciri khas” yang hampir selalu dialami penggunanya yaitu kabel kusut di dalam tas. Banyak orang bercanda bahwa headset kabel selalu dimasukkan dalam keadaan rapi, tetapi keluar sudah berubah semrawut dan sulit dirapikan. Anehnya, pengalaman seperti itu justru terasa nostalgik dan menjadi bagian dari daya tariknya sendiri bagi sebagian pengguna.

Di tengah dominasi perangkat wireless, headset kabel ternyata masih memiliki tempat tersendiri bagi banyak orang. Bukan hanya karena nostalgia, tetapi juga karena pengalaman penggunaannya yang dianggap lebih simpel. Mulai dari kualitas suara yang stabil, harga terjangkau, hingga tidak takut kehilangan sebelah menjadi alasan yang terasa dekat dengan keseharian pengguna.

Pada akhirnya, pilihan memakai headset kabel atau TWS kembali lagi pada kebutuhan masing-masing. Namun, tren ini menunjukkan bahwa teknologi paling baru belum tentu selalu menjadi pilihan paling nyaman bagi semua orang. Di tengah kehidupan digital yang dipenuhi notifikasi, charging, dan koneksi wireless, banyak orang justru mulai mencari pengalaman yang lebih sederhana dan praktis. Karena itu, headset kabel kini bukan lagi sekadar perangkat lawas, melainkan bagian dari tren baru yang terasa santai, nostalgik, sekaligus relatable bagi generasi muda. Kalau kamu sendiri, masih tim TWS atau mulai balik ke headset kabelan?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Kidung Swara Mardika
EditorKidung Swara Mardika
Follow Us

Related Articles

See More